:::

Dua Sisi - 2022-11-02

  • 02 November, 2022

Uber terancam, terlengser oleh waktu atau regulasi?

Layanan penyedia jasa akomodasi terbesar skala global harus mengangkat kaki dari berbagai negara di dunia gegara persaingan ketat antar platform lainnya, lapangan pekerjaan bagi ribuan orang yang terbagi dalam berbagai sektor administratif terancam harus di tutup, akibat pandemi serta regulasi di setiap negara yang memaksa Uber harus mengambil langkah yang cukup signifikan dalam menutup bisnisnya di berbagai tempat. Ditambah lagi dengan kondisi keuangan dan saham Uber yang sempat jatuh sebanyak 2/3 dari hasil total penjualan saham, dari hal ini dapat kita simpulkan bahwa Uber harus bersiap untuk tutup pintu.

Sebetulnya apa yang terjadi? Nama besar seperti Uber ini ternyata harus di hadapkan dengan penjualan saham yang semakin menurun dari tahun ke tahun, mari kita bahas dan kita kupas perihal sisi yang berbeda dalam dunia Uber.

~ Model Bisinis yang sangat cerdas.

Dari awal pembuatan Uber, konsep sebagai penengah antara pengemudi serta penumpang adalah sebuah konsep yang sangat pintar, dimana para pengguna jasa dibantu dengan sebuah aplikasi yang dapat dengan cepat mencari pengemudi Uber terdekat yang di bantu dengan koneksi Internet, perjalanan di tuju oleh pengguna jasa selesai, maka pembayaran akan terbayarkan kepada pengemudi via aplikasi sesuai dengan harga yang sudah di tentukan. Tidak ada kontak pembayaran langsung antar pengguna dan penyedia jasa. Dimana antar ke dua pihak dapat saling memberikan rating nilai dari pengalaman transaksi yang terjadi. Bisnis model seperti inilah yang sangat revolusioner dalam sektor dunia per-taxi-an.

Pengguna jasa juga sangat di mudahkan dengan adanya koneksi internet tanpa harus menyetop taxi yang ada di sekitaran kota, tanpa harus menunggu kapan datangnya taxi yang siap menjemput, Uber menawarkan kepastian dengan tampilan informasi yang jauh lebih efisien dan cepat.

Apabila di bedah secara aplikasi, Uber adalah sebuah sistem yang sangat mutakhir, dengan tujuan untuk bisnis komersil yang dapat meraup keuntungan sebanyak-banyaknya, sebuah strategi yang sangat pintar dari segi penyedia jasa. Dimana bagi Uber setiap supir pengemudi di posisikan sebagai kontraktor independen yang tidak terikat dalam sebuah kontrak pekerjaan ( Perjanjian Kontrak ), dalam dunia barat, supir Uber di sebut sebagai 1099 Worker, yang artinya supir Uber akan lebih flexibel secara jam kerja tanpa harus terpatok dengan standar penugasan yang di tentukan.

Dengan begitu Uber tidak harus membayarkan bermacam-macam pengeluaran untuk karyawan jenis tetap pada umumnya kepada kontraktor independen, misal seperti : upah minimum, biaya pengobatan, biaya perawatan kendaraan, asuransi keselamatan, biaya pengeluaran administratif, akomodasi karyawan, DLL.

Uber juga tidak perlu menginvestasikan biaya perawatan kendaraan seperti ban mobil dan oli mesin sebagai perawatan rutin, terlebih di tambah dengan biaya bahan bakar kendaraan pada saat pemakaian. Semua ini akan di bebankan kepada pengemudi Uber. Bagi Uber sendiri ini adalah sebuah langkah revolusioner karena hanya akan berpatok pada ikatan antara perusahaan serta supir Uber yang hanya terjalin dalam sebuah aplikasi.

Tidak seperti perusahaan penyedia jasa layanan transportasi lainnya yang masih harus bergantung kepada timbal balik antara pemilik perusahaan dengan pekerja, yang umumnya adalah pemilik harus bertanggung jawab menyediakan sarana serta prasarana terbaik dan kompeten bagi seluruh kapital yang di miliki oleh perusahaan tersebut, termasuk juga mobil, asuransi, biaya bahan bakar, DLL.

Dari semua langkah revolusioner yang di miliki uber, banyak ide cemerlang dari UBER itu di pandang sebagai hal yang ilegal. Dikarenakan tidak sesuai dengan regulasi transportasi umum di suatu negara, tentunya regulasi angkutan umum di setiap negara tentu akan berbeda, maka dari itu uber menjadi sebuah aplikasi yang di minati oleh warga secara diam-diam. dengan harga murah, aplikasi yang nyentrik, mobil-mobil yang tentunya akan jauh lebih mewah di bandingkan taxi konvensional, DLL

Terhitung dari tahun 2014, UBER selalu mengepakkan sayapnya di seluruh dunia, tapi tidak sedikit juga investasi yang mereka keluarkan demi monopoli market applikasi angkutan umum yang berbasis internet. Saingannya di seluruh dunia termasuk Curb, Ola, Lyft, Gojek, DLL

Travis Kalanick adalah seorang founder Uber asal san-fransisco Amerika Serikat yang menginvestasikan seluruh kapitalnya kepada pengembangan applikasi Uber demi mendapatkan margin yang tertinggi dari dominasi pasar, tapi kenapa pasalnya uber begitu banyak di tinggalkan di luar ASIA?

Terlalu banyak promosi terobosan. Apabila di bandingkan dengan taxi konvensional, setiap trip dan transaksi dari UBER adalah sesuatu yang sangat murah di luar dari kepala, awa UBER berdiri dengan tawaran harga yang sangat miring membuat semua penumpang enggan dan riskan untuk mencoba hal ini, bisa di bilang 1/2 harga dari taxi biasa, di tambah lagi dengan konsep GRATIS untuk penumpang pertama, dimana para pengguna aplikasi UBER perdana akan mendapatkan perjalanan secara cuma-cuma, tidak hanya itu saja, masih ada pula Bonus Referal. Yaitu dengan hanya merekomendasikan aplikasi UBER kepada teman terdekat, dengan semakin banyak teman-teman yang telah berhasil menjadi pelanggan perdana makan semakin banyak bonus yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan transaksi gratis dari UBER.

Seperti yang sudah di ungkit di atas, bahwa tidak sedikit peraturan/regulasi dari kementrian perhubungan setiap negara yang bertentangan dengan UBER, antara lain apakah akan masuk kedalam regulasi perusahaan rental mobil lokal? Ataupun sebagai penyedia jasa yang akan masuk kedalam sektor industri tranportasi lokal.

Hampir di seluruh dunia UBER tidak dapat di akses, termasuk juga di amerika dan negara-negara lain di eropa, begitupun Indonesia. Tapi mengapa UBER masih berada di Taiwan? Uber di Taiwan pernah di denda dengan nominal yang sangat eksotis, tapi tetap tidak hengkang. Kita kupas yuk.

 

~ Dengan Denda 830 Juta NT, mengapa UBER tidak minggat dari Taiwan?

Dilansir dari Commonwealth Magazine Taiwan, yang menjabarkan bahwa “ di bawah bimbingan dari kementrian Perhubungan, Uber menemukan cara terbaik untuk bekerjasama dengan perusahaan rental lokal demi meluncurkan aplikasi uber lagi, ujar Mike Brown manager umum UBER asia. Langkah ini di ambil agar dapat beradaptasi dengan peraturan setempat.

Dimana berdasarkan dari regulasi Taiwan dari pertama kali UBER masuk ke Taiwan di bulan juli tahun 2013, dimana UBER terdaftar hanyalah sebagai industri layanan informasi, bukan industri transportasi mobil, namun setelah bertahun-tahun uber telah melakukan layanan transportasi penumpang ilegal dengan mengatasnamakan platform online. Dan di temukan secara ilegal dari berbagai laporan yang di tujukan kepada kementrian Perhubungan, dengan tidak membayar premi dan pajak yang menjadi dasar acuan dari sektor industri taksi konvensional yang bersikeras untuk menendang UBER keluar dari Taiwan. Kontroversi ini terus berlanjut dan memanas.

Pada Januari tahun ini, amandemen Undang-Undang Jalan Raya disahkan, dan Uber didenda 831 juta yuan; pada 10 Februari, Uber mengumumkan penangguhan semua layanan di Taiwan. Setelah itu, serangkaian adegan pahit dipentaskan: kampanye penandatanganan bersama diluncurkan, banyak uang dihabiskan untuk iklan, Serikat Pengemudi Uber Taiwan mengajukan petisi kepada Kementerian Transportasi, dan bahkan menulis kepada Presiden Tsai Ing-wen, secara langsung mengkritik Pemerintah Taiwan untuk "tidak merangkul inovasi", dan Kementerian Perhubungan bahkan menyebut "'inovasi'. Itu tidak dapat digunakan sebagai alasan untuk menghindari keputusan pemerintah."

 

~ UBER tidak menyerah dengan pasar Taiwan?

Di lansir dari The World, “ Taiwan adalah pasar ke 2 Uber di Asia, Taiwan sangat menerima teknologi, dengan 80% populasi yang menggunakan ponsel dan mengakses internet, yang merupakan lingkungan yang sangat matang. Apalagi pemerintah dan masyarakat sangat terbuka terhadap inovasi dalam beberapa tahun terakhir perkembangan seluruh usaha baru juga di hargai. Volume lalu lintas taiwan yang menempati peringkat yang sangat tinggi di dunia, dan pasar Taiwan sebetulnya adalah pasar yang sangat besar ujar federasi serikat pekerja Taksi nasional Taiwan, Taiwan memiliki lingkungan konsumen yang khusus, meskipun ada banyak tawaran serta kenyamanan transportasi alternatif lainnya, namun permintaan untuk taksi menjadi pilihan masyarakat, selain itu juga taksi kosong tanpa penumpang menjadi hal yang sangat jarang.

Menurut statistik dari kementrian perhubungan pada tahun 2015 tinggkat taksi kosong penumpang adalah 33%, dengan penyelesaian trip mobil kosong dengan prosentase sebesar 30.4%. Dengan angka ini, artiya pangsa pasar taiwan masih terus berkembang.

 

pantau terus yows. 

Penyiar

Komentar