NasionalPerspektif

Setiap manusia pasti memiliki pendapat dan pandangannya sendiri terhadap sebuah masalah. Nah, dalam Perspektif, Anda bisa mendengarkan ulasan atau pandangan yang berbeda terhadap hal atau topik yang sedang terjadi di Taiwan. Anda juga boleh mengirimkan pendapat Anda ke [email protected]

Info Acara

01 March, 2019
Yunus Hendry

Setelah pemimpin oposisi dari pemerintah berkuasa Venezuela Juan Guaido mengumumkan pengangkatan dirinya sebagai Presiden sementara pada 23 Januari 2019, persaingan dan perseteruan antar Nicolas Maduro yang notabene Presiden terpilih Venezuela dengan Juan Guaido semakin kontras. Lebih dari 50 negara di dunia mengakui posisi Juan Guaido sebagai presiden resmi Venezuela. Konflik Venezuela membuat para pakar menakar akan kemampuan milenial yang berusia 35 tahun ini, terutama dalam menghadapi arus politik lama dari negara tersebut?

...more
22 February, 2019
Yunus Hendry

(Taiwan, ROC) --- Membangun lingkungan yang ramah dan sehat bagi kaum lansia merupakan tugas penting yang harus diemban pemerintah saat ini. Namun, fakta di lapangan berkata bahwa sebagian pekerjaan perawatan jangka panjang lansia, sebagian besar dilakukan oleh Pekerja Migran Asing (PMA). Ini menjadi hambatan atau celah, terutama di sektor bahasa. Mengingat di Taiwan, masih terdapat beberapa keluarga yang lebih menguasai bahasa dialek; misal Bahasa Holo (Hokkien), Bahasa Hakka atau Bahasa Suku Penduduk Asli. Tantangan dalam komunikasi bahasa menjadi salah satu hambatan untuk menghadirkan pelayanan yang berkualitas. Masalah ini menjadi isu yang wajib diselesaikan pemerintah, terkait dengan Kebijakan Perawatan Jangka Panjang. Pakar dan cendekiawan menghimbau pemerintah sudah seharusnya memberikan programintensif, guna untuk meningkatkan kemampuan bahasa dari perawat lokal. Hal ini dipercaya dapat memperbaiki kualitas atau komunikasi antar pihak dokter dengan pasien.

...more
15 February, 2019
Yunus Hendry

(Taiwan, ROC) --- Akademi Ilmu Sosial Daratan Tiongkok memprediksi bahwa pada tahun 2029 mendatang, jumlah penduduk Negeri Tirai Bambu tersebut akan mencapai batas puncak, yakni 1.442 miliar orang. Terhitung tahun 2030, jumlah penduduk di Daratan Tiongkok akan terus menurun. Diperkirakan pada tahun 2050, akan berkurang menjadi 1.36 miliar orang. Penurunan ini jelas dapat memberikan dampak yang kurang positif bagi sosial masyarakat setempat.

...more
08 February, 2019
Yunus Hendry

(Taiwan, ROC) --- Rencana Marshall yang memiliki nama resmi Program Pemulihan Eropa (ERP) merupakan inisiatif Amerika Serikat untuk membantu kawasan Eropa Barat. Amerika Serikat diketahui menggelontorkan dana bantuan sebesar US$ 12 miliar. Angka ini setara dengan US$ 100 miliar lebih pada masa saat ini. Bantuan ini diberikan atas niat Amerika Serikat untuk membangun kembali Eropa Barat yang dikala itu telah luluh lantak akibat Perang Dunia II. Rencana Marshall ini diketahui menggantikan Rencana Morgenthau sebelumnya. Program ini berjalan 4 tahun, dimulai pada 3 April 1948. Tujuan AS adalah untuk membangun kembali daerah yang dilanda perang, melenyapkan tembok pembatas di sektor perdagangan, memodernisasi proses industri, memakmurkan kawasan Eropa dan menghalang penyebaran paham komunisme. Rencana Marshall dilangsungkan dengan menetapkan serangkaian kebijakan yang merangsang produktivitas, serta mengadopsi regulasi bisnis yang lebih modern.

...more
01 February, 2019
Yunus Hendry

Pernahkah Anda mendengar istilah Marxisme? Marxisme merupakan buah pemikiran dari sang filosofer dunia, yakni Karl Marx. Karl Marx adalah seorang tokoh filsafat, sastra, dan guru yang buah pemikirannya terus menjadi dasar dari ilmu pengetahuan dunia. Di Indonesia, mungkin nama Karl Marx kerap dikaitkan dengan paham komunisme, yang notabene memiliki sejarah kelam di bumi pertiwi. Tetapi hal ini tidak sepenuhnya betul, ajaran Karl Marx tidak melulu menyangkut Komunisme atau cengkeraman seorang dikator atas wilayah tertentu. Analisa Karl Marx dianggap sebagai salah satu yang terkritis dan patut dijadikan sebagai refleksi para peneliti ketika hendak melakukan pendalaman atau eksperimen sosial. Sebagai salah seorang yang pemikir, Karl Marx memiliki buah pikiran kritis terhadap kondisi sosial di kala ia hidup. Salah satu peristiwa besar sejarah yang kerap kali menjadi dasar dari pemikirannya, adalah revolusi industri. Melalui karyanya yang dibuat bersama Friedrich Engels, Manifesto Komunis, Karl Marx mengritik habis-habisan perilaku kaum kapitalis (elit) terhadap proletariat (buruh). Ia melihat bagaimana kaum buruh harus hidup menderita dengan bekerja berjam-jam di bawah sistem yang dibangun oleh kaum elit. Perlakuan tidak adil dan fenomena sosial itu dianggap Karl Marx sebagai akibat dari adanya kebijakan “Kepemilikan Pribadi”. Di lingkungan masyarakat modern, Kepemilikan Pribadi merupakan sesuatu yang wajar. Namun, bagi Karl Marx kepercayaan ini hanya akan menghancurkan kehidupan kaum buruh. Kaum buruh yang merupakan lapisan sosial terbawah, harus mengabdi kepada kaum elit dengan bekerja keras, hanya untuk mendapatkan segelintir upah. Karl Marx mengkritisi bahwa kepemilikan pribadi atau aset kekayaan seharusnya berada di salah satu institusi tertinggi, yakni negara. Dari sinilah, dasar paham Marxisme mulai mengakar. Paham Marxisme yang dinilai membela kaum buruh, seakan-akan memojokkan kaum kapitalis. Kaum kapitalis di lain pihak terus berjuang keras, guna untuk mempertahankan harta kekayaan dan aset produksi yang telah dimilikinya. 

...more
1 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 ... 28

Komentar