:::

RTI Radio Taiwan InternationalRTI Radio Taiwan InternationalPart 1. Metaverse, Model Perekonomian Baru Nan Menjanjikan

  • 24 December, 2021
Perspektif
Part 1. Metaverse, Model Perekonomian Baru Nan Menjanjikan

(Taiwan, ROC) --- Perusahaan teknologi raksasa seperti Facebook dan Microsoft berlomba-lomba mengembangkan "Metaverse", yakni sebuah dunia digital yang mengintegrasikan ruang dan waktu di alam nyata secara paralel.

Pertanyaannya kini, apa saja yang dibutuhkan untuk membangun dunia Metaverse? Metaverse berbasis AR (Augmented Reality) di komputasi awan (cloud) ini membutuhkan banyak investasi serta memerlukan lebih banyak waktu untuk mengembangkan dan memperluas kerja sama dengan perusahaan di berbagai sektor perindustrian.

Saat ini, fenomena Metaverse juga telah berdampak pada munculnya rantai model perekonomian yang baru. Produk layanan yang disediakan oleh Metaverse mungkin belum dapat dirasakan secara "langsung" pada masa mendatang. Dengan demikian, proses pembangunan Metaverse akan menarik lebih banyak perusahaan yang bergerak di bidang inovasi untuk menanamkan investasi mereka.

Para pakar sepakat bahwa tidak mungkin satu perusahaan memiliki kapasitas yang mumpuni guna membangun dan mengoperasikan dunia virtual Metaverse. Bloomberg Intelligence memprediksi bahwa prospek pasar Metaverse dapat melonjak drastis menjadi US$ 800 miliar pada tahun 2024 mendatang.

Bank of America juga sangat optimis terhadap perkembangan Metaverse di masa mendatang, bahkan mencantumkannya sebagai salah satu dari 14 teknologi yang berkemungkinan besar berdampak pada revolusioner kehidupan manusia.

Laporan yang dirilis oleh Bank of America menyampaikan, "Metaverse terdiri dari dunia virtual yang tidak terhitung jumlahnya dan akan berkaitan antar satu dengan yang lain. Tidak sampai di situ, mereka juga akan terhubung langsung dengan dunia nyata kita".

"Model perekonomian Metaverse akan lebih stabil, meliputi banyak sektor dalam kehidupan manusia, misal hiburan serta sektor industri pasar yang telah lama berkembang, misal finansial, perbankan, ritel, pendidikan, kesehatan atau bahkan hiburan dewasa. Ini semua akan mengalami perubahan".

Salah seorang penemu dari Amerika Serikat - Raymond Kurzweil dengan berani meramalkan bahwa pada tahun 2023 manusia di bumi akan menghabiskan lebih banyak waktu di Metaverse ketimbang di dunia nyata.

Raymond Kurzweil adalah seorang pelopor pengembangan di bidang ilmiah dan teknologi. Kini ia pun menjabat sebagai Kepala Teknisi di Google.

Namun demikian, ini semua sebenarnya bukan konsep pemikiran yang baru muncul. Berbagai game online telah mencoba mengembangkan dunia virtual, meski belum disamaratakan dengan Metaverse, tetapi konsep yang dimiliki hampir mirip dengan Metaverse.

 

Investasi Besar-Besaran

Pakar perusahaan analisis dan investasi Wisdom Tree - Benjamin Dean menyampaikan, Metaverse sendiri bukanlah hal yang baru. Investasi dana atau sumber daya besar-besaran, serta semakin banyaknya orang yang akrab dengan dunia virtual dan kian dapat diterimanya nilai yang tertera dalam aset Metaverse, ini semua baru merupakan fenomena baru."

"Perubahan kian cepat terjadi. Banyak teknologi yang kita kira masih terlalu jauh, kini satu persatu akan segera terealisasikan".

"Di negara-negara industri, kini masyarakatnya sudah lupa bagaimana hidup di zaman tanpa internet. Usia populasi yang kian mudah, menandakan mereka tumbuh besar di era jaringan internet, yang hidup dengan keberadaan ponsel dimana-mana".

Pendiri Facebook - Mark Zuckerberg menuturkan, "Dengan dunia Metaverse, Anda dapat berpindah dengan seketika. Fisik Anda tidak perlu keluar rumah, tetapi Anda dapat mengunjungi konser, menyelesaikan pekerjaan di kantor atau bahkan bertemu dengan kedua orang tua".

Penyiar

Komentar