:::

Mengandung Senyawa Alfatoksin, 6.000 KG Biji Teratai Kering RRT Dikembalikan

  • 15 August, 2022
Kedai RTISI
Mengandung Senyawa Alfatoksin, 6.000 KG Biji Teratai Kering RRT Dikembalikan

(Taiwan, ROC) --- Pekan kemarin, Food and Drug Administration (FDA) mengumumkan bahwa sekitar 6.000 kilogram biji teratai kering yang diekspor dari kawasan RRT (Republik Rakyat Tiongkok) ditemukan memiliki senyawa alfatoksin. Senyawa tersebut diketahui melebihi standar seharusnya, yakni hampir 10 kali lipat.

Ahli kesehatan menyampaikan, mengonsumsi makanan yang mengandung alfatoksin dalam jangka panjang akan mempengaruhi fungsi hati, serta dapat meningkatkan risiko kanker hati seseorang. FDA menambahkan, pihaknya akan lebih sering melakukan inspeksi secara acak pada masa mendatang, guna meminimalkan risiko serupa.

Produk “biji teratai kering” yang dieskpor dari RRT ditemukan mengandung senyawa alfatoksin. 6.000 kg biji teratai kering tersebut akhirnya dikembalikan untuk dimusnahkan.

Pada tanggal 9 Agustus 2022, pihak FDA mengumumkan bahwa 6.000 biji teratai kering milik RRT memiliki senyawa yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Jumlah senyawa yang ditemukan dalam produk bersangkutan diketahui 10 kali lipat lebih banyak dari standar yang telah ditetapkan.

Pakar Toksikologi RS Chang Gung, Yen Tzung-hai (顏宗海) mengatakan, “Alfatoksin sendiri adalah senyawa karsinogen (senyawa yang dapat menyebabkan kanker). Jika kita mengonsumsi alfatoksin dalam jangka yang panjang, maka bisa mempengaruhi fungsi hati. Juga bisa meningkatkan kemungkinan kanker hati.”

Dokter menyampaikan, biji teratai kering yang berada di lingkungan panas dan lembap, akan membuat senyawa alfatoksin berkembang biak. Diingatkan kepada para warga untuk langsung membuka setelah membeli produk biji teratai kering, dan disimpan dengan baik, guna menghindari timbulnya jamur.

Taiwan sendiri hanya memproduksi biji teratai kering sebanyak 30%. Sedangkan 70% lainnya diimpor dari RRT atau kawasan Asia Tenggara. Harga biji teratai di Taiwan juga sangat bervariasi.

Untuk biji teratai yang diimpor dari RRT akan dikenakan harga berkisar NT$ 200/katinya. Sedangkan harga biji teratai produksi Taiwan lebih mahal 2 kali lipat, yakni berkisar NT$ 500-NT$600/kati.

6.000 kilogram biji teratai kering dengan kadar alfatoksin yang melebihi standar akan dikembalikan untuk dimusnahkan. FDA melanjutkan pihaknya tidak akan menangguhkan kebijakan impor biji teratai kering dari RRT. Jika ditemukan adanya pelanggaran serupa pada masa mendatang, maka produk bersangkutan akan dikembalikan untuk dimusnahkan. Dengan demikian, tidak akan sempat beredar di tengah masyarakat.

 

 

Penyiar

Komentar