:::

(Part 2) Inflasi Menghantam Daya Beli Warga Dunia, Apakah Dunia Siap Menghadapi Resesi di Depan Mata?

  • 23 September, 2022
Perspektif
(Part 2) Inflasi Menghantam Daya Beli Warga Dunia, Apakah Dunia Siap Menghadapi Resesi di Depan Mata?

(Taiwan, ROC) --- Untuk kawasan Asia juga mengalami polemik serupa, Jepang misalnya. Pertumbuhan pabrik di Negeri Sakura pada bulan Agustus melambat ke level terendah dalam 19 bulan belakangan. Hal ini diakibatkan jumlah output dan pesanan yang merosot jauh ke titik terendah.

Australia di lain pihak, juga mengalami kemunduran serupa. Indeks manajemen pembelian komposit Australia turun di bawah angka 50.

Inflasi di berbagai belahan dunia juga telah mencapai titik tertinggi dalam beberapa dekade. Hal ini memaksa banyak bank sentral dunia memutuskan untuk menyesuaikan kebijakan moneter mereka, guna menjaga stabilitas harga.

Guna mengendalikan inflasi agar tidak meroket terlampau tinggi, FED telah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 2.25 poin semenjak tahun 2022. Para ekonom Reuters juga memperkirakan bahwa FED akan kembali menaikkan suku bunga mereka pada bulan September ini.

 

Keputusan Bank Sentral Menaikkan Suku Bunga

Namun, terlepas dari kebijakan agresif yang diterapkan, tingkat inflasi diprediksi akan melampaui target FED untuk satu tahun ke depan.

Bank sentral Kanada, Bank of Canada bahkan mengumumkan keputusan mengejutkan, dengan menaikkan suku bunga acuan mereka sebanyak 100 basis poin pada bulan lalu. Tidak sampai di situ, Bank of Canada bahkan menyampaikan pentingnya untuk kembali menaikkan suku bunga pada masa mendatang.

Dalam beberapa tahun belakangan, Bank Sentral Eropa sudah berjuang semaksimal mungkin untuk mempertahankan tingkat inflasi di taraf yang lebih “masuk akal”. Namun, saat ini otoritas setempat harus berpikir ekstra, guna melawan terpaan tingkat inflasi yang meroket.

Pada bulan Juli, Bank Sentral Eropa mulai menaikkan suku bunga di atas perkiraan banyak pihak. Media Reuters mewartakan, Bank Sentral Eropa masih akan melanjutkan kebijakan ketat moneter mereka.

Bank of England adalah salah satu institusi perbankan pertama yang memutuskan untuk menaikkan biaya pinjaman, dan diharapkan dapat terus diperluas pada masa mendatang. Ban of England juga sudah memperingatkan bahwa Negeri Britania Raya akan menghadapi resesi berkepanjangan, di tengah meningkatnya biaya pasokan energi. Bahkan, Bank of England juga sudah memperkirakan tingkat inflasi untuk kawasan Inggris akan mencapai 13% pada bulan Oktober 2022.

Ketua FED, Jerome Powell mengadakan pertemuan tahunan Bank Sentral Dunia di Jackson Hole, Wyoming pada tanggal 25 hingga 27 Agustus 2022, guna mendiskusikan skala kenaikan suku bunga pada masa mendatang.

Para ahli menekankan, bagaimana menaikkan suku bunga dengan tepat, guna menghadang kenaikan inflasi tanpa memicu resesi berlebihan, telah menjadi tantangan ekonomi terbesar saat ini.

Penyiar

Komentar