Dampak Pandemi COVID-19, Simpanse dan Gajah Penghuni Kebun...

  • 17 June, 2020
  • Yunus Hendry
Dampak Pandemi COVID-19, Simpanse dan Gajah Penghuni Kebun...

(Taiwan, ROC) --- Untuk menekan risiko seseorang tertular COVID-19, beberapa negara di dunia mengambil kebijakan "lockdown". Namun, keputusan tersebut terpaksa harus berimbas pada kelangsungan hidup cagar alam yang dihuni oleh aneka ragam satwa. Beberapa kebun binatang dunia dilaporkan menderia kerugian yang tidak sedikit, dan bahkan hewan-hewan seperti simpanse serta gajah harus menghadapi krisis kekurangan pasokan makanan.

Cagar alam Tacugama Chimpanzee Sanctuary di Republik Sierra Leone Afrika Barat ini, dihuni oleh satwa simpanse yang merupakan hewan dilindungi.

Cagar alam yang terletak di Ibukota Freetown ini telah menampung 96 satwa simpanse yang sebelumnya sempat memperoleh tindakan penyiksaan atau terpaksa menjadi yatim piatu setelah orang tua mereka diburu. Cagar alam biasanya memperoleh pemasukan dari tiket wisata para pengunjung.

Namun dalam dua bulan terakhir, langkah-langkah blokade ketat dari pemerintah setempat, telah mempengaruhi pendapatan cagar alam tersebut.

Manajer Cagar Alam Simpanse, Aram Kazandjian mengatakan, "Kami harus menutup pintu, melarang wisatawan masuk. Yang mana hal memberikan dampak besar bagi kami. Kami masih harus memberi makan 96 ekor simpanse dan harus membayar gaji 40 karyawan. Di samping itu kami juga harus merawat area cagar alam."

Tidak hanya simpanse, objek-objek wisata di Chiang Mai, Thailand, juga terpaksa ditutup karena kecamuk pandemi. Hal ini mengakibatkan gajah-gajah harus kehilangan pekerjaan. Demi melangsungkan kehidupan, mereka pun harus kembali ke kampung halaman.

Namun, gelombang migrasi gajah-gajah tersebut, ternyata juga mendatangkan permasalahan lainnya bagi penduduk setempat.

Ketua Asosiasi Aliansi Gajah Thailand, Theerapat Trungprakan mengatakan, "Beberapa gajah berkeliaran di malam hari dan memasuki area pertanian. Hal ini dapat mengakibatkan, apa yang kami sebut sebagai konflik antar gajah dengan manusia."

Di samping itu, dampak pandemi juga berpengaruh terhadap kelangsungan kebun binatang di beberapa negara. Banyak kebun binatang kehilangan pemasukan dan terpaksa tutup. Mereka harus mengupayakan berbagai cara untuk mencari dana, guna terus memberi makan hewan-hewan yang menghuni kebun binatang mereka. Pakar konservasi mengingatkan, jika hewan-hewan tersebut tidak menerima bantuan darurat, maka mereka mungkin harus menghadapi krisis kelaparan.

 

Komentar