Pandemi COVID-19, Kesadaran Warga Mengenakan Masker Kian Meningkat

  • 28 November, 2020
Pandemi COVID-19, Kesadaran Warga Mengenakan Masker Kian Meningkat

(Taiwan, ROC) --- Sudah hampir setahun masyarakat dunia berusaha memerangi kecamuk pandemi COVID-19. Warga global masih harus dihadapkan dengan gelombang penularan virus korona yang hingga hari ini masih memanas.

Berbagai macam protokol kesehatan sudah dan terus digalakkan oleh petinggi-petinggi dunia. Hal ini juga kian meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga sanitasi dan mengenakan masker medis.

Selain kekuatan peraturan wajib pemerintah, individu dan komunitas tidak boleh diabaikan dalam cara membuat orang benar-benar memakai masker untuk secara efektif mengekang penyebaran epidemi dan membuat orang sadar akan masalah lingkungan yang mungkin disebabkan oleh membuang masker.

Di tengah semakin meningkatnya kesadaran warga dunia untuk mengenakan masker, pemerintah di setiap negara juga harus berupaya menekan jumlah sampah masker yang dicemaskan dapat merusak lingkungan.

 

Pengeras Suara Berkeliling Guna Mengingatkan Pentingnya Mengenakan Masker

Jumlah kasus positif COVID-19 di Brasil telah mencapai angka 6,1 juta. Menjadikan Brasil sebagai negara ketiga dengan kasus COVID-19 tertinggi di dunia. Meski demikian, terdapat sebuah kota kecil di Brasil yang hingga hari ini tidak mencatat adanya kasus COVID-19.

Cedro do Abaete yang terletak di sebelah tenggara negara bagian Minas Gerais adalah satu-satunya dari 853 kota di Brasil, yang hingga hari ini tidak mencatat kasus COVID-19.

Warga yang bermukim di kota ini memiliki tingkat kesadaran yang tinggi untuk menerapkan protokol penanggulangan pandemi. Unit kesehatan setempat juga aktif mensosialisasikan langkah pencegahan epidemi.

Mereka menyewa sepeda motor salah satu warga, kemudian memasang pengeras suara, guna mengingatkan masyarakat untuk mengenakan masker selama jam-jam sibuk.

Warga yang membantu mengendarai sepeda motor tersebut, juga bangga dengan peran yang dilakoninya.

Flavio Rafael mengatakan, “Ini sangat penting. Karena orang-orang akan mendengarkan saya dan mengenakan masker, saat saya lewat.”

Di samping itu, unit kesehatan setempat juga akan berupaya semaksimal mungkin agar setiap warga dapat memperoleh masker dan memahami informasi kesehatan.

Pejabat Unit Kesehatan Cedro do Abaete, Cassia Maria dos Santos mengatakan, “Kami telah mendirikan tempat pembuatan masker, sehingga dapat membagikan masker kepada setiap orang. Ada juga sepeda yang dilengkapi pengeras suara, guna mengingatkan para warga. Kami juga mengundang para pakar untuk datang ke kota, agar para warga tidak meninggalkan kawasan ini.”

 

Dari Selatan ke Utara Prancis, Memungut 4000 Masker Bekas

Masker-masker pelindung tersebut ternyata juga mendatangkan permasalahan berikutnya. Selama masa pandemi ini, sampah masker pun kian bertambah. 2 warga di Prancis pun mencari akal untuk mengatasi permasalahan di atas. Sembari berjalan kaki, keduanya memungut sampah masker yang berserakan di atas tanah. Aksi mereka tersebut pun mengunggah perhatian warga setempat.

Mereka menghabiskan waktu hampir dua bulan dengan berjalan kaki, dari Kota Marseille di selatan Prancis hingga ke Kota Paris di kawasan utara. Mereka memulai perjalanan panjang ini semenjak tanggal 1 Oktober hingga 21 November 2020, dengan total perjalanan sepanjang 900 kilometer.

Selama perjalanan, mereka mengumpulkan lebih dari 4.500 lembar sampah masker. Mereka juga menyempatkan diri berinteraksi dan terus mempromosikan kepada warga sekitar.

Warga Prancis, Frédéric Munsch mengatakan, “Kami mewakili suara kedua warga tersebut. Ini juga masih banyak. Sehingga, sedikit warga yang membuang, hal ini tertutupi dengan warga yang memungut. Kami semua tahu untuk tidak membuang sampah sembarangan, tetapi keadaan ini masih sangat buruk. Jika setiap orang dapat memungut satu sampah, apa pun itu. Saya rasa kita semua akan hidup di tempat yang lebih bersih. Jika ingin bahagia, maka kita harus hidup di lingkungan yang asri.”

Saat ini pandemi COVID-19 di seluruh dunia masih memanas. Diharapkan seluruh warga dapat terus memenuhi protokol kesehatan, guna menekan angka penularan. Sebelum vaksin benar-benar diluncurkan, diimbau setiap orang untuk menjalankan kewajiban penanggulangan epidemi.

 

Penyiar

Komentar