Larangan Duduk di Aula TMS akan Diberlakukan Selamanya?

  • 21 May, 2020
  • Yunus Hendry
Larangan Duduk di Aula TMS akan Diberlakukan Selamanya?

(Taiwan, ROC) --- Di tengah kecamuk pandemi COVID-19, pihak perkeretaapian Taiwan (TRA) melarang untuk duduk di aula Taipei Main Station (TMS). Larangan tersebut, telah berdampak bagi para Pekerja Migran Asing (PMA) yang biasanya akan berkumpul di kala akhir pekan tiba. PMA asal Indonesia menyampaikan duduk lesehan merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia. Dan jika larangan ini akan diberlakukan selamanya, mereka berharap pemerintah dapat menyediakan tempat yang layak untuk berkumpul dan melepas penat.

Setiap tahunnya, ketika perayaan Idul Fitri tiba, puluhan ribu Umat Muslim akan berkumpul di kawasan ini. Namun, pihak TRA berencana untuk melarang kegiatan duduk-duduk di aula TMS hingga waktu yang tidak ditentukan. Keputusan tersebut membuat sebagian PMA bingung untuk mencari lokasi berkumpul berikutnya.

Pekerja Migran Indonesia mengatakan, "Di sana ada toko-toko Indonesia dan restoran Indonesia yang sesuai dengan budaya kami. Suka berkumpul dan duduk di lantai sembari ngobrol dan makan ringan."

Bagi mayoritas PMI, TMS adalah lokasi yang strategis. Di samping itu, aula TMS juga nyaman dan terlindungi dari sinar matahari serta air hujan.

Wakil Sekjen Global Workers' Organization, Taiwan, Zhou Si-yu (周思妤) mengatakan, "Sangat tidak praktis. Karena mereka tidak mudah untuk bisa beristirahat (libur). Mereka berharap di hari libur tersebut dapat bersama dengan teman-teman melepaskan penat di kala bekerja. Mungkin (pemerintah) Taiwan dapat mengimbau mereka untuk menuju kawasan lain atau tempat yang luas lainnya."

Kebijakan untuk melanjutkan larangan duduk di aula TMS belum diputuskan. Di tengah wabah epidemi saat ini, tetap diimbau kepada seluruh warga untuk senantiasa menjaga jarak, guna menekan angka penyebaran epidemi.

Komentar