:::

Dua Sisi - 2023-01-04

  • 04 January, 2023

Ketika lagu anak kecil jadi perkara dewasa ( Part 1 ) 

Lagu bocah dengan catatan sejarah sepanjang 100 tahun kini harus di hadapkan dengan legalitas serta perang kepemilikan yang tak kunjung usai, pertama kali di rilis oleh sebuah merek asal Korea Selatan yang bernama Pinkfong, siapa sangka sensasi serta antusias netizen yang luar biasa viral, lebih dari 2 billiun jumlah tontonan di laman resmi youtube milik akun penggungah serta keluarga.

Sebetulnya Baby Shark itu punya siapa sih, apa dalih ketika 2 perusahaan tarik dan ulur terkait kepemilikan lagu ini, yuk kita bedah dan kita kupas.

Di lansir dari WIKI terkait lagu Baby Shark adalah sebuah lagu anak-anak tentang keluarga Hiu, telah lama di kenal sebagai lagu api unggun dan lagu yang telah di populerisasikan via Medsoso, video daring, dan radio semenjak tahun 2016.

Baby Shark berasal dari lagu-lagu yang sering di nyanyikan pada saat acara perkemahan atau nyanyian yang kerap di nyanyikan oleh para pecinta aktivitas alam. Beberapa sumber yang mengutip bahwa ini adalah sebuah nyanyian tradisi pada awal abad ke 20, beberapa pihak lainnya juga terinspirasi oleh Film Jaws, dimana dalam lagu tersebut terdapat beberapa karakter dalam anggota keluarga hiu, ketika anggota keluarga tersebut di panggil namanya dan di perkenalkan maka mereka harus memeragakan mulut hiu dengan tarian yang berbeda.

Di lain sisi terkait hak cipta dari tersebut atas rekaman yang telah di rilis memiliki beberapa pendafataran merek yang berbeda, adapun versi dan rilisan antar perusahaan yang berbeda dengan bentuk produk yang berbeda pula.

Menurut The New York Times yang menyatakan bahwa lagu ini beserta dengan karakter serta lirik adalah sepenuhnya milik publik ( Public Domain ).

Apabila anda adalah seorang orang tua yang memiliki anak kecil dengan kisaran umur dari 5-7 tahun pasti akan mengenal lagu ini, dimana lagu ini kerap di putar bahkan beberapa puluh kali dalam 1 harinya, dari mulai bangun tidur di pagi hari hingga menjelang waktu istirohat di malam hari. Sebuah hal yang tentunya tidak mudah bagi para orang tua untuk mendengarkan lagu Baby Shark selama beberapa kali dalam kurun waktu 1 hari. Lagunya upbeat, ada sedikit warna K-Pop yang memperkenalkan anggota keluarga satwa laut, ada ibu dan ayah hiu dengan lirik yang cukup cacthy dan mudah untuk di nyanyikan.

Lebih dari 2 billiun populasi di dunia pernah mendengarkan lagu ini, ataupun beberapa negara di dunia dengan catatan streaming terkait lagu Baby Shark terbanyak, di tambah dengan #babysharkchallenge. Hanya butuh beberapa waktu saja untuk membuat lagu ini menjadi lagu yang paling banyak di tonton dan masuk ke dalam 10 besar video teratas Youtube.

Penasaran lagu apa sih yang masuk ke dalam 10 Besar Youtube Videos, antara lain :

~Baby Shark

~ Despacito

~Johny Johny Yes Papa

~Shape of you

~ See you again - Whiz Khalifa

~Bath Song - Cocomelon

DLL

Baby shark yang ada pada saat ini terdapat 3 versi yang berbeda dari perusahaan rilis yang berbeda, dimana versi yang paling banyak di tonton adalah versi dari PinkFong - sebuah wadah edukasi yang di miliki oleh perusahaan hiburan asal Korea Selatan yang bernama Smart Study. Dengan rilisan nama resminya adalah Sang-eo Gajok yang berarti adalah Shark Family atau keluarga Hiu tanpa aktor anak kecil yang di rilis pada tanggal 26 November 2015.

Video yang paling viral adalah sebuah lagu yang berjudul “Baby Shark Dance”, terunggah pada tanggal 17 Juni 2016 dan mulai viral pada tahun berikutnya. Setelah 4 tahun di unggah, siapa sangka video tersebut menjadi sebuah lagu yang paling banyak di tonton di laman Youtube, bahkan melebihi lagu Despacito yang di tulis oleh Luis Fonsi.

 

Lalu apa yang terjadi sih? Mengapa banyak sekali perseteruan terkait lagu ini, mari kita kupas beberapa kontroversi tentang lagu anak-anak yang satu ini.

Pada Bulan Mei 2018, Partai Kemerdekaan Korea yang mulai menggunakan lagu Baby Shark dalam pelbagai kampanye untuk calon Rakyatnya, bahkan pernah juga di usut oleh pihak yang berwajib terkait penggunaan lagu ini dengan alasan pengguna tidak memiliki hak cipta untuk lagu yang di pakai. Partai Liberty Korea Party telah menghubungi penghibur anak-anak asal Amerika Serikat yang bernama Johnny Wright atau yang lebih kerap di panggil sebagai Johnny Only untuk meminta informasi terkait ijin dan hak cipta, dimana dalam lagunya yang mirip dengan rilisan lainnya yang pernah di rilis pada tahun 2011.

Akan tetapi versi Baby Shark yang di miliki oleh Johnny Only adalah rilisan lagu yang sudah berumur 20 tahun, dimana dalam versi ini adalah versi yang fokus kepada keluarga dari karakter utama. Seiring berjalannya waktu hingga pada tahun 2022, tidak ada satu pihak pun baik SmartStudy atau Johnny Only yang berhasil untuk memperkuat posisi mereka dalam hak cipta terkait lagu Baby Shark.

Rilisan Smartstudy yang terkenal tersebut nampaknya tidak di temukan solusi terkait kepemilikan hak cipta antar 2 rilisan yang berbeda, di tambah setelah keputusan dari Pengadilan Korea Selatan yang menjabarkan bahwa lagu yang berhubungan dengan tradisi yang di turunkan secara turun-temurun tidak dapat di tentukan kepemilikannya.

Tapi ada seberapa miripkah antar kedua rilisan lagu antar Johnny Only dengan PinkFong, sebetulnya di bedah secara musikalitas, kedua lagu memiliki format yang hampir mirip, ditambah dengan tangga nada lagu yang di gunakan, dengan tangga nada dasar yang sama, tempo yang sama, berikut juga dengan ritem dan melody yang hampir mirip.

Tapi apa daya, ketika sebuah lagu yang di telaah adalah sebuah lagu tradisional, maka duduk perkara dari kasus ini tidak dapat di cari jalan keluarnya. Yang ada hanyalah lagu ini tidak dapat di klaim untuk di jadikan hak milik perseorangan, meskipun lagu ini telah di nyanyikan secara turun temurun dari awal abad 20. Terlebih pada komunitas kamping ataupun para pecinta alam. Meskipun Smartstudy dalam hal ini merasa dan dapat meyakinkan dengan perbagai dokumen pelengkap yang menyatakan bahwa lagu Baby Shark adalah 100% milik mereka, hasil produksi, produser, dan publisher sepenuhnya di rilis oleh SmartStudy dari awal hingga sampai di rilis ke publik ujar When Hyun sebagai Manager umum dari SmartStudy.

Menjadi agenda politik kah lagu ini?

Johnny Only yang semula hanya berfikir bahwa lagu Baby Shark adalah sebuah lagu tradisional, lagu ini masuk ke dalam kategori domain publik, artinya seluruh hasil produk kreatif yang tidak memiliki Property Right dan tidak dapat di ajukan klaim hak ciptanya. Artinya semua orang dapat dengan mudah menggunakannya tanpa masalah.

Hingga suatu ketika ada sebuah partai di Korea Selatan ( Liberty Korea Party ) sebuah partai politik sayap kanan asal Korsel yang ingin menggunakan lagu Baby Shark untuk mempromosikan kandidat mereka dalam acara kampanye di tahun 2018.

 

Pantau terus yows. 

Penyiar

Komentar