Pasien Penderita Kanker Lambung di Taiwan Kian Muda, Dalam Setahun Ada 2.300 Warga di Taiwan yang Meninggal Karena Kanker Lambung

  • 04 August, 2020
  • Yunus Hendry
Pasien Penderita Kanker Lambung di Taiwan Kian Muda, Dalam Setahun Ada 2.300 Warga di Taiwan yang Meninggal Karena Kanker Lambung

(Taiwan, ROC) --- Menilik data statistik Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), dalam beberapa tahun terakhir jumlah kematian yang diakibatkan oleh kanker lambung kian meningkat.Dari 10 jenis kanker yang paling mematikan di Taiwan, kanker lambung diketahui berada di peringkat ke tujuh.

Setiap tahunnya ada sekitar 2.300 kasus kematian yang diakibatkan penyakit ini. Apalagi sekarang, usia penderita kanker lambung kian belia. Rumah sakit National Taiwan University (NTU) sebelumnya pernah menangani kasus kanker lambung yang diderita oleh pasien berusia 17 tahun.

Gaya hidup masyarakat modern disinyalir menjadi salah satu factor mengapa angka penderita kanker lambung terus mengalami peningkatan. Beberapa kebiasaan dianggap menjadi pemicu munculnya kanker lambung; meliputi begadang, stress, berlebihan mengonsumsi kopi, rokok dan minuman beralkohol.

Beberapa orang pada mulanya akan mengonsumsi obat pereda nyeri guna menekan rasa sakit. Akumulasi rasa sakit tersebut jika tidak segera diobati, maka ditakutkan dapat berkembang menjadi penyakit lambung kronis atau bahkan kanker lambung.

Dokter Gastroenterology & Hepatology Rumah Sakit St. Martin De Porres, Luo Qing-chi (羅清池) mengatakan, “Pasien yang memiliki kebiasaan merokok, minum kopi, alkohol dan teh. Karena iritasi jangka panjang tersebut dapat menyebabkan ulkus peptikum. Dan yang kedua adalah mereka yang mengonsumsi obat pereda nyeri dalam jangka panjang.”

“Keluhan sindrom iritasi usus besar terjadi pada rentang usia 20-30 tahun. Untuk kategori 40-50 tahun, sering terjadi keluhan ulkus peptikum atau (nyeri) di usus 12 jari. Dan untuk rentang usia di atas 60 tahun, yang paling banyak ditemukan adalah kanker usus besar”, lanjut Luo Qing-chi.

Bagi mereka yang memiliki keluhan sakit pada lambung dalam periode jangka panjang, dokter menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan pihak yang kompeten. Diimbau untuk tidak berlebihan dalam mengonsumi obat pereda nyeri. Di samping itu juga disarankan kepada masyarakat luas untuk memulai gaya hidup yang lebih sehat; misal makan teratur, tidur tepat waktu, jangan berlebihan mengonsumsi kopi, teh, minuman beralkohol dan menghindari kebiasaan merokok.

 

Komentar