:::

RTI Radio Taiwan InternationalRTI Radio Taiwan InternationalPart 1. Kasus Pembununan di Banyak Kota AS Meningkat Drastis

  • 14 January, 2022
Perspektif
Part 1. Kasus Pembununan di Banyak Kota AS Meningkat Drastis

(Taiwan, ROC) --- Masalah keamanan di kawasan Amerika Serikat diberitakan terus memburuk, terutama semenjak virus korona menyebar luas pada akhir tahun 2019. Jumlah pembunuhan di banyak kota untuk periode tahun 2021, diberitakan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Dan hingga kini, persoalan pelik tersebut belum dapat dituntaskan secara efektif. Banyak ahli beranggapan bahwa semakin banyaknya transaksi memperjualbelikan senjata menjadi faktor utama mengapa angka pembunuhan AS meningkat drastis.

Semenjak virus korona menyebar luas pada akhir tahun 2019, persoalan keamanan di AS juga diberitakan terus memburuk. Media CNN mewartakan, ada lebih dari dua pertiga kota terpadat di Negeri Paman Sam memiliki angka pembunuhan yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Para ahli sepakat bahwa grafik kekerasan di seluruh kawasan AS meningkat disebabkan 3 faktor utama, meliputi dampak penularan COVID-19 yang memukul parah para penduduk setempat dan pekerja di garda terdepan, kemarahan sosial pasca kasus George Floyd yang berujung pada kerusuhan, serta meningkatnya transaksi memperjualbelikan senjata mematikan.

Hantaman COVID-19 Memukul Berat Sistem Komunitas

Media L'Agence France-Presse (AFP) mewartakan, telah terjadi lonjakan kasus pembunuhan di hampir seluruh kawasan Amerika Serikat pada sepanjang tahun ini, baik di tingkat kota metropolitan atau bahkan hingga ke kawasan kecil lainnya. Sedangkan di Washington D.C yang menjadi Ibukota AS, dilaporkan ada sekitar 211 kasus pembunuhan yang terjadi pada tahun ini.

Di samping itu, kota-kota dengan skala lebih kecil/menengah lainnya, seperti Albuquerque, Portland, Oregon, dan Richmond, Virginia, juga mencatat angka pembunuhan yang relatif tinggi.

Kawasan Philadelphia yang dihuni sekitar 1,5 juta penduduk tersebut, mencatat setidaknya 535 kasus pembunuhan untuk sepanjang tahun 2021. Angka tersebut diberitakan menjadi yang tertinggi setelah tahun 1990 silam, bahkan lebih banyak dari dua kota terbesar di AS, sebut saja New York dan Los Angeles.

Dorothy Johnson-Speight, Kepala Organisasi Nirlaba “Mothers in Charge” menyampaikan, “Di Philadelphia, seperti kebanyakan kota besar pada umumnya, kami hidup dalam lingkaran kemiskinan.”

Dorothy Johnson-Speight menambahkan, “Kita berbicara perihal mekanisme pendidikan yang buruk, masalah perumahan atau sumber daya untuk menopang rumah tangga yang membutuhkan. Tingkat kerawanan pangan di kawasan kami juga sangat memprihatinkan.”

Putra Dorothy Johnson-Speight tewas gegara perselisihan tempat parkir. Akibat kematian putranya yang baru menginjak usia 24 tahun tersebut, Dorothy Johnson-Speight pun mendirikan organisasi “Mothers in Charge” pada tahu 2003 silam. Organisasi ini pun berfokus pada seminar manajemen emosi dan memberikan uluran bantuan kepada keluarga korban pembunuhan.

Namun, datangnya wabah pandemi COVID-19, mengganggu aktivitas dari organisasi “Mothers in Charge” selama beberapa bulan. Dorothy Johnson-Speight menyampaikan, dengan ditangguhkannya rutinitas seminar atau bantuan dari “Mothers in Charge”, ternyata telah membangkitkan amarah banyak orang.

“Ketika Anda tidak memiliki tempat untuk melampiaskan amarah Anda, dan Anda tidak tahu bagaimana mengendalikannya. Apalagi Anda tidak dapat memperoleh bantuan semestinya, maka hal ini hanya akan bertambah runyam,” tambah Dorothy Johnson-Speight.

Penyiar

Komentar