Situasi Pandemi COVID-19 di Taiwan Belum Stabil, CECC: Warga Tetap Tidak Boleh Lengah

  • 03 June, 2021
Kedai RTISI
Situasi Pandemi COVID-19 di Taiwan Belum Stabil, CECC: Warga Tetap Tidak Boleh Lengah

(Taiwan, ROC) --- Jumlah kasus lokal di Taiwan kembali melonjak pada tanggal 2 Juni 2021, dengan total kasus mencapai angka 549 kasus. Ketua Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) Chen Shih-chung (陳時中) menyampaikan, situasi epidemi di dalam negeri belum memperlihatkan tanda melambat dan akan dipantau lebih saksama dalam dua hari mendatang.

Meski kebijakan status waspada level tiga disinyalir mampu membendung sementara rantai penularan, tetapi warga tetap diimbau untuk jangan lengah. CECC tidak akan melonggarkan kebijakan apa-pun di tengah tidak pastinya situasi saat ini.

Chen Shih-chung mengatakan, “Setelah kasus Backlog ditemukan, masih banyak kasus positif yang terjadi hari ini. Apakah karena pelaporan kasus positif yang kian cepat atau karena memang kasus COVID-19 yang kenyataannya meningkat drastis. Kami akan memantau lebih saksama dalam dua hari mendatang.”

Chen Shih-chung melanjutkan, pengontrolan arus warga yang diberlakukan selama ini memang telah efektif membendung jumlah kasus positif. Namun demikian, jumlah kasus lokal yang dipastikan positif pada 2 Juni 2021 melonjak drastis.

Beliau pun tidak berani menjamin jika situasi penularan COVID-19 di Taiwan telah memasuki tahap stabil. Masyarakat tetap diminta untuk mematuhi protokol kesehatan dan jangan sesekali lengah.

Status waspada level ketiga yang diumumkan oleh CECC masih akan berlaku hingga tanggal 14 Juni 2021. Apakah ketentuan ini akan diperpanjang? Dan apakah mungkin status waspada diperlonggar hingga ke level dua?

Chen Shih-chung menyampaikan, pihaknya akan sangat hati-hati dan mengevaluasi seluruh situasi yang berkembang saat ini. CECC tidak akan dengan gampang memperlonggar status waspada level tiga, mengingat situasi penularan yang belum pasti.

Ia menambahkan, CECC akan mengawasi serta memantau keadaan secara bergulir, dan akan diumumkan ke depan masyarakat jika telah mendapatkan kepastian.

Chen Shih-chung mengatakan, “Mengenai kapan akan diperlonggar? Masih perlu sedikit waktu untuk mengamati. Namun tentu saja, berdasarkan pengalaman dari negara-negara lain, kita tidak dapat sekaligus memperlonggar kebijakan yang sudah ada. Jika tidak, dikhawatirkan akan terjadi kenaikan. Atau karena adanya euforia di tengah masyarakat, akan membuat kasus pandemi kembali meledak. Oleh karena itu, kami harus berhati-hati.”

Dalam laporan yang diumumkan tanggal 2 Juni 2021, tercatat 12 kasus kematian baru akibat COVID-19. Rata-rata dari mereka diketahui berada di rentang usia 60 hingga 90 tahun.

Menilik data statistik, jumlah warga yang memiliki gejala parah akibat tertular virus korona terus meningkat. Saat ini ada sekitar 1.303 kasus dengan gejala parah, atau dengan kata lain mencapai 16.8%. Dan warga dengan rentang usia 60 tahun ke atas mencapai 30.8%, dengan total 912 kasus.

Meski CECC telah memperketat kebijakan status waspada level 3, tetapi para ahli beranggapan jika proses vaksinasi adalah langkah terbaik guna menekan angka penyebaran. Ketua CECC menyampaikan, proporsi vaksinasi di suatu negara harus mencapai 60% dari total populasi, baru dapat mengendalikan situasi penyebaran pandemi.

CECC menambahkan, pihaknya berharap jika pada bulan Oktober mendatang, proporsi warga di Taiwan yang telah memperoleh suntikan vaksin dapat mencapai 60%.

Namun pertanyaannya kini, apakah Taiwan sudah memiliki pasokan vaksin dalam jumlah yang mumpuni. Menjawab pertanyaan tersebut, CECC menyampaikan jika pihaknya saat ini akan fokus terhadap protokol dan kebijakan penanggulangan pandemi yang telah diberlakukan.

Penyiar

Komentar