Hari Bumi Sedunia, EPA Mengimbau Pelaku Usaha untuk Mengurangi Penggunaan Plastik

  • 22 April, 2021
Hari Bumi Sedunia, EPA Mengimbau Pelaku Usaha untuk Mengurangi Penggunaan Plastik

(Taiwan, ROC) --- Perilaku konsumsi masyarakat telah berubah seiring merebaknya wabah COVID-19. Permintaan belanja on-line dan jasa antar makanan diberitakan meningkat pesat. Dan fenomena tersebut telah membuat jumlah sampah bertambah banyak.

Dalam peringatan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April, Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) menggelar jumpa pers di kawasan bisnis Hong Lou yang terletak di Ximen. 

EPA juga mengundang 24 perusahaan atau organisasi pemerhati lingkungan, dan mendirikan stan guna memamerkan karya inovasi guna mengurangi sampah daur ulang.

Pelaku usaha makan cepat saji McDonald’s akan mengubah seluruh peralatan makan di dalam dengan restoran dengan menggunakan wadah kertas yang bersertifikat FSC (Forest Stewardship Council).

Di samping itu, McDonald’s juga akan mengubah desain penutup wadah minuman mereka, sehingga konsumen dapat meneguk langsung minuman mereka. Hal ini disinyalir dapat mengurangi jumlah sampah sebanyak 32 ton dalam setahun.

Penanggung jawab logistik senior McDonald’s, Lin Shi-wen (林世文) mengatakan, “Gelas kami ini terbuat dari satu bagian tanpa terpisah-pisah. Kami tidak lagi menggunakan penutup gelas. Gerakan ini berhasil mengurangi jumlah sampah plastik sebanyak 32 ton. Pada saat yang sama, di tahun 2019, kami juga telah mengumumkan agar minuman dingin langsung diminum. Kepada para konsumen, kami langsung beritahukan, bahwa minuman dingin dapat langsung diteguk tanpa harus menggunakan sedotan.”

Selama masa epidemi COVID-19, pendapatan yang berhasil diterima oleh penyedia jasa e-commerce MOMO, meningkat pesat. Semenjak bulan Oktober 2020, MOMO telah memberlakukan kebijakan menggunakan “kantong daur ulang”. Bagi konsumen yang menaatinya, maka akan diberikan potongan khusus oleh MOMO.

Kepala logistik MOMO, Zhao Zhi-jie (趙誌傑) mengatakan, “Setelah konsumen menerimanya, dan sudah melewati masa percobaan selama 10 hari. Dan seusai ditinjau, maka mereka dapat memasukkan kantong daur ulang ke dalam kotak pos atau smart mailbox milik Chunghwa Post. Setiap harinya, petugas pos akan membantu untuk mengumpulkan dan mengirimkan kembali ke gudang kami. Lalu akan ditelaah kembali oleh pihak MOMO, kemudian diberikan kepada pihak gudang untuk digunakan kembali sebagai kemasan produk. Dan hal ini dilakukan berulang kali.”

Di samping itu, platform jasa pengantar makanan Foodpanda juga bekerja sama dengan 20 restoran yang terletak Tainan, guna merintis metode pengiriman makanan yang ramah lingkungan.

Semenjak bulan November 2020 hingga hari ini (22/4), sudah ada sekitar 32 restoran yang bergabung, dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran ramah lingkungan warga Taiwan.

Manajer Humas Foodpanda, Kuo Hsin-yi (郭昕宜) mengatakan, “Wadah daur ulang ini akan menggantikan peralatan makan sekali pakai. Setelah konsumen menggunakan wadah ini, mereka hanya perlu mengembalikannya di tempat yang telah dirujuk, dan proses sirkulasi ramah lingkungan selesai dilaksanakan. Dalam proses ini, tidak ada wadah sekali pakai atau gelas plastik dan mangkuk kertas yang tergunakan.”

Kepala EPA, Tsai Horng-der (蔡鴻德) secara khusus mengunjungi langsung stan yang ada di kawasan Ximen, dengan harapan warga Taiwan dapat semakin paham akan konsep perlindungan lingkungan.

 

 

 

Penyiar

Komentar