:::

RTI Radio Taiwan InternationalRTI Radio Taiwan InternationalBerlian Terbesar Ketiga Dunia Kembali Ditemukan di Botswana, Afrika.

  • 16 July, 2021
Perspektif
Berlian Terbesar Ketiga Dunia Kembali Ditemukan di Botswana, Afrika.

(Taiwan, ROC) --- Sebuah berlian yang diyakini adalah terbesar ketiga di dunia, ditemukan di Botswana, Afrika.

Berlian dengan berat 1.098 karat ini ditambang oleh perusahaan berlian Debswana dan dalam kurun waktu dua minggu dikirim ke Ibukota Gaborona, untuk diperlihatkan kepada Presiden Mokgweetsi Masisi.

Permata besar ini hanya sedikit lebih ringan dari berlian terbesar kedua dunia, yang juga ditemukan di Botswana pada tahun 2015.

Botswana adalah negara penghasil berlian terbesar untuk kawasan Benua Afrika, yang juga menjadi industri terpenting bagi perekonomian setempat.

Perwakilan Manajer dari perusahaan berlian Debswana, Lynette Armstrong menyampaikan, ini adalah berlian terbesar yang berhasil ditambang oleh perusahaan kami selama lebih dari 50 tahun terakhir.

“Menurut analisis awal kami, ini adalah berlian dengan kualitas permata terbesar ketiga di dunia”.

Debswana adalah perusahaan gabungan antara pemerintah dengan pengusaha berlian raksasa dunia, yakni De Beers. Sekitar 80% dari perolehan penjualan mereka masuk ke dalam perbendaharaan negara Botswana, melalui dividen, royalti dan pajak.

Menteri Pertambangan Botswana, Lefoko Moagi menyampaikan, kecamuk pandemi virus korona telah melemahkan daya penjualan berlian dunia. Penemuan berlian terbesar ketiga tersebut tentu saja mendatangkan angin segar bagi kawasan setempat.

Berlian terbesar di dunia ditemukan di Afrika Selatan pada tahun 1905, yang diberi nama Cullinan memiliki berat 3.106 karat. Sedangkan berlian terbesar kedua di dunia “Lesedi La Rona” ditemukan di Bostwana pada tahun 2015, dengan berat mencapai 1.109 karat.

Pada tahun 2017, berlian “Lesedi La Rona” berhasil terjual dengan harga yang fantastis, yakni mencapai US$ 53 juta.

Berlian terbesar ketiga yang juga ditemukan di Botswana belum ditentukan nama dan tafsiran harganya.

Lynette Armstrong menambahkan, pihaknya juga belum memutuskan pihak siapa yang akan melelang berlian tersebut, apakah perusahaan berlian global “De Beers” atau Okavango Diamond Company yang berada di bawah naungan pemerintah Botswana.

Penyiar

Komentar