close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Manusia & Teknologi - 2023-06-29

  • 29 June, 2023

Info pekan ini 

~Taiwan adopsi 3 hari libur? Bagaimana dengan negara lain

Taiwan baru-baru ini viral terkait sebuah survey daring dalam sebuah proposal yang berbunyi “ Jadikan Taiwan sebagai negara pertama di Asia untuk Libur 3 hari per pekan “, dan selain itu penerapan “ Revisi Pasal 30 UU standar perburuhan dalam mengurangi jam kerja mingguan. ” saat ini telah ada lebih dari 5000 orang yang telah mendukung gerakan ini dengan membubuhkan tanda-tangan digital. Pemerintah diminta untuk menanggapi dengan jatuh tempo pada tanggal 26 Juni 2023 mendatang, sontak berita ini menjadi hangat seantero Taiwan, bagaimana dengan implementasinya di luar negeri? 

Dilansir dari CNBC, tren libur 3 hari per minggu telah melanda dunia, puluhan negara termasuk Irlandia, Inggris dan Spanyol telah mencoba penerapan metode ini dan telah mencapai hasil yang positif. Berbagai perusahaan di negara Inggris siap dalam mencoba sistem ini dan telah berhasil meningkatkan produktivitas, etos moral, dan bahkan kultur dalam ruang lingkup pekerjaan. 

Menurut karyawan yang telah berpartisipasi dalam percobaan ini, mereka mengatakan lebih memiliki banyak waktu pribadi, mengurangi kelelahan dan tentunya meningkatkan taraf hidup yang lebih baik. Meskipun tidak ada negara yang secara resmi telah mengadopsi sistem liburan minggu 3 hari, berbagai kasus dari beberapa negara masih layak untuk dijadikan sebagai referensi bagi Taiwan, berikut kondisi implementasi dari ketiga negara dibawah ini, Inggris, Islandia dan Jepang. 

60% karyawan mengatakan bahwa tekanan yang diakibatkan oleh pekerjaan telah berkurang, dan Inggris berencana untuk memperpanjang jam istirahat mingguan selama 3 hari untuk mencobanya. Dilansir dari laporan The Guardian, South Cambridgeshire District Council di Inggris akan memulai sistem uji coba tiga hari libur untuk 450 karyawan yang telah dimulai per bulan Januari 2023, mereka dapat memilih berbagai hari libur, misal senin atau jumat, dan gaji pokok tidak berubah. 

Setelah 3 bulan percobaan, ditemukan bahwa 60% karyawan mengatakan bahwa tekanan pekerjaan mereka berkurang dan hari libur akan dihabiskan bersama keluarga dan teman, atau terlibat dalam kegiatan lainnya yang belum pernah mereka lakukan. Hasil survei juga menunjukkan bahwa 90% karyawan berharap agar metode ini dapat terus dilanjutkan. 

Ketua Dewan Uni Eropa Liz Watts mengatakan bahwa ada tanda-tanda peningkatan kapasitas staf dan bahwa uji coba 3 hari libur per pekan saat ini sedang dipertimbangkan untuk diperpanjang dengan durasi 12 bulan, ujar Liz Watts pada sebuah pertemuan Komite Tinjauan Strategi dan Sumber Daya Dewan Kota Cambridge. Manajer projek ini Joe Ryle berkata : “ keberhasilan eksperimen South Cambridgeshire adalah sebuah momen sejarah dan berharap dapat dijadikan sebagai model untuk diikuti oleh dewan di distrik lain.” 

Lalu bagaimana nasib dengan karyawan baru, tidak sedikit yang menyatakan bahwa kurang percaya diri mampu menyelesaikan tugas perminggu hanya dalam kurun waktu sistem percobaan 3 hari libur per pekan. Untuk pekerja paruh waktu, meski dengan pengurangan jam kerja sebanyak 20% yang ternyata telah menimbulkan antusiasme yang tidak positif bagi metode ini. Dewan distrik berharap masalah ini agar dapat diselesaikan di masa mendatang sembari menghemat biaya dengan menyederhanakan proses rekrut. 

Namun cerita yang cukup berbeda untuk uji coba yang dilakukan di Islandia, dari tahun 2015 ~ 2019 pemerintah Islandia telah menerapkan libur mingguan 3 hari dengan total 2500 Karyawan yang telah berpartisipasi sejauh ini, dengan hasil yang cukup memuaskan dan bahkan menjadi sebuah pilot projek terbesar di dunia sejauh ini. 

Karyawan yang berpartisipasi mengatakan bahwa eksperimen tersebut meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas mereka, dengan begitu keseimbangan akan kehidupan pribadi dan ruang lingkup pekerjaan menjadi lebih optimal. 

Seorang Manajer riset Organisasi Nirlaba ( NGO ) 4 Day Week Global, Alex Soojung-Kim Pang menyebutkan bahwa pada tahun 2022, hampir 90% anggota serikat pekerja Islandia memiliki hak untuk meminta majikan mereka dalam mempersingkat jam kerja. Namun Alex menambahkan bahwa diperlukan pendekatan dan proses yang sangat panjang untuk dapat melahirkan metode ini. Terlebih dalam sektor swasta yang telah melihat negosiasi terkait jam kerja yang lebih pendek adalah sebuah keuntungan yang akan berimpak pada biaya operasional sebuah perusahaan. 

Dua Perusahaan Jepang telah secara resmi menerapkan libur minggu sebanyak 3 hari, dimana banyak negara lain juga telah bereksperimen dengan metode yang sama. Politisi Partai Demokrat Liberal Jepang, Kuniko Inoguchi menjabarkan bahwa liburan mingguan tiga hari dalam pedoman kebijakan ekonomi telah diusung semenjak tahun 2021. 

Beberapa perusahaan di Jepang yang juga telah bereksperimen dengan regulasi ini telah memulai sejak beberapa tahun yang lalu, misal : Microsoft Jepang yang telah menerapkan kebijakan ini semenjak tahun 2019 dan Panasonic pada tahun 2022. Melihat potensi ini beberapa perusahaan asal Jepang juga telah mengikuti jejak ini termasuk Mizuho Bank dan Konsultan reformasi bisnis Cross River. 

Selama beberapa dekade tiga hari libur per pekan menjadi sesuatu yang dilecehkan bahwa dianggap sebagai sebuah regulasi yang mustahil, namun jaman telah berubah, setelah uji coba di Inggris, Islandia, dan Jepang yang telah mendapatkan nilai positif ternyata telah melahirkan sebuah konsep yang baru terkait hal ini. Nilai lebih dan keuntungan yang didapatkan dari 4 hari kerja per pekan jauh lebih banyak ketimbang kerugian finansial, karyawan dapat bekerja lebih giat, kelelahan serta faktor stress dapat ditekan seminimal mungkin, dan berbagai faktor lainnya, yang tentunya dapat menambahkan faktor positif bagi regulasi ini.

 

 

~ Pasar Ponsel bekas meningkat, penjualan terbanyak di dahului Apple. 

 

Dampak pandemi tambah dengan umur sebuah ponsel yang rata-rata dapat digunakan secara optimal dengan kisaran 36~42 bulan membuat para konsumen mencari opsi lain selain membeli produk baru, luasnya pangsa pasar ponsel bekas secara tidak langsung telah membatasi pertumbuhan produksi Smartphone yang disinyalir tidak akan kembali dengan jumlah penjualan ke pra-pandemi. 

Dilansir dari Technews.tw yang menunjukkan sebuah penelitian TrendForce telah menghitung pasar ponsel bekas dapat mencapai di angka 167 juta unit pada tahun 2022, angka ini terhitung sekitar 11% dari keseluruhan pasar. Tiongkok yang masih menjadi pengekspor penjualan terbesar dan kemudian diikuti oleh Eropa. Pada saat ini pasar India yang telah berkembang pesat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir telah membawa sebuah demografis yang luar biasa, penjualan ponsel bekas India akan berpeluang menyamai pangsa pasar Tiongkok pada tahun 2026 mendatang. 

Apabila dilihat dari segi merek, pada tahun 2022 Apple mencatat penjualan tertinggi dengan kisaran 45~50% dan Samsung akan menempati peringkat kedua dengan prosentase sebanyak 25~30% untuk pangsa penjualan ponsel bekas. 

Maraknya pasar ponsel bekas dalam beberapa tahun ini disebabkan oleh dorongan permintaan dari negara-negara berkembang, selain itu juga kesulitan tinggi dalam inovasi perangkat keras dan perangkat lunak untuk merek ponsel pintar baru, dengan begitu keinginan konsumen untuk berganti ponsel juga menjadi lebih rendah. 

Berbagai promosi yang tengah dimarakkan misal : Old-for-New yang ditawarkan dari berbagai penyedia produk tidak hanya dapat merangsang penjualan ponsel baru, tetapi juga dapat mendaur ulang ponsel lama ke dalam pasar kelas menengah. Selain itu juga dapat digunakan sebagai model peralihan dari ponsel pintar kelas bawah di negara berkembang. Selain itu dikarenakan profitabilitas yang baik dari pasar ponsel bekas, semakin banyak juga perusahaan E-Commerce yang semakin tertarik untuk bergabung dalam pangsa pasar ini dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. 

Perlu diungkit bahwa kelebihan kapasitas komponen utama di dunia Smartphone adalah alasan lain yang dapat mempengaruhi perpanjangan siklus pergantian bagi sebuah produk. Menurut TrendForce Chip Prosesor yang terus mengejar pembaruan, kedua adalah perkembangan penyimpanan dan transmisi data DRAM seluler pada smartphone yang kian canggih, dalam hal ini ponsel yang berbasis Android terus meningkatkan kapasitas andalan yang berdiri sendiri dengan alasan pertimbangan pemasaran. 

Ketiga adalah ketika merek ponsel berkomitmen untuk meningkatkan perangkat lunak dan perangkat keras, baik dari fungsi lensa, kualitas gambar yang semakin canggih dan secara langsung membedakan kelas antara produk ponsel lainnya. 

Dari sudut pandang ini, fungsi kamera yang sudah hampir tergantikan oleh ponsel dalam kehidupan sehari-hari, keempat adalah kualitas tampilan gambar ponsel yang semakin canggih. 

Alasan terakhir mengapa penjualan produk smartphone baru yang kian menurun adalah kelebihan pasokan panel dan memori yang besar selama beberapa kuartal, hal ini berdampak langsung kepada harga penjualan, faktanya harga jual dari setiap merek mengalami penurunan yang signifikan. 

Dari penjabaran diatas dapat kita simpulkan bahwa penerapan berbagai perangkat dan desain smartphone dapat berdampak bagi siklus sebuah ponsel, dan hal inilah yang membuat pangsa pasar ponsel bekas kian berkembang. 

 

 

Pantau terus yows.. 

Penyiar

Komentar