NasionalPerspektif

Setiap manusia pasti memiliki pendapat dan pandangannya sendiri terhadap sebuah masalah. Nah, dalam Perspektif, Anda bisa mendengarkan ulasan atau pandangan yang berbeda terhadap hal atau topik yang sedang terjadi di Taiwan. Anda juga boleh mengirimkan pendapat Anda ke [email protected]

Info Acara

25 January, 2019
Yunus Hendry

(Taiwan, ROC) --- Pada tahun 2016, Pemerintah Taiwan menghapus UU Ketenagakerjaan Pasal 52 yang dianggap sebagai “Kebijakan yang Menggerogoti PMA”. Dalam pasal 52 tersebut, diatur setiap PMA (Pekerja Migran Asing) sehabis menyelesaikan masa kontrak kerja 3 tahun, diwajibkan untuk keluar dari Taiwan minimal 1 hari. Di tahun yang sama pemerintah Taiwan juga memantapkan diri untuk membantu PMA dalam mengurangi beban biaya agensi dan PMA berhak mengganti majikan dengan bebas. 3 tahun telah berlalu, apakah kebijakan ini efektif diterapkan di lapangan? Meski kini jarang ditemukan adanya penetapan biaya agensi yang tak masuk akal, namun demikian muncul fenomena baru di kalangan PMA, yakni “Uang Job”. PMA yang ingin ganti majikan atau pindah pabrik, biasanya akan dikenakan biaya “Uang Job”, berkisar NT$ 60.000 hingga NT$ 80.000. Ketulusan dan kebijakan dari Pemerintah Taiwan, dipermainkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, membuat fenomena eksploitasi di kalangan PMA terus berjalan. Hanya saja, kali ini memiliki skema atau skenario berbeda.

...more
18 January, 2019
Yunus Hendry

(Taiwan, ROC) --- Pada tahun 2016, Pemerintah Taiwan menghapus UU Ketenagakerjaan Pasal 52 yang dianggap sebagai “Kebijakan yang Menggerogoti PMA”. Dalam pasal 52 tersebut, diatur setiap PMA (Pekerja Migran Asing) sehabis menyelesaikan masa kontrak kerja 3 tahun, diwajibkan untuk keluar dari Taiwan minimal 1 hari. Di tahun yang sama pemerintah Taiwan juga memantapkan diri untuk membantu PMA dalam mengurangi beban biaya agensi dan PMA berhak mengganti majikan dengan bebas. 3 tahun telah berlalu, apakah kebijakan ini efektif diterapkan di lapangan? Meski kini jarang ditemukan adanya penetapan biaya agensi yang tak masuk akal, namun demikian muncul fenomena baru di kalangan PMA, yakni “Uang Job”. PMA yang ingin ganti majikan atau pindah pabrik, biasanya akan dikenakan biaya “Uang Job”, berkisar NT$ 60.000 hingga NT$ 80.000. Ketulusan dan kebijakan dari Pemerintah Taiwan, dipermainkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, membuat fenomena eksploitasi di kalangan PMA terus berjalan. Hanya saja, kali ini memiliki skema atau skenario berbeda.

...more
11 January, 2019
Yunus Hendry

(Taiwan, ROC) --- Kebijakan Baru ke Arah Selatan (NSP) yang tengah dipromosikan oleh pemerintah Taiwan, mendorong para pelaku usaha untuk berani mengembangkan bisnisnya di kawasan tersebut. Namun, dikarenakan kondisi di Taiwan yang kurang mendukung, membuat penggiat Usaha Kecil Menengah (UKM) mengurungkan niatnya. Institusi Penelitian Industri dan Teknologi (ITRI) pada tahun ini berhasil mewawancarai 28 pengusaha yang berhasil mengembangkan bisnisnya di kawasan NSP. ITRI juga merangkum 5 prinsip pokok, guna mencapai keberhasilan di kawasan ini. 5 pokok ini menekankan inovasi di sektor strategi, merek, produk, layanan dan teknologi. 

...more
04 January, 2019
Yunus Hendry

Miliarder Donald Trump dengan slogan kampanye “Buat Amerika Berjaya Kembali” pada tahun 2016 lalu, membuatnya berhasil terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Terlepas dari urusan internal dan polemik kontroversial yang membarengi dirinya, Donald Trump pada Bulan Maret 2018 kembali menyerukan slogan baru, yakni “Tetap Buat Amerika Berjaya”. Dirinya juga dengan lantang mengumumkan akan mengikuti pemilu Presiden berikutnya. Pernyataan ini tentu mengundang berbagai reaksi yang beraneka ragam dari berbagai belahan dunia. Tidak sedikit yang menyatakan kekhawatirannya, jika miliarder tersebut terpilih kembali sebagai orang nomor satu di Negeri Paman Sam.

...more
28 December, 2018
Yunus Hendry

(Taiwan, ROC) --- Emmanuel Macron berhasil dipilih menjadi Presiden Prancis, setelah mengalahkan pesaingnya dalam pemilu tahun lalu, dengan total dukungan suara 66%. Suara yang cukup tinggi ini, menjadikannya sebagai Presiden termuda yang pernah memimpin Prancis. Segudang harapan dari masyarakat Prancis pun disematkan atas dirinya. Namun hari ini, bintang politik Emmanuel Macron tengah menghadapi ujian yang bertubi-tubi. Masalah internal, eksternal, dan “Aksi Rompi Kuning” yang baru-baru ini terjadi, membuat dirinya harus berpikir dan berjuang lebih keras lagi. 

...more
1 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 ... 28

Komentar