Kampus

  • 23 March, 2020
  • Yunus Hendry
Kampus. (Sumber Foto: CNA News)

(Taiwan, ROC) --- Wabah COVID-19 yang merebak di kawasan Republik Rakyat Tiongkok, telah memaksa warga mereka untuk mengisolasi diri di dalam rumah selama 1 bulan penuh. Selama periode isolasi tersebut, sebagian besar masyarakat harus menghabiskan waktu 24 jam bersama orang terkasih, baik pacar, orang tua bahkan pasangan masing-masing. Tidak sedikit dari mereka yang mengeluh memiliki konflik dengan pasangan hidup masing-masing, selama proses isolasi berlangsung. Beberapa dari mereka pun mulai mengajukan permintaan untuk bercerai. Salah satu otoritas di Distrik Minhang Kota Shanghai menyampaikan, bahwa jadwal proses perceraian telah penuh hingga pertengahan bulan April mendatang.

Meningkatnya wabah COVID-19, membuat masyarakat RRT terpaksa harus mengisolasi diri di dalam rumah selama berhari-hari. Selama proses isolasi ini, mereka pun dilarang berada ke luar ruangan. Sebuah pertanyaan di situs Weibo yang berbunyi “Hal apa yang ingin Anda lakukan, setelah wabah ini berakhir?”, ternyata mendapat respons yang besar dari warganet setempat. Dan tanpa diduga, banyak netizen yang menjawab bahwa hal pertama yang ingin mereka lakukan adalah “bercerai”.

Media RRT mewartakan, setelah Kantor Registrasi Pernikahan untuk Kota Xi’an kembali bekerja pada tanggal 2 Maret 2020 silam, jadwal permintaan warga setempat untuk mengajukan perceraian langsung membludak.

Situasi serupa ternyata juga terjadi Kota Shanghai. Sebuah platform daring pelayanan publik setempat juga mencatat permintaan bercerai yang diajukan oleh beberapa Distrik di Shangai telah penuh hingga akhir bulan Maret. Bahkan untuk Distrik Minhang, permintaan proses perceraian harus menunggu hingga tanggal 15 April 2020 mendatang.

Komentar