:::

Dua Sisi - 2022-10-05

  • 05 October, 2022

Mengapa Artis Kpop ngga punya Tatoo? ( Part 2 )

Korea, sebuah negara yang bisa di bilang sebagai patokan dalam dunia hiburan dan sub-kultur trend terdepan. tidak sedikit dari hiburan di layar kaca yang selalu di penuhi dengan rilisan Film, Dokumentasi, Seri, lagu, single, DLL terbaru yang siap untuk menghibur netizen di jaman sekarang. setiap negara punya regulasi dan budaya yang sesuai dengan kultur dan perspektif mayoritas warganya sendiri, bagi yang sudah pernah pergi ke Korea akan merasakan bahwa kultur budaya ini sangatlah berbeda. Tato di Korea adalah sebuah hal yang tabu, bahkan kegiatan menusukkan jarum diatas permukaan kulit manusia demi sebuah identitas ataupun tujuan rekreasi adalah sebuah hal yang ilegal di mata hukum.

Persepsi warga dan regulasi terkait tato sangatlah ketat, dimana hal ini masih sesuatu yang dirasa berada di ambang daerah abu-abu atau ambigu.

Tato di Korea di anggap sebagai sebuah praktek medis yang harus di kerjakan sesuai dengan prosedur medis di Korea Selatan, akan tetapi ketika kita akan pergi ke sebuah studio tato di Korea dan menunggu untuk waktu pengerjaan hingga tato yang kita idamkan selesai ternyata tidak ilegal sama sekali. maka dari itu semua penato dengan skala komersil harus mendapatkan lisensi serta sertifikat dengan tajuk profesional medis untuk mempraktekkan tato kepada publik. sesuai dengan RUU Korsel, tato-mentato masuk kedalam Medical Service Act Undang-undang Korsel.

Di lansir dari KoreaByMe, bahwa majoritas studio tato yang beroperasi masuk kedalam kategori non-Medis dan hanya beroperasi di bawah radar pemerintah. penolakan tato non-Medis ini menjadi sesuatu yang sangat kontradiktif, bisa di bilang berawal dari stigma turun-temurun dari jaman baheula seputar apa itu tato, di lain sisi juga ada yang beranggapan bahwa tato non-Medis seharusnya di regulasi dan wajib di evaluasi dengan alasan faktor kesehatan.

Seperti layaknya negara-negara di asia lainnya seperti Indonesia, Jepang, Taiwan, Hongkong, Vietnam, DLL yang memiliki persepsi bahwa tato memiliki konotasi negatif yang bermula dari sebuah fakta sejarah yang membuktikan bahwa tato adalah sebuah bagian yang tidak terlepas dari kegiatan kriminil. jaman sudah semakin maju, generasi baru pun bermunculan dimana hingga pada saat ini persepsi terkait sejarah tato dan sisi gelap tato di masa lalu sudah mulai menghilang di kalangan Misal : Gen Y (1980-1994 ), Gen Z (1995-2009 ), dan bahkan Gen Alpha ( 2010-2024 ) yang sudah mulai pudar, bahkan tidak sedikit anak-anak muda di kalangan Gen Z yang sudah memulai untuk mengadopsi kultur tato dalam kehidupan sehari-hari. .

Hingga saat ini hukum terkait tato di Korsel masih tetap sama, begitupun dengan stigmanya di kalangan masyarakat. bagi beberapa publik figur dan artis yang kerap muncul di layar kaca televisi yang sudah atau akan berniat untuk membuat tato maka akan menutupi tato mereka dengan berbagai cara, selotip, dandan, baju, sarung tangan, dll.

langsung di simak yows. 

Penyiar

Komentar