:::

Pengalaman Pendengar - Eddy Setiawan (2)

  • 13 October, 2021
Kedai RTISI
Pengalaman Eddy Setiawan 2

Pengalaman Pendengar RTISI (2).
Dari Eddy Setiawan.

Penyiar RTISI kedua yang sempat ketemuan adalah dengan  kak Andri (panggilan akrabnya di udara), juga di Hotel Jayakarta,  Jakarta pada tahun 1990. Kali ini gak banyak fans RTISI yang bisa hadir, karena waktunya mendadak.

Kunjungan kak Andri ke Jakarta bersama beberapa penyiar RTI dari seksi bahasa lainnya, antara lain dari Seksi Mandarin, Seksi Vietnam, dan Seksi Inggeris, juga ada tehnisi RTI, dalam rangka memperkenalkan keberadaannya siaran Suara Asia (Voice of Asia), dan mematau siaran2 Suara Asia, untuk mengetahui kualitas penerimaan Suara Asia.

Ada satu dialog bersama kak Andri yang tak terlupakan adalah saat saya bertanya :

"Kak Andri, kak Yahya itu siapa, suaranya kok mirip banget dengan kak Andri ?".

Dengan senyum kak Andri menjawab : "oh itu kembaran saya, hehehe". Saya jadi ikut tertawa mendengar jawabannya yang memang mengundang tawa. Semoga kak Andri sehat selalu, dan sekali2 bisa muncul lagi di RTISI demi para fans-nya.

Kehadiran siaran Suara Asia cukup menggembirakan, karena menambah lagi satu stasion internasional Seksi Indonesia, apalagi penyiar2nya dari RTISI yang memang sudah lama akrbab. Tapi sayang seribu kali sayang,  Suara Asia tidak bisa lama menemani para pendengar. Tapi kehadirannya, meskipun singkat, tetap diingat sebagai salah satu stasion radio internasional yang pernah punya Seksi Indonesia mengudara dari Taiwan.

Sebagai penyiar ketiga dari RTISI yang sempat ketemuan adalah dengan mas Tomny Hartono, atau di Facebook dikenal dengan nama Tomny Chandra,  pada tanggal 1 Januari 1993 malam. Mas Tommy mengunjungi saya di Matraman sambil menyerahkan satu radio Sangean titipan dari Mr Yang. Dalam ketemuan ini gak sempat ngobrol panjang-lebar, karena mas Tommy perlu siap2 untuk kembali ke Taiwan, dan perlu juga beristirahat, setelah menempuh perjalanan yang melelahkan dari kampung halamannya di Magelang.

Tadi saya menyebut nama Mr Yang. Tentu ada yang ber-tanya2 : siapakah Mr Yang ? Apa beliau salah seorang staf RTI ?   Mr Yang adalah salah seorang Direktur dari Perusahaan Elektronik Sangean di Taiwan yang membuat radio2 dengan merek Sangean yang cukup dikenal di kalangan pendengar siaran radio2 internasional.

Pada bulan Januari 1992 Mr Yang   berkunjung ke tempat saya atas rekomendasi dari mbak Maria, ditemani oleh manager dari Perusahaan Elektronik Tens di Semarang, dan manager Perwakilan Tens di Jakarta, tujuannya adalah untuk menjajagi sejauh mana siaran radio international masih diminanti di Indonesia, dan sejauh mana radio2 Sangean dipergunakan oleh para pendengar di Indonesia.

Perusahaan Elektronik Tens merupakan mitra-usaha Sangean. Tens merakit dan memasarkan radio2 Sangen dengan nerek Tens.  Oleh karena itu, di pasaran radio,  bisa dijumpai radio2 dengan merek Sangean dan merek Tens dengan bentuk yang sama dan sebangun, bagai kembaran, cuma bedanya, kalo Sangean asli dibuat di Taiwan, sedangkan Tens dibuat di Indonesia, tepatnya di Semarang.

Dan penyiar RTISI ke empat yang sempat ketemuan adalah dengan mas Tony Thamsir pada bulan Pebruari 2003 dalam acara Jumpa Fans di rumah salah seorang fans RTISI di Jatinegara, Jakarta Timur. Meskipun waktu itu mas Tony merupakan penyiar baru dan termuda, tapi perjumpaan berlangsung penuh keakraban, bagai sudah pernah jumpa sebelumnya. Ini karena pembawaan mas Tony yang simpatik dan piawai menciptakan keakraban. Makanya, pas banget mas Tony berada di RTISI, karena RTISI selalu meciptakan keakraban.

Dan ketemuan kembali dengan mas Tony, dalam Temu Pendengar RTISI di Jakarta pada 1 Agustus 2009. Dalam acara ini sempat ketemuan lagi dengan mas Tommy Hartono, tapi lagi2 gak sempat ngobrol banyak mengingat waktu itu mas Tommy berada di 'Seksi Sibuk'.

Di bulan Desember 2009 kembali ketemuan dengan mas Tony dalam Jumpa Fans dadakan, karena waktu itu sesugguhnya mas Tony sedang menjalani tugas di Jakarta, menemani Pimpinan Baru RTI. Walaupun singkat dan gak banyak fans yang hadir, tapi banyak masukan tentang RTISI yang didapat, terutama tentang kualitas penerimaan.

Bersambung.....

Penyiar

Komentar