:::

Menyambut Perayaan Imlek, Warga Mengeluh akan Tarif Hotel Pencegahan Epidemi yang Naik Drastis

  • 19 November, 2021
Kedai RTISI
Menyambut Perayaan Imlek, Warga Mengeluh akan Tarif Hotel Pencegahan Epidemi yang Naik Drastis

(Taiwan, ROC) --- Menjelang datangnya liburan perayaan Imlek, membuat sebagian besar warga Taiwan yang tinggal di luar negeri harus mengatur perencanaan, mengingat masih berkecamuknya wabah COVID-19. Belum lagi dengan harga hotel pencegahan epidemi dalam negeri yang dikabarkan mengalami kenaikan.

Di samping itu, kapasitas hotel pencegahan epidemi diberitakan tidak seimbang dengan jumlah permintaan, terutama untuk kawasan utara Taiwan yang telah terisi penuh untuk periode bulan Januari 2022 mendatang.

Beberapa warga mengaku bahkan harus menginap di hotel pencegahan epidemi yang terletak di kawasan timur Taiwan. Belum lagi dengan tarif yang tidak murah. Beberapa pengusaha hotel diam-diam menaikkan tarif mereka, dari yang semula NT$ 1.900 menjadi NT$ 3.000.

Menanggapi kenaikan yang terjadi, Menteri Perhubungan - Wang Kwo-tsai (王國材) menyampaikan, jika ada pihak yang menaikkan tarif hotel mereka melebihi 20%, maka MOTC akan memutus bantuan subsidi bagi hotel terkait.

MOTC di lain pihak juga akan menaikkan jumlah subsidi menjadi NT$ 1.500 per harinya, dengan harapan tidak ada kenaikan yang melebihi batas wajar.

MOTC juga menganjurkan masyarakat untuk memanfaatkan lembaga karantina terpusat yang disediakan oleh pemerintah pusat saat kembali ke tanah air. CECC juga akan menyediakan 21.600 kamar, guna menyambut kepulangan warga Taiwan merayakan Imlek.

Kapasitas hotel pencegahan epidemi menyambut arus balik warga Taiwan dari luar negeri diberitakan tidak seimbang dengan jumlah permintaan yang ada. Kebutuhan akan akomodasi tersebut menjadi penting, mengingat CECC memberlakukan prosedur karantina “7+7”.

Saat ini, banyak warganet mulai mengeluhkan masalah serupa, yakni sulitnya mencari akomodasi untuk menjalankan karantina saat tiba di Taiwan. Ada hotel yang bahkan menarik harga sebesar NT$ 7.400/malam.

Di samping harga yang kian mahal, kapasitas hotel pencegahan epidemi dalam negeri pun tidak seimbang dengan jumlah permintaan, terutama untuk kawasan utara Taiwan.

Menteri Perhubungan Wang Kwo-tsai mengatakan, “Jika tarif yang ada sekarang lebih mahal 20% dari harga semula. Ini menjadi tidak semestinya. Jika ada hal seperti demikian, maka kami akan menghentikan pemberian subsidi NT$ 1.000/kamar kepada yang bersangkutan.”

 

 

Penyiar

Komentar