Keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle Keluar dari Jajaran..

  • 17 January, 2020
  • Yunus Hendry
Keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle Keluar dari Jajaran Anggota Kerajaan Membuat Dunia Terkejut. (Sumber Foto: Google)

(Taiwan, ROC) --- Anggota Kerajaan Britania Raya Pangeran Harry beserta sang istri Meghan Markle memberikan pengumuman yang mengejutkan. Melalui akun Instagram, mereka menuliskan akan mundur dari jajaran “senior” anggota kerajaan dan bekerja secara mandiri, untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka. Selan itu, mereka akan menetap di 2 kawasan dalam waktu bersamaan, yakni Inggris dan Amerika Utara.

Menurut media berita Inggris, BBC, pernyataan tersebut diumumkan tanpa melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan anggota kerajaan lainnya, meliputi sang Ratu maupun Pangeran William. Istana Buckingham juga telah menyatakan kekecewaan mereka. Pernyataan dari Pangeran Harry beserta sang istri, dinilai dapat membahayakan prinsip dari anggota kerajaan lain.

Dalam sebuah wawancara pada bulan Oktober tahun 2019 lalu, sepasang suami istri tersebut mengaku bahwa mereka berada di bawah tekanan yang luar biasa, sebagai anggota keluarga kerajaan. Meghan Markle mengeluarkan pernyataan yang berbunyi, “Dengan hanya bertahan, sepertinya tidak cukup”. Pangeran Harry pun mengaku, untuk pertama kalinya ia sempat berselisih paham dengan Pangeran William.

Dalam status yang diunggah di akun Instagram, keduanya mengaku ini adalah keputusan yang bulat, yang telah dipikirkan dan didiskusikan selama beberapa bulan terakhir.

 “Kami bermaksud untuk menarik diri dari anggota senior keluarga kerajaan dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan finansial kami. Di saat yang sama, kami akan terus mendukung Ratu”.

Yang dimaksud dengan dukungan kepada Ratu, adalah mendukung Ratu untuk terus melanjutkan tugasnya, melindungi dan memimpin persemakmuran warga Inggris.

Pada saat yang sama, mereka juga ingin menyeimbangkan kehidupan antara di Inggris dan Amerika Utara. “Dengan menjalankan kehidupan di 2 tempat yang seimbang, akan memungkinkan putra putri kami untuk mengikuti tradisi keluarga kerajaan sembari memberikan ruang baru bagi keluarga kami. Hal ini meliputi pendirian badan amal yang ingin kami bangun”.

Menurut laporan dari keluarga terdekat kerajaan, Pangeran Charles baru saja ingin menggelar negosiasi dengan Pangeran Harry dan Meghan Markle, namun keduanya telah membuat pernyataan, yang menjadi headline di mana-mana.

Situs resmi Pangeran Harry dan Meghan Markle, secara terpisah membuat pernyataan resmi. Keduanya mempertanyakan kredibilitas media kerajaan dan mengisyaratkan bahwa mereka lebih ‘bersemangat’ menjalin kerja sama dengan wartawan muda dari media profesional di luar.

Mereka juga tidak akan berpartisipasi dalam kolom artikel dari media resmi kerajaan. Yang mana tradisi tersebut memungkinkan grup jurnalis di kantor-kantor media tertentu untuk  menjangkau anggota keluarga kerajaan.

Media BBC mewartakan kekecewaan yang datang dari anggota keluarga kerajaan sangat lah besar. Tidak ada pemberitahuan kepada mereka, tentu akan memberikan pukulan berat bagi keluarga kerajaan. Wartawan BBC, Jonny Dymond merasa ini merupakan perselisihan pribadi antar pihak Pangeran Harry dan sang Istri Meghan Markle dengan tubuh kerajaan”.

Juru bicara Istana Buckingham mengatakan isu pemunduran jabatan keduanya masih terlampau dini untuk dibahas. Pihak Istana tentu berharap mereka berdua dapat mengambil jalur pendekatan yang lain.

Pada masa liburan Natal tahun 2019, Harry dan Meghan tidak berada di Inggris. Mereka berdua membawa putra mereka yang masih berada di bawah umur, untuk berlibur di Kanada selama 6 minggu. Mereka kembali ke Inggris pada pekan lalu, dan mengumumkan berita mengejutkan pada hari Rabu 8 Januari 2020.

Media memperkirakan, Keputusan Harry dan Meghan tersebut didasari kelahiran putra mereka, Archie Mountbatten, yang terus disorot oleh media.

Selain itu, konfrontasi antar keluarga Harry dengan kerajaan Inggris, juga menjadi pemberitaan hangat di mana-mana.

Meski mereka berdua selalu tampak ceria di depan publik, namun Harry merupakan sosok yang sangat membenci sorotan lensa kamera. Ia merupakan salah satu anggota kerajaan yang menganggap tradisi Istana Buckingham ‘membosankan’. Di lain pihak, Meghan juga tidak ingin dianggap sebagai sosok ‘pendiam’. Tidak heran, setiap ucapan yang keluar dari Meghan, selalu mendatangkan kritikan dari setiap pihak.

Pada tahun 2018, Harry dan Meghan Markle memutuskan untuk pindah keluar dari Istana Kensington, yang menjadi rumah bagi dirinya bersama keluarga Pangeran William. Di tahun 2019, mereka juga mengundurkan dari badan amal yang didirikan bersama dengan Pangeran William.

Media kembali mempertanyakan, apakah dengan keluar dari anggota kerajaan dapat memberikan mereka nilai-nilai kebahagiaan?

Banyak permasalahan berikutnya yang harus mereka berdua hadapi. Termasuk tempat tinggal, sokongan finansial dan kelanjutan hubungan mereka dengan anggota kerajaan lainnya. Belum lagi, Pangeran Harry merupakan urutan ke-6 dari pewaris takhta kerajaan. Hal ini sedikit banyak akan berdampak bagi mekanisme pewarisan takhta Kerajaan Inggris.

Bulan Mei tahun 2020, salah satu putra Ratu Elizabeth, Pangeran Andrew, akan mundur dari jabatan kerajaan, karena kasus skandal yang menjeratnya. Era generasi muda Kerajaan Inggris sepertinya akan berdampak besar bagi citra monarki Istana Buckingham.

Mereka menyebutkan akan memenuhi seluruh kebutuhan finansial secara mandiri. Tetapi biaya untuk membesarkan keluarga di 2 tempat (Inggris dan Amerika Utara) terbilang tidak sedikit.

Tentu saja, mereka berdua bukanlah keluarga yang berasal dari kalangan menengah. Pangeran Harry mewarisi peninggalan mendiang Putri Diana. Di lain pihak, Meghan Markle pernah menjadi aktris di Amerika Serikat. Jika mereka tidak lagi menyandang status anggota kerajaan, maka ditakutkan akan terjadi konflik kepentingan, yang bisa menyeret pihak-pihak lain.

Selain itu, mereka juga harus mengeluarkan dana keamanan. Dari mana dana berasal? Dan unit mana yang harus mengemban tugas tersebut.

Hal yang membuat warga Inggris miris adalah, keluarga Pangeran Harry beberapa bulan terakhir menghabiskan sebagian waktu mereka di luar negeri,  tetapi  tetap memutuskan untuk melakukan renovasi vila mereka di dekat Istana Windsor, yang menghabiskan dana sebesar £ 2,4 juta (atau sekitar NT$ 96 juta).

Komentar