Penolakan H&M Terhadap Kapas Xinjiang Berbuntut Panjang

  • 02 April, 2021
Penolakan H&M Terhadap Kapas Xinjiang Berbuntut Panjang

(Taiwan, ROC) --- Pernyataan menolak menggunakan kapas Xinjiang dari merek pakaian asal Swedia, H&M, baru-baru ini memicu gelombang boikot dari warga RRT (Republik Rakyat Tiongkok). 

Melalui aplikasinya, media resmi RRT – Harian Rakyat Tiongkok menerbitkan sebuah artikel pada tanggal 25 Maret 2021, yang menuliskan bahwa H&M di satu pihak mendapat keuntungan dari pasar RRT, tetapi di lain pihak merusak reputasi RRT.

H&M dianggap telah sengaja merusak reputasi Negeri Tirai Bambu, dengan mengeluarkan pernyataan yang menolak menggunakan kapas produksi Xinjiang. Artikel yang dirilis oleh Harian Rakyat Tiongkok tersebut pun menyulut kemarahan warga setempat. Bahkan netizen RRT mengeluarkan kecaman yang mengutuk perusahaan asal Swedia tersebut.

Kolom Harian Rakyat Tiongkok juga menyebutkan, sebagai perusahaan pakaian dengan skala internasional, H&M telah mengabaikan banyak fakta yang mendasar, meliputi kenyataan yang terjadi sebenarnya, suara warga Xinjiang dan perasaan masyarakat RRT. H&M terkesan “ikut-ikutan” dengan tren anti-Tionghoa yang kini kian meresahkan.

Akun resmi milik “Liga Pemuda Komunis Tiongkok” di media Weibo membalas pernyataan H&M dengan menuliskan, “Sembari menebarkan desas-desus penolakan terhadap kapas Xinjiang, H&M masih ingin mendapatkan keuntungan dari pasar RRT? Jangan mimpi terlampau jauh!”

Di samping itu, akun tersebut juga kembali menerbitkan postingan yang menuliskan, ”Kapas produksi Xinjiang tidak akan termakan dengan desas-desus seperti ini”.

 

Meraup Keuntungan Kemudian Mendiskreditkan

Keuntungan yang berhasil diraup oleh perusahaan H&M di RRT bukanlah perkara satu atau dua hari. “Jika Anda benar-benar menghormati warga RRT, maka Anda tidak akan menikam kami dengan pisau begitu tajamnya. Jika Anda benar-benar ingin berkomitmen untuk meletakkan investasi dalam jangka panjang, maka Anda tidak akan bertindak dengan sangat gegabah.”

Aksi H&M tersebut juga dianggap memiliki muatan politik dan tidak berdasar akan fakta yang ada di lapangan, yang hanya akan merugikan mereka sendiri.

RRT memiliki pangsa pasar yang sangat besar, seluruh warga dunia dipersilakan untuk datang dan berbisnis di sana. Masyarakat RRT tentu tidak akan menerima jika martabat dan nama baik mereka dilukai.

Di akhir artikel, tertulis “Kapas Xinjiang tidak dapat ditumpahkan dengan air kotor seperti demikian dan RRT tidak dapat didiskreditkan. Siapa pun yang memperoleh keuntungan dari pasar RRT sembari mencemooh, maka ialah pihak yang paling dirugikan.”

Selain itu, akun H&M di media Weibo juga diserbu oleh puluhan ribu netizen RRT yang meminta mereka untuk segera hengkang dari pasar RRT. Salah seorang netizen RRT menuliskan, “Simpan saja untuk diri sendiri. Selamat bagi Anda, karena tidak akan bisa menjual pakaian Anda kembali”. Postingan yang ditulis oleh warganet tersebut pun dibanjiri dukungan dari netizen lainnya.

Aktor RRT yang juga menjadi brand ambassador dari merek pakaian dunia, Huang Xuan (黃軒) merilis pernyataan bahwa dirinya tidak terlibat kerja sama apa pun dengan pihak H&M. Bersama dengan timnya, Huang Xuan menyatakan dengan tegas, bahwa mereka menentang dengan tegas segala bentuk upaya mendiskreditkan negara dan manusia.

Huang Xuan sebelumnya sempat menjadi duta ambassador bagi merek pakaian H&M di RRT. 

 

H&M: Tidak Ada Unsur Politik

Setelah suara untuk memboikot pecah, pihak H&M pun akhirnya merilis pernyataan resminya melalui akun Weibo. H&M menyatakan, pihaknya akan selalu mematuhi prinsip keterbukaan dan transparansi dalam mengelola rantai pasokan global. Mereka juga akan memastikan bahwa pemasok di seluruh dunia akan mematuhi standar komitmen berkelanjutan, seperti OECD Guidelines for Responsible Business Conduct, serta menekankan bahwa mereka tidak memiliki muatan politik apa pun.

Dalam pernyataan tersebut, H&M juga menyatakan bahwa mereka membeli produk kapas dari pihak ketiga, melalui organisasi yang mendapat sertifikasi global. Hal ini dilakukan, guna memberikan dukungan bagi para petani kapas dunia, untuk mengadopsi metode penanaman kapas berkelanjutan.

H&M juga membantah, jika pihaknya membeli langsung produk kapas dari salah satu pemasok.

Di akhir pernyataannya, H&M menekankan pihaknya akan selalu menghormati seluruh konsumen RRT dan berkomitmen untuk menanamkan investasi mereka dalam jangka panjang di Negeri Tirai Bambu. Hingga saat ini, H&M telah menjalin kerja sama dengan 350 produsen RRT, guna memasok produk pakaian bagi konsumen global maupun RRT.

 

Penyiar

Komentar