Menjelang Perayaan Tahun Baru Imlek, Persiapan CECC Menyambut Arus Kepulangan Warga Taiwan dari Luar Negeri

  • 09 January, 2021
Menjelang Perayaan Tahun Baru Imlek, Persiapan CECC Menyambut Arus Kepulangan Warga Taiwan dari Luar Negeri

(Taiwan, ROC) --- Semenjak tanggal 1 Januari 2021, Taiwan menutup pintu perbatasannya bagi seluruh warga asing. Hal ini dilakukan adalah semata-mata untuk mencegah masuknya virus mutasi COVID-19.

Di samping itu, kebijakan pengendalian pandemi dalam negeri akan diperkuat per tanggal 15 Januari 2020. Jika isolasi rumah tidak dapat dilakukan per 1 satu kamar untuk satu orang, maka diharuskan pindah ke lembaga isolasi terpusat atau menuju penginapan khusus isolasi.

Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan 2.000 kamar isolasi. Di samping itu, setiap pemerintah di daerah juga akan bekerja sama dengan pemilik penginapan untuk menyediakan 20.000 kamar isolasi.

Kapasitas di atas tersebut, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan arus kepulangan warga Taiwan, yang diperkirakan akan mencapai 50.000 orang.

Terhitung tanggal 15 Januari, semua perantau warga Taiwan yang kembali ke dalam negeri, wajib menjalankan prosedur karantina di tempat-tempat khusus, meliputi lembaga isolasi terpusat atau penginapan khusus isolasi.

Bagi isolasi rumah harus dijalankan per satu orang untuk 1 kamar.

Menghadapi gelombang arus balik para perantau Taiwan dari luar negeri sebelum Tahun Baru Imlek, pemerintah pusat dan daerah tengah mempersiapkan kapasitas kamar karantina.

Wakil Ketua CECC, Chen Tsung-yen (陳宗彥) mengemukakan, saat ini terdapat sekitar 16.187 penginapan karantina, dengan tingkat hunian mencapai 50%. Dan dalam beberapa hari ini, jumlah tersebut akan ditambah sebanyak 1.117.

Penginapan karantina sebagian besar berada di Kota Taipei,  . Pihak CECC melanjutkan, jumlah penginapan yang ada saat ini dianggap dapat memenuhi permintaan para perantau Taiwan dari luar negeri.

Ketika ditanya perihal kapasitas lembaga isolasi terpusat, Kepala Eksekutif Divisi Kesejahteraan Medis MOHW, Wang Pi-sheng (王必勝) menyampaikan, hingga saat ini terdapat 35 pusat isolasi yang tersebar di seluruh Taiwan, dengan total ada 3.765 stasiun isolasi. Tingkat hunian di lembaga isolasi terpusat juga mencapai 40%.

Guna menghadapi arus balik warga Taiwan dari luar negeri sebelum perayaan Tahun Baru Imlek, maka CECC akan menambahkan 1.500 hingga 2.000 kamar. Harga penginapan di tempat isolasi tersebut akan dibanderol sebesar NT$ 2.000/hari.

Ia mengatakan, “Kami perkirakan mulai tanggal 8 Januari 2021, Anda dapat mengunjungi situs Quarantine System for Entry, kemudian mengisi data informasi yang relevan dan menyelesaikan pembayaran secara daring. Setelah berhasil, maka sistem akan memberikan Anda kode reservasi kamar. Ini dapat menjadi bukti sebelum Anda terbang kembali ke Taiwan. Dan setelah tiba di Taiwan, Anda harus menandatangani deklarasi isolasi terpusat di bandara. Kemudian Anda dapat mengikuti instruksi yang ada, lalu menumpangi moda transportasi khusus pengendalian pandemi menuju tempat isolasi terpusat.”

Ketua CECC, Chen Shih-chung (陳時中) menyampaikan, kapasitas kamar isolasi yang kini disediakan oleh pemerintah seharusnya memenuhi permintaan warga Taiwan luar negeri yang ingin pulang merayakan Tahun Baru Imlek.

 

 

 

Penyiar

Komentar