:::

Perkampungan Militer Jianguo, Yunlin, Rekonstruksi Menjadi Situs Bersejarah Sarat Nilai Kebudayaan

  • 07 January, 2022
Kedai RTISI
Perkampungan Militer Jianguo, Yunlin, Rekonstruksi Menjadi Situs Bersejarah Sarat Nilai Kebudayaan

(Taiwan, ROC) --- “Jika tidak ada yang melakukannya. Siapa yang akan membantu saya untuk mengembalikan memori kampung halaman?”

Seperti yang terdengar dalam salah satu dialog film pendek barusan. Pelestarian terhadap perkampungan militer perlu dilakukan, agar tidak musnah seiring dengan berkembangnya zaman.

Ini adalah perkampungan militer yang terletak kawasan Yunlin. Di eranya, ini adalah perkampungan militer terbesar di Taiwan. Lu Yun-xiang (魯紜湘) adalah generasi kedua, yang tumbuh besar di perkampungan ini. Ada jejak meriam yang terdapat di dinding luar kamar mandi. Meski terkesan tua, tetapi kawasan ini memiliki nilai sejarah yang luar biasa.

Lu Yun-xiang mengatakan, “Jika Taifun datang, maka listrik akan padam. Dengan nyala lilin, saya menyelesaikan PR sekolah di sini. Angin bertiup kencang di luar, kami berbaring di (dekat) jendela. Bentuk jendelanya seperti itu, anak-anak berbaring di sisi jendela ini. Sembari menatap angin dan hujan di luar sana.”

Perkampungan militer Jian Guo di Huwei ini sempat berfungsi sebagai bandara udara tentara Jepang pada era Perang Dunia II. Setelah perang usai, kawasan ini menjadi perkampungan militer terbesar di Taiwan. Seiring dengan berubahnya zaman, kawasan ini pun mulai ditinggalkan para penduduknya. Lu Yun-xiang pun tidak tega melihat kawasan yang membesarkannya tersebut perlahan-lahan kehilangan akar sejarah dan kebudayaan. Ia pun memutuskan untuk mempromosikan rekonstruksi ulang perkampungan militer.

Lu Yun-xiang mengatakan, “Saya harap para orang tua memiliki satu ruang memori yang menyimpan kenangan di kala muda hingga tua. Dengan demikian, mereka tidak akan begitu cepat menua.”

Proyek rekonstruksi di kawasan ini pun memperlihatkan hasil positif. Generasi muda datang menyaksikan video simulasi serangan udara di era Perang Dunia II. Melalui berbagai inovasi, Lu Yun-xiang berharap dapat mengajak generasi muda untuk mengenal sejarah dan memori dari para pendahulu mereka di perkampungan militer.

Penyiar

Komentar