Kondisi Penjara yang Penuh Sesak Dicemaskan akan Menjadi Celah..

  • 08 May, 2020
  • Yunus Hendry
Kondisi Penjara yang Penuh Sesak Dicemaskan akan Menjadi Celah...

(Taiwan, ROC) --- Angka penularan pandemi COVID-19 di beberapa negara memperlihatkan kecenderungan yang kian melambat. Bahkan negara-negara di dunia yang sebelumnya sempat terdampak parah, kini mulai menggerakkan roda perekonomiannya secara bertahap. Namun demikian, kondisi penjara yang penuh sesak, mengundang perhatian besar dari khalayak luas. Jika para tahanan tidak memperoleh jaminan sanitasi yang baik, maka kondisi di dalam penjara ditakutkan akan menjadi celah penyebaran epidemi virus korona berikutnya.

Marion Correctional Institute adalah sebuah penjara yang terletak di kawasan Marion, Ohio, Amerika Serikat. Jumlah tahanan yang terinfeksi virus korona di penjara ini, telah mencapai angka 2.500. Atau dengan kata lain ada sekitar 80% penghuni penjara telah tertular wabah COVID-19. Marion Correctional Institute menjadi institusi lembaga permasyarakatan yang memiliki jumlah kasus virus korona terbanyak di Amerika Serikat. Warga setempat pun berkumpul di luar penjara dan meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan kondisi para tahanan.

Ibunda salah seorang tahanan mengatakan, “Terlepas dari apa yang mereka butuhkan, mereka tidak bisa memperolehnya. Misal hal kesehatan atau perawatan medis. Pihak penjara telah menutup tempat penjualan barang sehari-hari, sehingga mereka tidak bisa membeli barang-barang pribadi.”

Menurut statistik, populasi penjara AS adalah sekitar 2,3 juta, dan itu adalah negara dengan populasi penjara terbesar di dunia. Menurut sekelompok pakar peradilan pidana dan data universitas, pada tanggal 3, ada lebih dari 13.000 tahanan dan lebih dari 5.000 di Amerika Serikat. Petugas pemasyarakatan yang dites positif COVID-19. Ancaman yang ditimbulkan pneumonia Wuhan terhadap populasi penjara Amerika tidak bisa diabaikan.

Menurut data statistik, jumlah tahanan di seluruh penjara Amerika Serikat mencapai 2,3 juta orang. Ini merupakan negara dengan populasi tahanan terbanyak di dunia. Menilik informasi yang dihimpun pakar pidana, hingga tanggal 3 Mei 2020, telah ada 5.000 sipir penjara di seluruh Amerika Serikat yang dikonfirmasi positif tertular virus korona. Angka yang tidak kecil tersebut, membuat banyak pihak mencemaskan, akan kemungkinan lingkungan penjara menjadi celah dalam penanggulangan COVID-19 kali ini.

Selain di Amerika Serikat, aksi protes serupa juga terjadi di Amerika Selatan, yakni Kolombia. Anggota keluarga narapidana turun ke jalan, menuntut agar pihak berwenang memperbaiki kondisi sanitasi di dalam tahanan. Aksi kerusuhan bahkan terjadi di dalam sel penjara di Peru. Mereka menuntut kepada pihak petinggi setempat untuk meningkatkan perawatan medis di dalam penjara. Peristiwa keributan di Peru harus berujung pada tewasnya beberapa tahanan. Beberapa negara di dunia juga telah memberlakukan langkah pencegahan di dalam penjara, seperti mengambil sampel penghuni sel dan menerapkan prosedur isolasi. Pihak luar menyerukan agar otoritas berwenang lebih memperhatikan jaminan perlindungan kesehatan masyarakat, terutama di dalam kondisi yang penuh sesak seperti penjara.

 

Komentar