close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Harga Properti Taiwan Kian Mahal, 9.5 Tahun Tanpa Makan dan Minum Baru Bisa Beli Rumah

  • 07 July, 2022
Kedai RTISI
Harga Properti Taiwan Kian Mahal, 9.5 Tahun Tanpa Makan dan Minum Baru Bisa Beli Rumah

(Taiwan, ROC) --- Harga di rumah Taiwan kian hari kian mahal. Kementerian Dalam Negeri (MOI) merilis survei terbaru perihal rasio harga rumah dengan jumlah pendapatan masyarakat. Nilai rata-rata kali ini meningkat menjadi 9.8 kali, yang mana ini juga merupakan rekor tertinggi. Ini berarti bahwa seseorang harus menabungkan tabungannya tanpa makan dan minum selama 9.5 tahun, baru bisa memiliki rumah idaman.

Indeks tertinggi masih diduduki oleh Kota Taipei dan New Taipei. Dan peningkatan tahunan terbesar ditempati oleh Tainan, Kaohsiung dan Taichung. Survei di atas memperlihatkan, harga kepemilikan rumah yang kian mahal tidak hanya terjadi di Taipei, melainkan juga terasa hingga ke wilayah sentral dan selatan Taiwan.

Belum lagi dengan kebijakan pemerintah yang kian ketat dan suku bunga yang mengalami kenaikan, sehingga membuat sentimen pasar properti melemah. Agen properti di Taiwan menyampaikan, volume transaksi jual beli properti mengalami penurunan signifikan, terutama dalam 3 bulan belakangan.

Harga sewa rumah di kawasan elite Kota Taipei ditarif NT$ 50.000 per bulan. Luas rumah ini berkisar 99m2. Harga sewa per bulan yang melebihi standar gaji tentu membuat sebagian masyarakat memilih untuk tinggal di kawasan pinggiran. Tidak hanya harga sewa, harga jual rumah di Taiwan juga kian hari kian mahal.

Kementerian Dalam Negeri (MOI) merilis survei terbaru perihal rasio harga rumah dengan jumlah pendapatan masyarakat. Nilai rata-rata kali ini meningkat menjadi 9.8 kali, yang mana ini juga merupakan rekor tertinggi. Ini berarti bahwa seseorang harus menabungkan tabungannya tanpa makan dan minum selama 9.5 tahun, baru bisa memiliki rumah idaman.

Indeks keterjangkauan kredit bunga bank untuk kepemilikan properti pada tahun ini mencapai 38.35%, dengan peningkatan triwulanan sebesar 0.52%. Hal ini berarti kemampuan seseorang untuk memikul kredit bunga bank sedikit lebih rendah. Beberapa penggiat bisnis properti menyampaikan, bahwa tidak mungkin harga properti di Taiwan akan menurun.

Jumlah transaksi penjualan properti di kawasan Kaohsiung, Tainan, Taichung dan Taoyuan, belakangan ini juga meningkat drastis. Oleh karena itu, warga diingatkan untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya fenomena “Gelembung Ekonomi”.

Belum lagi dengan melemahnya pasar saham dan meningkatnya suku bunga, maka diprediksi akan mengurangi minat warga untuk memiliki properti.

Menurut data yang dikumpulkan oleh salah satu agen properti memperlihatkan, volume transaksi terhadap kepemilikan rumah di Taiwan mengalami penurunan terutama dalam 3 bulan belakangan.

 

Penyiar

Komentar