Malu Mengenakan Payung di Bawah Terik Matahari, Jumlah...

  • 15 July, 2020
  • Yunus Hendry
Malu Mengenakan Payung di Bawah Terik Matahari, Jumlah Laki-Laki...

(Taiwan, ROC) --- Belakangan ini suhu panas di Taiwan kembali mencetak rekor. Hampir di sebagian besar wilayah di Taiwan, suhu di siang hari berada di kisaran 35C. Jumlah warga yang dilarikan ke rumah sakit karena terserang hawa panas (heatstroke) pun telah melampaui angka 1000 orang.

Dari angka tersebut, jumlah pria yang menderita heatstroke diketahui meningkat 3 hingga 4 kali lipat dibandingkan perempuan. Tim dokter menyampaikan, pekerjaan luar ruangan (outdoor) yang rata-rata didominasi kaum pria menjadi salah satu faktor penyebab. Di samping itu, keengganan kaum pria mengenakan payung di bawah terik matahari, disinyalir menjadi faktor penentu.

Dokter menyarankan kepada para warga untuk tidak berada di bawah terik matahari lebih dari 30 menit. Selain itu, juga diimbau untuk sesering mungkin mengonsumsi air putih dan mengenakan topi.

Menggenakan payung disinyalir dapat melindungi tubuh dari paparan sinar ultraviolet dan membuat diri terhindar dari serangan hawa panas (heatstroke).

Ketua Pusat Penanggulangan Serangan Hawa Panas (heatstroke), Pauling Chu (朱柏齡) mengatakan,“Karena pekerjaan outdoor rata-rata didominasi oleh kaum pria. Faktor kedua adalah kaum pria lebih jarang yang menggunakan payung. Saya berjalan selama setengah jam sambal mengenakan payung. Rasanya benar-benar berbeda. Hasilnya tidak begitu berkeringat.”

Ketua Pusat Penanggulangan Serangan Hawa Panas (heatstroke), Pauling Chu mengatakan,

“Jika di bawah terik matahari, setiap setengah jam akan meningkat sebesar 50C. Jika Anda berada di dalam mobil dan tertidur, seperti katak hidup yang direbus perlahan-lahan (anekdot). Jika (suhu) sangat panas, Anda tidak dapat bangun jika Anda telah tertidur.”

Diimbau kepada kaum pria untuk berani dan jangan merasa malu untuk mengenakan payung di bawah terik matahari, guna menghindari diri terkena serangan hawa panas.

Komentar