Tahun Baru Imlek

  • 19 November, 2020
  • Yunus Hendry
Tahun Baru Imlek
Tahun Baru Imlek

Menjelang datangnya perayaan Tahun Baru Imlek mendatang, banyak pengusaha Taiwan yang kini berada di luar negeri mengutarakan harapannya, agar pemerintah dapat mempersingkat waktu karantina yang harus dijalani saat kembali ke Taiwan.

Selaku Ketua Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Chen Shih-chung (陳時中) menyampaikan, pihaknya tidak akan mengurangi waktu karantina, mengingat kondisi pandemi COVID-19 yang hingga hari ini masih memanas.

Beliau pun mengimbau kepada para pengusaha untuk kembali ke Taiwan lebih awal, guna merayakan Tahun Baru Imlek.

Guna menekan angka penularan COVID-19 di Taiwan, CECC telah mengumumkan "Proyek Pencegahan Epidemi Musim Gugur dan Dingin" pada tanggal 18 November 2020 kemarin.

Terhitung tanggal 1 Desember 2020, seluruh pelancong yang ingin bertandang ke Taiwan wajib menyertakan hasil tes negatif PCR, yang dilakukan tiga hari sebelum jadwal penerbangan.

Di samping itu, CECC juga memberlakukan ketentuan yang mewajibkan penggunaan masker di 8 kawasan utama, serta mendorong tim di instansi kesehatan (rumah sakit dan klinik) untuk memperketat pengawasan.

Dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun radio, Chen Shih-chung menyampaikan, banyak orang beranggapan bahwa suhu udara memiliki keterkaitan langsung dengan penyebaran virus.

Namun, hasil pengamatan dari tim CECC membantah semua itu. CECC menyimpulkan bahwa suhu udara tidak memiliki efek langsung terhadap penularan virus COVID-19, melainkan udara dingin akan meningkatkan kemungkinan manusia untuk berkumpul di ruang tertutup dalam jangka waktu yang lama. Hal ini-lah yang dicemaskan dapat mempercepat penyebaran virus korona. (Sumber Foto: CNA News)

 

Komentar