:::

RTI Radio Taiwan InternationalRTI Radio Taiwan International(Part 1) Terlampau Dini Menilai Perang Ukraina – Rusia Sebagai Aksi Genosida

  • 13 May, 2022
Perspektif
(Part 1) Terlampau Dini Menilai Perang Ukraina – Rusia Sebagai Aksi Genosida

(Taiwan, ROC) --- Invasi yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina telah menyerang warga sipil secara tidak manusiawi. Presiden Amerika Serikat, Joe Biden bahkan langsung menuduh militer Rusia telah melakukan “genosida”.

Perdana Menteri Kanda, Justin Trudeau di lain pihak menanggapi pernyataan Joe Biden, dengan menyampaikan bahwa istilah yang digunakan oleh Presiden Amerika Serikat di atas tepat menggambarkan kekejaman yang terjadi di Ukraina.

Namun demikian, hal tersebut tidak dilakukan dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Ia bahkan sangat hati-hati dan menjauhi penggunaan kata “genosida”

Emmanuel Macron juga memperingatkan bahwa perang retorika tidak akan mengakhiri perselisihan yang kini tengah terjadi. Para pemimpin dunia sudah seharusnya teliti dan mawas diri dengan kata-kata atau pernyataan yang mereka lontarkan.

Namun, apa sebenarnya “genosida” itu sendiri? Bagaimana suatu peristiwa dapat dibuktikan sebagai praktik “genosida”?

 

Definisi Genosida

Invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina terus mendatangkan cerita kelam. Potret berdarah tentara Rusia yang membunuh warga sipil di Ukraina, tentu mengejutkan warga dunia. Bahkan, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menuduh tindakan yang dilancarkan tentara Rusia sebagai praktik genosida.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menggunakan kata “genosida” untuk pertama kalinya dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada tanggal 12 April 2022 lalu. Berikutnya, penggunaan kata Joe Biden tersebut ternyata disambut dan diakui oleh Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson di lain kesempatan menyampaikan, berita pembantaian yang dilakukan tentara Rusia terhadap warga sipil di Kota Bucha, Ukraina, sangat mendekati dengan apa yang disebut sebagai genosida.

Namun, pernyataan berbeda datang dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Dirinya menyampaikan, fakta di lapangan belum diselidiki dan diinvestigasi. Dengan demikian, para pemimpin dunia sudah seharusnya lebih berhati-hati dalam memilih dan menggunakan kata-kata.

Apa sebenarnya arti dari “genosida” sendiri? Genosida adalah kombinasi dari kata Yunani Kuno dan Latin, masing-masing “genos” yang berarti ras atau suku, sedangkan “sida” berarti membunuh.

Dalam sebuah konsep peradilan atau hukum, “genosida” berasal dari sebuah peristiwa peradilan Nuremberg, ketika pengacara berdarah Yahudi – Polandia, Raphael Lemkin menggambarkan bagaimana kekejaman Holocaust tentara Nazi dalam memperlakukan setiap warga keturunan Yahudi.

Kemudian, Konvensi Genosida memberikan definisi khusus, yakni sebuah tindakan yang dimaksudkan untuk menghancurkan kelompok etnis, ras atau agama, baik secara keseluruhan maupun sebagian.

Definisi tersebut menjadi konsensus yang terdapat dalam perjanjian hak asasi manusia yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1948, dengan maksud untuk memperlihatkan komitmen masyarakat dunia untuk mencegah kembali terulangnya kekejaman Perang Dunia II.

Kejahatan yang termasuk dalam “genosida” adalah membunuh anggota dari golongan atau kelompok tertentu, sehingga menyebabkan penderitaan fisik dan mental yang serius, serta dengan sengaja menciptakan suatu mekanisme atau kondisi yang dapat menghancurkan, mencegah reproduksi atau memindahkan keturunan mereka ke kelompok lain.

Penyiar

Komentar