:::

MOE Melarang CCTU Melakukan Perekrutan Mahasiswa Asing

  • 12 January, 2022
Kedai RTISI
MOE Melarang CCTU Melakukan Perekrutan Mahasiswa Asing

(Taiwan, ROC) --- Universitas Sains dan Teknologi Chung Chou CCUT yang berlokasi di Changhua dituntut oleh mahasiswa asing asal Uganda. CCUT dianggap tidak memberikan beasiswa tidak menerapkan pembelajaran dalam bahasa Inggris seperti yang dijanjikan saat proses perekrutan mahasiswa.

Para pelajar asing tersebut bahkan harus bekerja paruh waktu di luar jam yang ditentukan. Pihak CCUT mengaku bahwa karena pandemi COVID-19, maka biaya mereka mengurangi jumlah SPP yang ada, yang mana pengurangan tersebut disesuaikan dengan kemajuan akademisi dari setiap siswa.

Sedangkan untuk tuntutan bekerja paruh waktu, pihak sekolah hanya menyediakan platform khusus dan sudah memberikan pengarahan semestinya kepada para pelajar.

Namun, Kementerian Pendidikan (MOE) merasa bahwa pihak sekolah telah gagal melakukan manajemen terhadap kehidupan mahasiswa asing. MOE juga telah mencabut perekrutan mahasiswa asing dari CCUT. Pihak sekolah wajib menjalani proses konseling dan diminta untuk melakukan perbaikan dalam batas waktu yang ditentukan.

Ini adalah universitas CCCTU yang terletak di Changhua. Beberapa pelajar asing berkumpul di depan gerbang kampus.

Dari mereka semua, hampir tidak ada yang bisa berbahasa Mandarin. Mereka adalah pelajar asing yang berasal dari Afrika, dan datang ke Taiwan untuk melanjutkan pendidikan. Saat merekrut, pihak CCTU memberitahukan mereka bahwa seluruh pelajaran akan disampaikan dengan menggunakan bahasa Inggris. Namun, faktanya tidak demikian.

Seorang mahasiswa asal Uganda mengajukan keluhan kepada pihak Kementerian Pendidikan (MOE), menyampaikan bahwa di seluruh universitas CCTU hanya ada dua guru yang menyampaikan pembelajaran dalam bahasa Inggris. Janji untuk memberikan beasiswa juga kian tidak jelas ujungnya. Beberapa siswa bekerja paruh waktu melalui platform yang disediakan sekolah, bahkan dari mereka ada yang bekerja melebihi batas yang ditetapkan hingga ada yang mencapai 190 jam/minggu.

Pihak CCTU menyampaikan, saat menggelar perekrutan mahasiswa, mereka tidak menekankan bahwa semua pembelajaran akan disampaikan dalam bahasa Inggris. Sedangkan untuk tuntutan bekerja paruh waktu, pihak sekolah hanya menyediakan platform khusus dan sudah memberikan pengarahan semestinya kepada para pelajar.

Kepala Pusat Pertukaran Mahasiswa Asing CCTU Li Shu-ling (李淑玲) mengatakan, “Dimulai semenjak semester kedua tahun 2019. Yang dimaksud dengan biaya subsidi

adalah program beasiswa dengan pengurangan miscellaneous fees sebanyak 50%.”

Kepala Pendidikan, Teknik dan Kejuruan MOE Yang Yu-huei (楊玉惠) menuturkan, “Sosialisasi perekrutan mahasiswa asing. Bimbingan setelah pulang sekolah dan bimbingan kehidupan yang ada, sangat tidak layak secara sepenuhnya.”

 

Penyiar

Komentar