Proporsi Penyuntikan Vaksin AZ di Taiwan Berkisar 1.56%, Kesediaan Tim Dokter dan Suster Taiwan Menerima Vaksinasi Sangat Rendah

  • 25 March, 2021
Proporsi Penyuntikan Vaksin AZ di Taiwan Berkisar 1.56%, Kesediaan Tim Dokter dan Suster Taiwan Menerima Vaksinasi Sangat Rendah

(Taiwan, ROC) --- Penyuntikan vaksin COVID-19 Astra Zeneca mulai dilakukan di Taiwan pekan ini. Hingga Selasa kemarin (23/3), jumlah dosis vaksin yang disuntikkan baru berkisar 1.578 dosis. Guna membangkitkan efek kepercayaan masyarakat awam, Perdana Menteri Su Tseng-chang pun menerima suntikan vaksin pertama pada awal pekan ini.

Selain PM Su Tseng-chang, pemberian vaksin juga diberikan kepada Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) – Chen Shih-chung (陳時中). Chen Shih-chung mengaku sempat mengalami pegal-pegal di bagian punggung dan demam 37.4C, setelah sehari disuntik vaksin AZ.

Pakar mengatakan, tindakan yang diperlihatkan para petinggi di Taiwan berkemungkinan dapat meningkatkan kepercayaan dan kemauan warga untuk menerima suntikan vaksin COVID-19.

Hingga tanggal 23 Maret 2021, penyuntikan vaksin di Taiwan baru berkisar 1.578 dosis. Tingkat vaksinasi bagi tim dokter dan suster yang berada di garda terdepan berada di kisaran 1.56%.

Jika menilik proporsi tersebut, tingkat optimistik penyuntikan vaksin di Taiwan tidak terlampau tinggi. Untuk kawasan Nantou hanya ada 9 orang yang menerima suntikan. Penghu, Taitung, Kota Hsinchu dan Kota Keelung hanya ada 10 orang yang menerima vaksinasi.

Dokter Spesialis Penyakit Menular NTU, Huang Li-min (黃立民) mengatakan, “Efek samping menjadi hal yang harus diperhatikan oleh para tim dokter dan suster dan efektivitasnya. Efek sampingnya harus didefinisikan lebih jelas. Perihal efektivitas, mungkin beberapa orang masih menunggu. Ada sebagian orang bisa menerima.”

Di samping itu, proyek pengembangan vaksin dalam negeri juga kembali memperlihatkan hasil yang positif.

Eksperimen yang diberikan pada hewan tikus dan manusia memperlihatkan bahwa penyebaran pada varian baru virus korona memiliki dampak yang beragam. Penyuntikan dosis ketiga vaksin produksi Taiwan disinyalir dapat menaklukkan virus korona varian Afrika Selatan.

Juru Bicara Medigen Vaccine Biologics Corp, Lee Szu-hsien (李思賢) mengatakan, “Kami masih berupaya keras untuk memperoleh otorisasi darurat dari otoritas Taiwan pada bulan Juni mendatang. Saat ini juga tengah menjalani proses produksi

Produksi vaksin massal dalam negeri tengah mengajukan permohononan administrasi otorisasi darurat dari Food and Drug Administration (FDA), dengan target adalah pertengahan tahun 2021.

Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan dirinya bersedia menjadi orang pertama yang memperoleh vaksinasi, begitu vaksin dalam negeri berhasil dikembangkan.

 

Penyiar

Komentar