close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kerja Sama Taiwan – AS di Sektor Penelitian Sains dan Teknologi, Misi Mengurangi Angka Kematian Pasien Kanker Sebanyak 50%

  • 26 May, 2023
Kedai RTISI
Kerja Sama Taiwan – AS di Sektor Penelitian Sains dan Teknologi, Misi Mengurangi Angka Kematian Pasien Kanker Sebanyak 50%

(Taiwan, ROC) --- Pertemuan perdana membahas Kerja Sama Sains dan Teknologi (STC) antara Taiwan dengan Amerika Serikat sukses digelar pada Kamis kemarin (25/5). Kedua belah pihak berhasil mencapai beberapa kesepakatan. Salah satunya adalah di sektor penelitian kanker.

Kerja sama bersangkutan menargetkan, dalam kurun 25 tahun mendatang, maka jumlah kematian akibat kanker akan berkurang sebesar 50%.

Dialog Kerja Sama Sains dan Teknologi (STC) Taiwan – Amerika Serikat digelar semenjak tanggal 18 Mei hingga 25 Mei 2023. Ini adalah dialog pertama yang dihelat, setelah kedua belah pihak menandatangani Perjanjian Kerja Sama Sains dan Teknologi Taiwan – AS (STA) pada bulan Desember tahun 2020 silam.

Ini juga menjadi dialog kebijakan tingkat tinggi pertama yang dilakukan di sektor teknologi.

Pihak Taiwan diwakili oleh Kepala Dewan Sains dan Teknologi Nasional (NSTC), Wu Tsung-tsong (吳政忠), sedangkan pihak Amerika Serikat diwakili oleh Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS, Jason Donovan.

Sebelumnya, NSTC telah menggelar seminar sebanyak 7 kali membahas semua kemungkinan dan pencapaian yang akan dilakukan.

Wu Tsung-tsong menuturkan, ini adalah pertama kalinya bagi Departemen Luar Negeri AS memimpin anggota mereka untuk datang ke Taiwan, membahas kerja sama di sektor penelitian ilmiah.

Ini juga menjadi bukti penting bahwa kerja sama antara Taiwan dengan AS tetapi terjalin erat dan kukuh.

Wu Tsung-tsong mengatakan, “Banyak pejabat mengatakan kepada saya bahwa mereka telah menandatangani banyak proyek, tetapi mereka belum pernah ke sini. Setelah kunjungan ini, salah satu wakil kepala menyampaikan, ia akan menyampaikan kepada kepala mereka untuk harus datang ke sini.”

Yang patut menjadi perhatian bersama adalah, kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan penelitian yang diharapkan bias mengurangi angka kematian 50% kepada pasien kanker paru-paru, payudara, kanker hati, kanker saluran cerna dan kanker kerongkongan.

Wakil Presiden Academia Sinica, Tang Tang (唐堂) mengatakan, “Dengan kata lain, berdasarkan data statistik yang ada, tingkat kematian akibat kanker di Taiwan saat ini berkisar 50.000 orang setiap tahun. Dan selama 25 tahun mendatang, diharapkan dapat berkurang menjadi 25.000 orang.”

Wu Tsung-tsong melanjutkan, melalui pertemuan ini, kedua belah pihak membahas isu-isu tentang penelitian ilmiah dengan menilik perspektif dari masing-masing negara secara menyeluruh. Di samping itu, Taiwan dengan AS juga membahas arah dan tujuan kerja sama kedua negara untuk masa mendatang.

Seminar serupa akan kembali digelar di AS, dan berkemungkinan akan dihelat sekali selama satu hingga dua tahun.

Penyiar

Komentar