:::

RTI Radio Taiwan InternationalRTI Radio Taiwan InternationalPart 2. Kopi! Minuman Pemersatu Dunia di Tengah Fenomena Perubahan Iklim

  • 10 September, 2021
Perspektif
Part 2. Kopi! Minuman Pemersatu Dunia di Tengah Fenomena Perubahan Iklim

Baca Part 1. Kopi! Minuman Pemersatu Dunia di Tengah Fenomena Perubahan Iklim

(Taiwan, ROC) --- Pakar kopi dari Lembaga Penelitian Brasil Embrapa - Enrique Alves mengutarakan, para penikmat kopi harus bersyukur terhadap keberadaan biji kopi Robusta di tengah fenomena pemanasan global.

Di saat suhu dunia terus mengalami kenaikan, manusia masih dapat menikmati sajian kopi dari Robusta, yang memang memiliki karakteristik lebih kuat terhadap suhu panas, dibandingkan Arabika.

Di tengah semakin meningkatnya daya produktivitas manusia, pengembangan biji kopi Robusta memiliki masa depan yang sangat menjanjikan.

Kedua varietas biji kopi ini memiliki karakteristik yang sangat bertolak belakang. Arabika yang menyumbang hampir 60% pasokan biji kopi dunia, memiliki cita rasa yang lebih manis dan rasa yang bervariasi. Tidak heran jika harga Arabika bisa dua kali lebih mahal dari Robusta.

Robusta dengan cita rasa yang tidak sesempurna Arabika, ternyata mampu memberikan hasil yang lebih prima, mengingat ketahanannya terhadap suhu yang lebih panas. Tidak heran jika Robusta kini menjadi pilihan dari petani kopi Brasil.

Pengusaha kopi di Carlos Santana meyakini jika warga dunia akan lebih menggunakan biji kopi Robusta dalam waktu dekat. Kini semakin banyak pengusaha dunia yang mulai bereksperimen dengan menambahkan lebih banyak Robusta Brasil ke dalam kemasan kopi bubuk atau kopi instan mereka.

 

StenophylaVarietas Kopi Dengan Cita Rasa Layaknya Arabika

Meningkatnya fenomena pemanasan global, serta kekeringan dan cuaca ekstrem yang tidak kondusif, sedikit banyak telah mempengaruhi proses penanaman.

Meski biji kopi Robusta sangat mudah beradaptasi, tetapi sebagian orang masih menyimpan kekhawatiran terhadap fenomena bumi kian panas akan berdampak pada produksi kopi. Harga biji kopi dengan kualitas premium diprediksi akan menjadi sangat mahal di masa mendatang.

Untungnya, para peneliti telah menemukan varietas kopi liar yang pernah punah – Stenophyla, yang mungkin dapat menyelamatkan sektor perindustrian kopi.

Para ahli menyampaikan, tanaman kopi “terlupakan” tersebut dapat tumbuh di lingkungan dengan suhu yang lebih hangat, dan diharapkan dapat membantu minuman kopi melawan perubahan iklim pada masa mendatang.

Stenophyla adalah kopi liar dari Afrika Barat, dengan cita rasa seperti Arabika dan tumbuh di lingkungan yang lebih hangat.

Awalnya varietas kopi ini dianggap telah punah di dekat Pantai Gading, tetapi kembali ditemukan di kawasan Sierra Leone. Aaron Davis yang mengepalai penelitian kopi di Kew Royal Botanic Gardens menyampaikan, awalnya ia tidak menaruh harapan pada varietas kopi liar yang memang tidak memiliki cita rasa senikmat Arabika.

Namun demikian, Stenophyla memiliki cita rasa yang luar biasa dengan kemiripan layaknya Arabika. Penikmat kopi rata-rata tidak bisa membedakan antara keduanya.

Stenophyla mampu tumbuh di lahan yang hangat dengan produksi panen yang menjanjikan. Di tengah fenomena perubahan iklim saat ini, Aaron Davis tentu menaruh harapan tinggi terhadap produksi biji kopi Stenophyla. Aaron Davis bahkan menyematkan sebutan "Holy Grail of Coffee Breeding”.

Penyiar

Komentar