:::

Nama Kantor Perwakilan ROC di AS akan Direvisi, RRT: Telah Merilis Peringatan yang Ditujukan ke AS

  • 14 September, 2021
Kedai RTISI
Nama Kantor Perwakilan ROC di AS akan Direvisi, RRT: Telah Merilis Peringatan yang Ditujukan ke AS

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 11 September 2021, media Inggris - Financial Times secara eksklusif mewartakan, Sekjen Dewan Keamanan Nasional Wellington Koo (顧立雄) bersama dengan Menteri Luar Negeri (MOFA) Joseph Wu mengadakan pertemuan sederhana di Amerika Serikat, guna membahas perubahan nama pada Kantor Perwakilan ROC di Negeri Paman Sam.

Saat ini, kantor perwakilan tersebut bernamakan "Taipei Economic and Cultural Representative Office in the United States". Dalam rapat tersebut, sempat tercetus sebutan "Taiwan Representative Office in the United States".

Seluruh pihak pun mulai memperhatikan pertemuan yang juga diikuti oleh Deputi Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih tersebut. Jika nantinya nama tersebut direvisi, maka ini menjadi pencapaian terbaru bagi hubungan persahabatan antar kedua belah pihak.

Secara tidak langsung ini juga menjadi pengakuan Amerika Serikat terhadap keberadaan Taiwan, dan bukan tidak mungkin akan berdampak pada hubungan internasional.

Kedua pejabat Republik Tiongkok (ROC) tersebut tiba di Bandara Internasional Taoyuan pada Senin malam dengan ditemani Ketua AIT yang baru, yaitu Sandra Oudkirk.

Setelah kabar di perubahan nama tersebut beredar, Kementerian Luar Negeri RRT (Republik Rakyat Tiongkok) pun merilis pernyataan serius mereka yang ditujukan kepada pihak Amerika Serikat.

Juru Bicara MOFA, Joanne Ou (歐江安) mengatakan, "Kami MOFA tidak akan merilis komentar apa-pun terhadap hal ini. Saya rasa, selama beberapa tahun belakangan, hubungan Taiwan dengan Amerika Serikat terus diperdalam. Hal ini juga telah disaksikan oleh seluruh pihak."

Mantan Ketua Tim Politik Kantor Perwakilan ROC di AS, Vincent Chao (趙怡翔) mengatakan, "Revisi nama kantor perwakilan ini memang selaras. Saya rasa ini adalah tren global."

Revisi nama kantor perwakilan tersebut, ternyata memicu reaksi dari pihak RRT, yang meminta AS untuk mematuhi Prinsip Satu Tiongkok

Juru Bicara Kemenlu RRT, Zhao Li-jian (趙立堅) mengatakan, "Nama "Taipei Economic and Cultural Representative Office in the United States" tidak boleh direvisi menjadi "Taiwan Representative Office in the United States". Hentikan seluruh kekuatan yang mendukung Taiwan independen. Sinyal yang diberikan ini adalah kesalahan."

Media RRT, Global Times mewartakan, RRT harus bersiap-siap menghadapi segala tindakan yang tengah diambil oleh Taiwan bersama dengan Amerika Serikat. RRT harus mengupayakan segala cara untuk menggagalkan upaya tersebut, terutama di kawasan Selat Taiwan.

Jika revisi tersebut benar-benar terjadi, otoritas Washington dinilai telah melepaskan kepatuhan mereka terhadap Prinsip Kebijakan Satu Tiongkok. AS sudah seharusnya menyadari jika langkah tersebut bukanlah hal sepele dan dapat menantang RRT untuk melepaskan tindakan berikutnya.

Polemik perubahan nama ini sendiri sebenarnya telah diwacanakan sedari dulu. Setelah sebelumnya Presiden Joe Biden diberitakan sempat berbicara dengan Penguasa Xi Jin-ping melalui telepon, isu ini kembali mencuat ke publik. Dan sekali lagi membuat hubungan Taiwan - AS- RRT menjadi perhatian komunitas dunia.

Penyiar

Komentar