:::

RTI Radio Taiwan InternationalRTI Radio Taiwan InternationalManusia & Teknologi - 2022-06-23

  • 23 June, 2022

Federal Reserve berjuang melawan Inflasi terburuk dalam kurun waktu 40 tahun, Bank Sentral : “ dukung kenaikan suku bunga dengan kekerasan ”.

 

“ pernah saya katakan kepada Ball, bahwa anda harus mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga menjadi 3% “, ujar John Taylor pada sebuah forum ekonomi pada tanggal 6 mei 2022. “ bukan hanya saya sendiri, banyak para pejabat di Federal Reserve yang menyetujui bahwa Powell harus mempercepat kenaikan suku bunga “.

Ketua Bank Sentral Amerika Serikat Jerome Powell yang sedang berjuang untuk melawan inflasi domestik terburuk selama kurun waktu 40 tahun, dua hari sebelum forum tahunan di gelar, diumumkan bahwa Amerika Serikat telah menaikkan suku bunga terbanyak dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. akan tetapi strategi ini dirasa belum tepat. bahkan menaikkan suku bunga hingga ke dalam 2 digit, kebijakan bank sentral amerika serikat hanya jatuh pada kirasan 0.75% ~ 1%.

Nasihat dari John Taylor kepada Powell nampaknya harus di jalankan agar dapat menurunkan nilai inflasi yang dinilai sudah terlampau tinggi, api ini harus di padamkan. John Taylor adalah seorang professor di Universitas Stanford amerika serikat serta rekan Senior di Hoover Institution, dirinya yang juga sudah di kenal sebagai seorang ahli ekonomi dan valuta asing kelas berat, namun Taylor lebih di kenal oleh publik adalah seorang ahli yang fokus kepada bidang ekonomi dan pasar keuangan. “ Hukum Taylor “ adalah sebuah cetusan regulasi yang di lahirkan untuk mengatasi trend dan tingkat suku bunga pada tahun 1992 kepada regulasi Bank Sentral Amerika serikat.

Sekilas apa itu Hukum Taylor? secara gamblangnya adalah sebuah rumus matematika yang menghitung suku bunga untuk mengendalikan inflasi dan merangsang pertumbuhan ekonomi, dengan mengambil beberapa variabel yang diambil misal tingkat Inflasi dan Produk Domestik Bruto ( PDB ).

Saat ini, kondisi dalam negeri Amerika Serikat sedang dalam gejolak Inflasi yang luar biasa, dimana tekanan Inflasi yang melonjak di level tertingi selama kurun waktu 40 tahun terakhir, jika Bank Sentral mengambil langkah menaikkan suku bunga secara agresif, pengurangan neraca negara, DLL demi untuk menekan Inflasi yang kian memanas. di lain sisi, masih ada rentetan fenomena ekonomi yang akan siap menunggu terkait ekonomi dalam negeri termasuk mata uang yang semakin ketat dan terbatas porsinya. ibarat pesawat jet yang sudah kehilangan mesin pendorong, dan sekarang harus mengandalkan Powell sebagai pilot untuk berhasil medaratkan pesawat ini dengan aman dan selamat hingga menyentuh landasan terbang tanpa 2 mesin jet yang tersedia. ( soft Landing )

Dibutuhkan sedikit keberuntungan!

John Taylor percaya bahwa kondisi inflasi yang terjadi saat ini sudah tidak dapat di pulihkan kembali, dirinya mendukung Bank Sentral amerika untuk mengambil langkah Kenaikan suku bunga dengan kekerasan, apabila hal ini dilakukan dengan langkah yang tegas. tentu saja hal ini tidak dapat manjur dalam kurun waktu yang lama, kenaikan suku bunga dengan tegas dan keras akan mengakibatkan kepanikan di dalam pasar keuangan, apabila tidak di komunikasikan serta sosialiasi yang baik selama proses kekacauan pun tidak tereelakkan.

 

“Soft Landing mungkin dapat di eksekusi, tapi kemungkinan ini sangat kecil”, ujar Martin Wolf yang berlaku sebagai direktur majalah Financial Times.

Apabila Bank Sentral akan menjalankan regulasi kenaikan bunga di percaya ekonomi Amerika Serikat akan menjadi lambat. ditambah lagi dengan pelbagai permasalahan global seperti perang Rusia-Ukraina, Lock-Down beberapa Kota di dataran Tiongkok, berbagai faktor lainnya. pada pertengahan bulai Mei 2022, Kantor Akuntan umum telah mengambil kebijakan untuk merevisi tingkat pertumbuhan ekonomi tahunan, dari nilai perkiraan awal 3 bulan awal dengan nilai 4.42% menjadi 3.91%. prediksi pesimis yang turut menjabarkan bahwa untuk menjaga angka pertumbuhan di atas dari 4% adalah hal yang tidak mungkin. terdapat 3 indikator ekonomi penting yang melemah di masa depat, dengan perlambatan ekonomi seperti ini membuah Liang Guo Yuan dari Yuan Ta Bao Hua institute penelitian ekonomi dalam negeri yang menjabarkan tentang prospek ekonomi Taiwan untuk 6 bulan ke depan “ tidak terlalu optimis “ ujarnya.

dari ketiga indikator penting antara lain : Indikator Kemakmuran, Indeks keyakinan konsumen - CCI, serta indeks managemen pembelian ( PMI ) yang di rilis secara berkala oleh Dewan Pembangunan Nasional Taiwan.

Dirinya menyatakan bahwa indikator utama ini di ambil dari situasi ekonomi secara keseluruhan yang telah menurun akumulatif dalam kurun waktu 6 tahun, dimana semua nilai indikator yang telah menurun membuat dirinya mempertanyakan keoptimisan dari Kantor Akuntan Umum dengan prediksi pertumbuhan ekonomi yang mampu memprediksi di angka 3.91%.

Apakah rencana Soft Landing bagi Amerika Serikat akan berjalan dengan baik? dan apakah metode ini mampu di andalkan sebagai regulasi yang tepat untuk mengontrol laju Inflasi bagi Bank Sentral?

 

Langsung di simak yows. 

Penyiar

Komentar