:::

RTI Radio Taiwan InternationalRhinella Marinus

  • 02 December, 2021
Galeri
Rhinella Marinus
Galeri
Rhinella Marinus

Katak tebu (Rhinella marinus) yang memiliki ukuran fisik besar ini adalah spesies yang sangat beracun. Katak ini adalah salah satu dari 100 spesies yang memiliki sifat invasi tinggi.

Tanpa diduga, katak tebu ini pun mulai bermunculan di alam liar kawasan Caotun, Nantou pada bulan November lalu. Tidak tanggung-tanggung, jumlah katak ini dilaporkan mencapai 200 ekor.

Peneliti memperkirakan bahwa populasinya akan bertambah, mengingat katak ini memiliki sedikit musuh yang dapat memangsanya. Bahkan, seekor anjing di kawasan Caotun dilaporkan tiba-tiba tewas setelah sempat menjilat lapisan luar kulit katak tebu.

Katak tebu yang berasal dari kawasan Amerika Tengah dan Selatan ini memiliki bentuk fisik dengan panjang sekitar 15cm, atau 2 hingga 3 kali lebih besar dari katak asli Taiwan. Katak ini bertelur lebih dari 1 kali dan dapat bertahan hidup hingga 15 tahun lamanya.

Pada zaman dahulu, katak tebu dimanfaatkan untuk mengendalikan hama di ladang pertanian. Ketika berhadapan dengan musuh, katak tebu biasanya akan menyemprotkan racun kepada pihak lawan. Katak ini sangat beracun, bahkan hewan predator bisa mati karena memakannya. (Sumber Foto: TVBS News)

 

Penyiar

Komentar