Pola Diet “168”, Program Menurunkan Berat Badan yang Tengah Naik Daun

  • 12 September, 2020
  • Yunus Hendry
Pola Diet “168”, Program Menurunkan Berat Badan yang Tengah Naik Daun

(Taiwan, ROC) --- Program diet 168 akhir-akhir ini santer terdengar. Ini merupakan metode penurunan berat badan yang sangat popular akhir-akhir ini. Bahkan para selebritas pun ikut mencoba program diet 168.

Sesuai namanya, pola diet 168 hanya memperbolehkan sang pelaku diet menyantap makanan dalam kurun waktu 8 jam. 16 jam yang tersisa diharuskan untuk berpuasa dan hanya diizinkan untuk mengasup cairan air putih, teh atau kopi.

Pola diet 168 dipercaya dapat meningkatkan kadar glikogen dalam tubuh manusia, yang berfungsi untuk membakar kalori atau lemak.

Namun demikian, pola diet ini tidak cocok untuk semua kalangan, misal mereka yang memiliki keluhan diabetes, hipertensi dan penderita penyakit ginjal.

Artis Taiwan, Rainie Yang (楊丞琳) akhir-akhir ini membagi pengalaman suksesnya menjalankan program diet 168, yang berhasil menurunkan berat badannya sebesar 6KG selama 2 bulan.

Rainie Yang juga mengubah menu makanannya, misal nasi putih menjadi ubi. Setelah bangun pagi, ia pun mulai mengasup makanan.

Pelaku pola diet 168 hanya memiliki waktu 8 jam dalam sehari untuk menyantap makanan. 16 jam berikutnya, mereka hanya diizinkan untuk mengasup air putih, teh atau kopi.

Hal ini dipercaya efektif membakar kalori atau lemak dalam tubuh.

Misalnya, jika Anda memulai dari jam sembilan pagi, berarti Anda hanya diperbolehkan makan hingga jam lima sore. Setelah jam 5 sore hingga jam sembilan pagi keesokan harinya, Anda hanya diperbolehkan mengasup air, kopi dan teh. Namun pola diet juga tidak dianjurkan bagi mereka penderita obesitas.

Ahli gizi, Chang Si-lan (張斯蘭) mengatakan, “Dalam kurun waktu 1,5 bulan, ia kurus sebanyak 36 KG. Rambutnya mengalami kerontokan yang serius dan kualitas tidur memburuk.”

Bagi penderita diabetes, tidak dianjurkan mengikuti pola diet ini. Tidak mengasup makanan dalam waktu yang panjang dapat menurunkan gula darah.

Dan bagi penderita hipertensi, juga tidak cocok menjalankan program ini. Berpuasa dalam waktu yang panjang, dapat menurunkan tekanan darah yang dicemaskan akan berujung pada terjadinya serangan stroke.

Ahli gizi, Chang Si-lan (張斯蘭) menambahkan, “Penderita penyakit ginjal rentan kehabisan protein. Pada dasarnya, kadar protein monomernya akan mudah turun. Jika menerapkan pola diet 168, asupan kalorinya tidak mudah tercukupi. Hal ini mudah membuat Anda kekurangan asupan gizi.”

Jika tidak menjalankan pola hidup sehat, maka program diet 168 ini juga akan sia-sia. Disarankan kepada kita untuk senantiasa menjalankan kebiasaan pola hidup sehat, dengan memperhatikan menu makanan dan rajin berolahraga.

Komentar