:::

RTI Radio Taiwan InternationalRTI Radio Taiwan InternationalPart 2. Metaverse, Model Perekonomian Baru Nan Menjanjikan

  • 31 December, 2021
Perspektif
Part 2. Metaverse, Model Perekonomian Baru Nan Menjanjikan

Baca: Part 1. Metaverse, Model Perekonomian Baru Nan Menjanjikan

(Taiwan, ROC) --- Berbeda dengan AR yang ada saat ini, selain digunakan dalam dunia gaming, Metaverse juga akan mencakup banyak hal, misal hiburan, konser, film, profesi pekerjaan, pendidikan dan masih banyak lagi.

Di samping itu, di tengah pengembangan yang dilancarkan saat ini, akan membuat banyak perusahaan inovasi teknologi baru bermunculan.

 

Mencakup Konten Hiburan dan Konser

Epic Games, perusahaan pengembang game asal AS yang menciptakan "Fortnite", juga telah beberapa kali menggelar konser di dalam permainan mereka. Beberapa penyanyi dunia pernah menyapa para penggemarnya melalui dunia virtual, sebut saja Ariana Grande, DJ. Marshmello atau Travis Scott. Hal ini juga serta-merta membuka peluang bagi Metaverse untuk menggelar konser virtual pada masa mendatang.

Pada bulan April tahun lalu, diprediksi ada sekitar 12,3 juta pemain berkumpul di gaming online Fornite sembari menyaksikan MV (music video) terbaru Travis Scott.

Di lain pihak, Disney juga tengah mengembangkan Metaverse. Bukan tidak mungkin jika karakter Mickey Mouse akan menyapa para penggemar melalui Metaverse. Disney menyampaikan bahwa mereka siap untuk membuat taman wahana Disneyland hadir di dalam Metaverse, sehingga orang-orang dapat merasakan serunya Disneyland, meski berada di dalam rumah.

Laporan Bank of America menuliskan, "Generasi Z akan mempromosikan realisasi Metaverse, serta menambahkan lebih banyak konten ke dunia virtual dan memainkan peran penting dalam industri Metaverse dalam jangka yang panjang".

Kini semakin banyak pelaku usaha platform media yang terlibat dalam produksi 3D, meliputi Disney, Fox Sport Channel, streaming musik, Netflix dan surat kabar New York Times.

Sutradara dari trilogi Lord of The Rings - Peter Jackson baru-baru ini mengumumkan akan menjual perusahaan digital visual efek - Weta Digital mereka ke sebuah perusahaan perangkat lunak Amerika Serikat yang tertarik untuk mengembangkan Metaverse.

Bank of America juga menuliskan, "Menyediakan kursi di barisan terdepan dalam sebuah pertandingan olahraga, konser musik atau pertunjukan busana untuk merasakan pengalaman "tersendiri", tentunya ini akan sangat menyenangkan dan merupakan peluang bisnis yang menjanjikan".

 

Kantor Virtual

Merebaknya pandemi COVID-19 di seluruh kawasan dunia telah memaksa para warga untuk membiasakan diri menjalankan Work From Home "WFH". Pihak facebook juga telah mengumumkan untuk meluncurkan kantor virtual yang diberi nama "Infinite Office"

Melalui "Infinite Office", para warga dapat mengadakan rapat dan semuanya dapat berpartisipasi dengan menggunakan komputer masing-masing di dunia nyata.

Facebook bukan satu-satunya perusahaan dunia yang mengembangkan konsep ini, Melalui perangkat lunak yang digunakan selama masa pandemi, Microsoft akhir-akhir ini aktif membahas aplikasi "Teams" sebagai "Metaverse untuk sektor komersial".

Microsoft menuturkan, melalui ruang virtual yang ada, para pengguna dapat mengadakan rapat, acara atau konferensi penting. Perangkat Lunak "Infinite Office" sangat sesuai bagi pelaku usaha yang menyediakan jasa konsultasi atau pelatihan profesional.

Pakar dari perusahaan audit PricewaterhouseCoopers (PWC) menuturkan, "Teknologi AR telah digunakan dalam program pelatihan di banyak industri. Pelaksanaannya di dunia nyata mungkin memerlukan lebih banyak biaya atau memiliki keterbatasan lainnya. Inovasi AR tentu dapat memberikan alternatif dan jalan keluar."

Penyiar

Komentar