:::

Manusia & Teknologi - 2023-01-19

  • 19 January, 2023

Info pekan ini 

~ Terapkan panel surya lipat, Potong biaya energi hingga 20%

Perusahaan panel surya asal Australia yang tengah mengembangkan dan menguji pembangkit listrik tenaga matahari yang dapat di lipat dan mobilitas tinggi telah berhasil menyokong tenaga listrik dalam skala komersil. sejauh ini telah berhasil menyebarkan listrik sebesar 1.1 MW energi matahari perharinya dengan tim instalasi yang hanya berjumlah 10 orang. Tidak hanya susunan panel surya yang dapat di pasang, akan tetapi juga jauh lebih mudah untuk di instalasikan dan di angkut, dengan pemasangan yang tidak permanen maka panel ini dapat mudah di tempatkan di mana saja untuk mendukung tingkat efisiensi apabila di bandingkan dengan panel surya permanen ujar 5B.

Desain yang cukup sederhana membuat desain Maverick besutan 5B yang terdiri dari 40~90 panel surya besar di pabrik manufaktur. dengan di hubungkan dengan engsel yang dapat di lipat agar mudah untuk di alokasikan dan mudah di bawa dengan rapih dan ramping.

Dengan begitu, hanya perlu untuk mengangkut panel surya via Truk ukuran sedang untuk di kirimkan ke lokasi, setibanya di lokasi hanya membutuhkan 1 tim yang terdiri dari 3 orang saja untuk menginstalasikan panel surya sesuai dengan susunan atau pengaturan yang optimal. setelah di pasang, panel surya akan terlihat seperti gelombang air dari kejauhan. Tim instalasi ini dapat menginstalasikan panel di berbagai tempat sebanyak 1 MW perminggu. dengan begitu panel tata surya akan lebih cepat dan lebih murah, tentunya juga akan berpengaruh kepada harga investasi yang jauh lebih murah 20% apabila di bandingkan dengan panel surya konvensional.

Panel Surya konvesional yang memang memiliki beberapa kendala terkait instalasi, dimana dengan biaya pemasangan yang cukup tinggi enggan di pakai oleh publik akibat biaya yang terlampau tinggi. akan tetapi dalam kurun waktu beberapa tahun ini harga panel surya yang sudah menjadi lebih murah menjadi sebuah nilai jual. berdasarkan laporan tahun 2019 oleh International Renewable Energy Agency ( IRENA ) bahwa biaya instalasi akan memakan budget sebesar 25% dari total biaya.

Oleh karena itu, kemampuan panel surya lipat dari perusahaan 5B di rasa dapat menjadi sebuah solusi baru bagi penerapan energi terbarukan. 5b yang jugha telah menerapkan solusi instalasi Maverick di sekitar 10 lokasi di seluruh dunia, dengan total kapasitas pemasangan lebih dari 60 Mega Watt dan pada saat ini juga sedang membangun pusat manufaktur dan perakitan di Amerika Utara.

 

 

~ CES 2023, Badan hukum percaya ETF akan pegang kendali

Pameran Elektronik Konsumen International terbesar di AS telah di gelar di Las Vegas, dengan beberapa besutan baru yang di tunggu oleh para penggemar dan pengamat, antara lain : kendaraan listrik, Metaverse, Web 3.0 dan Fintech menjadi sorotan mata warga. selain itu juga Apple, Microsoft, Google, Amazon, Meta, NVIDIA, Intel, dan AMD juga akan bersiap mempresentasikan besutan barunya dalam pameran ini. dengan jumlah peserta yang telah menembus 3100 anggota pameran teknologi yang terkumpul dari 173 negara di seluruh dunia, dimana produk mereka akan siap di pertunjukkan dengan estimasi pendatang yang berjumlah 100.000 pengunjung yang siap menyambangi kota yang terkenal dengan kasino dan shopping di AS.

Badan hukum percaya bahwa jumlah karyawan baru yang akan di rekruit oleh perusahaan swasta Amerika Serikat mencapai 235.000 pada bulan Desember 2022, dimana angka ini jauh lebih tinggi dari ekspektasi pasar. angka ini di paparkan dengan jumlah warga yang telah menerima tunjangan pengangguran pada awal pekan lalu yang jauh lebih rendah dari ekpektasi pasar. terutama pada pasar saham di sektor teknogi, dimana para ahli cukup optimis bahwa saham di sektor ini akan kembali menjadi tren dunia, dengan begitu dapat merangsang pasar yang sempat tertidur beberapa kurun waktu.

Lin Shu Juan sebagai Manager Umum Cathay Pacific untuk pasar North America Technology ETF menunjukkan bahwa pasar CES tahunan sangat di nantikan oleh industri teknologi, selain menampilkan tren dan peluang bisnis sepanjang tahun dan perangkat yang siap di rilis. dalam kesempatan kali ini Su Zi Feng yang berlaku sebagai CEO AMD ( Advanced Micro Devices ) di undang untuk memberikan sambutan, khususnya dalam peningkatan daya komputasi Chip AI yang di tunggu banyak pihak.

Saat ini, pasar mengharapkan aplikasi Metaverse yang dapat menyentuh angka penggunaan sebanyak 1 miliar orang dalam satu dekade ke depan. Bloomberg memperkirakan bahwa Nilai Output terkait Metaverse akan tumbuh menjadi 2.5 triliun dollar AS pada 2030 mendatang. sementara data IDC menunjukkan bahwa pendapatan kecerdasan AI akan mencapai 432.8 Milliar Dollar AS pada tahun 2022, dimana tahun ini telah di prediksikan akan melebihi 500 milliar US dollar. Lin Shu Juan mengharapkan bahwa saham teknologi yang telah terpengaruh gegara kenaikan suku bunga berkelanjutan semenjak FED yang telah ketuk palu untuk menaikkan suku bunga. dengan mencermati Indikator inflasi yang di khawatirkan akan berdampak pada Indeks Harga PCE inti pada bulan November yang telah naik menjadi 4.7%. dengan harap pada kwartal pertama tahun ini, Federal Reserve akan memiliki peluang untuk menekan angka inflasi tersebut, menurunkan laju kenaikan suku bunga dimana ini akan berdampak positif bagi pemulihan saham di sektor teknologi.

 

~ Sering lupa? Ilmuwan : terlalu mengandalkan ponsel untuk tugas sehari-hari

Orang di jaman sekarang yang semakin menghabiskan banyak waktu di Internet, fakta ini membuat manusia semakin sulit untuk fokus pada satu yang untuk jangka waktu yang lama. dimana otak hanya akan dapat mengingat beberapa hal dalam kurun jangka waktu pendek. para ilmuwan sepakat bahwa smartphone yang senantiasa erat dan intim dengan kehidupan manusia telah mengubah cara kerja otak kita secara drastis. manusia di hadapkan kepada multi-tasking master dan hal ini membuat generasi manusia di jaman ini mengalami penurunan memori dan ingatan kognitif yang signifikan.

Sebuah artikel yang di rilis oleh Jurnal Wolrd Psychiarty oleh para peneliti dari universitas Oxford, Universitas Harvard, Western Australia, Manchester, King’s College London memperingkatkan bahwa peningkatan waktu yang di habiskan di dalam internet bagi manusia akan menyebabkan penurunan kecerdasan secara verbal dan kemampunan kognitif yang terganggu. dimana memori kognitif di jaman sekarang sepenuhnya sudah di serahkan kepada ponsel, otak manusia sudah lama tidak terbiasa untuk mengingat begitu banyak hal, yang berarti kita tidak perlu mengingat begitu banyak hal yang terjadi.

Kurangnya Latihan memori Kognitif, beberapa ilmuwan yang punya spekulasi tersendiri terkait ponsel yang mampu membunuh memori serta kemampuan kognitif. mereka percaya bahwa ponsel membantu manusia untuk mengingat beberapa tugas, dengan begitu otak manusia dapat berfungsi sepenuhnya untuk berfokus dan konsentrasi pada tugas yang di kerjakan pada saat ini. dimana di lain sisi juga banyak yang berpendapat bahwa otak manusia belum berevolusi untuk mengingat hal-hal yang sangat spesifik.

Barbara Sahakian seorang ahli saraf asal Universitas Cambridge membantah bahwa dirinya tidak percaya smartphone akan membebaskan orang untuk berbuat lebih banyak atau lebih produktif, masalahnya adalah kebanyakan orang tidak menggunakan waktu luang dengan baik. dengan dalihnya yang menjabarkan bahwa berapa banyak dari kita yang menggunakan waktu yang di berikan untuk mengisi aplikasi perbankan sembari menulis puisi? dimana waktu tersebut hanya di isi dengan pasif untuk mengkonsumsi omong kosong di Medsos.

Ilmuwan yang mempelajari Neurobiologi memori dan saraf ingatan di McGill University of Montreal mengatakan bahwa hal yang sangat sulit untuk diingat akan melibatkan proses kognitif dan struktrur otak ketika mengandalkan ponsel dalam kurun waktu yang cukup lama. sama halnya ketika terlalu mengandalkan peta untuk bepergian, dimana hal ini dapat mengurangi kepadatan materi abu-abu dalam otak bagian Hippocampus dan perlahan akan merusak memori spasial dalam otak manusia.

Semakin sedikit manusia yang menggunakan sistem memori Episodik atau kognitif fleksibel untuk menangani tugas-tugas kompleks, semakin besar pula peluang untuk terjadinya Demensia.

Studi telah menemukan bahwa professor di universitas lebih kecil kemungkinannya untuk mengidap penyakit Demensia, bukan karena professor lebih pintar dari orang biasa. akan tetapi karena mereka telah terbiasa untuk melakukan tugas-tugas yang sangat menuntut kinerja otak hingga usia tua.

Distraski fokus yang menumpuk akan menganggu memori jangka pendek. penggunaan internet yang berlebihan akan mempengaruhi banyak fungsi otak, dengan isyarat dan informasi yang mendorong otak manusia untuk terganggu tanpa henti di tambah dengan kemampuan berfokus akibat informasi yang di serap belum selesai di terima. hal ini akan berpotensi pada kemampuan kita untuk tetap fokus pada suatu tugas.

Informasi yang berlebihan, Multi-tasking, ditambah budaya lisan yang juga telah menciptakan dunia yang sarat dengan sebuah nuansa dan slogan vulgar. hal ini tentu akan berimpak pada penurunan kecerdasan verbal.

Eksperimen yang sebelumnya di temukan oleh para penguji dimana pesan instan yang tengah di baca di dalam sebuah tugas, maka para pembaca akan sepenuhnya dibuyarkan oleh pemahaman atas apa yang di baca, membaca dengan lancar tapi tidak mengerti apa yang telah di baca. ilmuwan menjabarkan bahwa distraksi ini menghambat kemampuan otak untuk memindahkan ingatan dari penyimpanan jangka pendek ke penyimpanan slot jangka panjang. jika anda terdistraksi selama menjalankan sebuah tugas, misal memiliki keinginan kuat untuk mengangkat telepon, waktu yang di butuhkan untuk menyimpan ingatan tersebut tidak akan berpengaruh kepada memori fisik, kurangnya ingatan jangka panjang akan berpengaruh terhadap wawasan dan kreativitas seseorang. jaman sekarang adalah sebuah jaman yang penuh dengan gangguan defisit perhatian, artinya kita tidak dapat mengingat sesuatu hal dalam kurun waktu yang cukup lama. sebuah penelitian yang di lakukan oleh Catherine Loveday yang menemukan bahwa 80% orang percaya bahwa ingatan mereka lebih buruk ketimbang sebelum terjadinya pandemi, menurunnya daya ingat dan konsentrasi belum tentu berkaitan dengan usia, kesibukan kerja, anak kecil yang bising, bisa jadi sebuah ponsel yang intim dengan kita?

singkatnya perangkat internet di dalam saku kita membuat kita sebagai kelinci percobaan, sebuah generasi dengan memori dan kemampuan kognitif yang merosot.

 

Pantau terus yows. 

Penyiar

Komentar