:::

Proyek Renovasi Spot Wisata Rainbow Village Memakan Waktu Setengah Tahun

  • 05 August, 2022
Kedai RTISI
Proyek Renovasi Spot Wisata Rainbow Village Memakan Waktu Setengah Tahun

(Taiwan, ROC) --- Salah satu spot wisata ternama Kota Taichung, Rainbow Village ditutup sementara waktu semenjak tanggal 1 Agustus untuk menjalani proses renovasi. Rencananya, proses renovasi ini akan memakan waktu selama setengah tahun.

Beberapa wisatawan luar kota yang datang ke tempat ini, dilarang untuk masuk ke dalam area wisata. Tidak sedikit dari mereka yang mengaku kecewa. Di samping itu, salah satu dinding warna-warni diberitakan dirusak oleh perusahaan kreatif budaya yang mengelola kawasan ini, dengan menggunakan cat. Hal tersebut tentu membuat sang pelukis, Huang Yi-fan (黃永阜) menjadi geram.

Biro Kebudayaan Kota Taichung juga telah merilis pernyataan untuk mengajukan gugatan terhadap pihak yang telah sengaja merusak objek wisata Rainbow Village.

Operasional spot wisata Rainbow Village di Kota Taichung ditutup sementara karena keperluan renovasi. Namun, masih ada sekitar 60 wisatawan lokal berasal dari Kaohsiung menuju ke spot wisata tersebut, kemudian tertahan di pintu masuk.

Dikarenakan alasan tembok yang sudah menua dan mulai retak, pihak Biro Kebudayaan Kota Taichung telah menutup sementara spot wisata Rainbow Village dikarenakan keperluan renovasi.

Rumah-rumah yang berada di sini diperkirakan sudah berusia 50 tahun, sehingga membutuhkan perawatan yang relevan. Namun demikian, perusahaan kreatif budaya yang mengelola tempat ini masih belum memindahkan barang mereka sepenuhnya. Pihak perusahaan kreatif budaya bahkan sempat menggunakan cat untuk menutupi lukisan di tembok. Aksi mereka pun membuat sang pelukis, Huang Yi-fan menjadi geram.

Pelukis Rainbow Village, Huang Yi-fan mengatakan, "Bukan mereka yang melukis, saya seorang diri yang menggambar. Saya sendirian menggambar hingga larut malam."

Setelah dimintai keterangan, pihak perusahaan kreatif budaya menyampaikan, ada sekitar 80% hingga 90% dari lukisan di kawasan ini dikerjakan oleh mereka. Mereka juga yakin bahwa karya asli Huang Yi-fa tidak dirusak.

Pihak perusahaan bahkan merilis dokumen yang mengkritik administratif pemerintah kota yang dinilai kasar, karena hanya memberikan mereka waktu 5 hari untuk memindahkan seluruh barang dari dalam.

14 orang, termasuk penanggung jawab dan karyawan akhirnya diperiksa polisi karena diduga telah merusak tembok yang telah dilukis tersebut.

Pengacara, Lin Chiong-jia (林瓊嘉) mengatakan, "Bangunan rumah ini berada di bawah pengelolaan pemerintah kota. Jika tidak memperoleh persetujuan dari pemerintah kota. Mengapa kamu bisa merusak eksterior rumah ini, termasuk kondisi cat dan lain-lain. Mereka tidak berhak."

Kepala Biro Kebudayaan Pemkot Taichung, Chen Jia-jun (陳佳君) mengatakan, "Pemerintah kota tidak mengizinkan pihak manapun merusak dinding seperti demikian. Perihal hak cipta dari lukisan yang ada, saat ini tengah dievaluasi oleh pihak pengadilan."

Proyek renovasi diperkirakan akan memakan waktu setengah tahun. Ini juga menjadi salah satu proyek utama dari Pemerintah Kota Taichung. Setelah selesai dilakukan, sang pelukis Huang Yi-fa akan kembali ditempatkan di kawasan tersebut. Dengan demikian, kelestarian spot wisata Rainbow Village tetap terjaga.

Penyiar

Komentar