:::

RTI Radio Taiwan InternationalRTI Radio Taiwan InternationalPart 3. Sosok Wanita Di Balik Tradisi Minum Teh Warga Inggris

  • 19 November, 2021
Perspektif
Part 3. Sosok Wanita Di Balik Tradisi Minum Teh Warga Inggris

(Taiwan, ROC) --- Pesona dan nilai berharga dari porselen juga menjadi daya tarik Catherine untuk menggunakannya sebagai mahar pernikahan. Seperti wanita bangsawan lainnya di Inggris, Catherine pun mulai memanfaatkan porselen sebagai wadah untuk menikmati secangkir teh di sore hari.

Jane Pettigrew menuturkan, “Awalnya minum teh hanya menjadi kebiasaan unik yang ia lakukan di dalam lingkungan kerajaan. Dan lama kelamaan ia pun memadukan dengan tradisi kemewahan dan gaya kelas atas yang terdapat di sekelilingnya. Oleh karena itu, setelah dibawa dari Tiongkok, upacara minum teh tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mewah. Di Inggris, upacara minum teh selalu dikaitkan dengan wanita bangsawan dengan rumah mewah bergelimang harta. Ini adalah peran penting yang dilakoni oleh Catherine, apalagi didukung dengan harga porselen di kala tersebut yang memang selangit. Orang miskin hanya bisa menggunakan tembikar, dan hanya para bangsawan yang mampu membeli barang-barang berharga. Hal ini juga berlaku dalam masyarakat modern saat ini, semakin mahal barang yang Anda konsumsi, maka semakin tinggi status sosial Anda.”

Belakangan, masyarakat kelas bawah pun mulai dapat merasakan nikmatnya secangkir teh. Saat ini, para wisatawan masih dapat merasakan kemewahan aristokrasi melalui layanan minum teh yang disediakan di hotel-hotel mewah di Ibukota London, misalnya Langham Hotel, Ritz London dan Claridge's

Di samping itu, Anda juga dapat menikmati upacara minum teh yang sangat megah di Portugal. Meski tercatat dalam sejarah, tetapi relasi antara minum teh dengan Putri Catherine tidak begitu akrab di telinga warga Portugal.

Sebuah hotel yang terletak di kota kuno Sintra pun mencoba untuk memperkenalkan sejarah Putri Catherine. Manajer pengelola dari Hotel Tivoli Palácio de Seteais Sintra - Mario Custódio pun merancang acara minum teh sore bertemakan Catherine. “Ketika di bangku sekolah, kami tidak paham akan sejarah ini. Awalnya, saya tidak mengerti tentang apapun, layaknya rakyat Portugal pada umumnya.”

Kota kuno Sintra berjarak sekitar 30 menit dari Lisbon. Kota ini dikelilingi lahan vegetasi yang rimbun, menjadikannya sebagai salah satu kota romantis di Eropa yang masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Istana Seteais yang dibangun oleh Konsul Belanda - Daniel Gildemeester pada abad 18, memiliki desain unik dengan dekorasi yang megah. Meski Ratu Catherine tidak pernah menetap di sini, tetapi kemegahan dari Istana Seteais dapat menjadi bukti akan keberadaan kaum aristokrat di Portugal.

Mario Custódio percaya, dengan menghadirkan fragmen sejarah yang kurang dikenal ini, dapat membantu para wisatawan menyelami dan mempelajari segala sesuatu lebih personal.

Penyiar

Komentar