Persaingan Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok di Sektor 5G Dun

  • 15 November, 2019
  • Yunus Hendry

(Taiwan, ROC) --- Reputasi perusahaan teknologi asal Daratan Tiongkok, Huawei, semakin identik dengan konflik perdagangan yang terjadi antar 2 negara besar dunia. Huawei yang disinyalir mendapat sokongan dari otoritas Beijing tersebut, mulai mencoba untuk memasuki pasar Eropa Timur, yang mana membuat persaingan di sektor jaringan 5G setempat memanas.

 

Kepentingan 2 Negara Besar di Rumania

Pada bulan Agustus silam, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunjungi Presiden Rumania, Klaus Iohannis. Dalam pertemuan tersebut keduanya juga menandatangani MoU, dengan maksud mencegah segala risiko keamanan dari teknologi jaringan 5G Daratan Tiongkok. Pada tanggal 4 November 2019, isi perjanjian pun diumumkan ke hadapan publik. Kedua negara menekankan perlu adanya verifikasi komprehensif dan penilaian yang ketat, terkait keamanan transparansi dari pihak pemasok, serta tidak boleh dikendalikan oleh salah satu otoritas pemerintahan. Hal ini jelas terlihat bahwa isi perjanjian tersebut menyentil pihak Daratan Tiongkok, yang disinyalir menguasai fasilitas jaringan 5G dunia.

Di lain pihak, pihak Huawei pun membalas Rumania. Huawei memperingatkan jika Rumania menjalin kerja sama dengan pihak lain, maka mereka harus mengeluarkan biaya pergantian fasilitas Huawei, yang mencapai US$ 2,6 miliar. Mengingat Huawei telah membangun jaringan komunikasi Rumania selama 17 tahun terakhir. Apalagi jaringan 4G setempat, sebagian besar dipasok oleh Huawei.

Di tengah perang perdagangan antar Amerika Serikat dengan Daratan Tiongkok, membuat posisi Rumania kian canggung. Tidak hanya menjadi pangkalan militer dan sistem pertahanan rudal, Rumania juga merupakan pusat jaringan komunikasi Huawei. Selain itu, Daratan Tiongkok juga memainkan peran penting bagi penyedia dana pusat pembangkit nuklir Rumania. Di tengah dilema yang harus dihadapi Rumania, membuat otoritas setempat mengundur jadwal lelang 5G hingga tahun mendatang.

 

Persaingan Ketat di Seluruh Ujung Dunia

Faktanya, perang dagang antar Huawei Daratan Tiongkok dengan Amerika Serikat memiliki efek yang luar biasa. Pengaruh yang dihasilkan tidak hanya berdampak bagi sekutu Amerika Serikat (Five Eyes). Benua Afrika, Asia Tenggara, Eropa Timur dan Eropa Tengah juga tidak terlepas dari pengaruh perang perdagangan 2 negara adidaya tersebut. Five Eyes merupakan aliansi organisasi intelijen internasional yang melibatkan negara-negara seperti Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris dan Amerika Serikat.

Media Britania Raya Financial Times pernah mewartakan akan persaingan ketat antar Amerika Serikat dengan Daratan Tiongkok di Benua Afrika. Huawei juga merupakan pemasok ponsel cerdas terpopuler di Afrika. Selain itu, Huawei juga memainkan peran kunci dalam industri 5G setempat. Hal ini jelas menjadi batu sandungan bagi pihak Amerika Serikat.

Dengan selesainya digelar negosiasi antar 15 negara peserta RCEP (Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional), menandakan bahwa terhitung tahun depan negara-negara ASEAN akan memulai kerja sama dengan Huawei, untuk membangun jaringan 5G.

Selain memiliki keunggulan geografis, Huawei juga berkeinginan mendistribusikan personel nya ke kawasan Asia Tenggara, yang notabene tidak memiliki kemampuan teknis secara mandiri. Huawei juga telah menyasar 650 juta populasi ASEAN, yang mana tentu dapat mengurangi dominasi Amerika Serikat di kawasan Asia Tenggara.

Persaingan antar Amerika Serikat dengan Daratan Tiongkok di sektor 5G kian hari kian mendalam. Pada bulan September lalu, Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence, telah menandatangani deklarasi pertahanan 5G dengan Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki. Dalam perjanjian tersebut ditekankan bahwa seluruh pemasok peralatan 5G harus melalui prosedur pemeriksaan yang ketat.

Meski demikian, Huawei memiliki fondasi yang kuat di Polandia. Polandia merupakan pusat pengembangan jaringan 5G Huawei untuk kawasan Eropa Tengah dan Timur. Huawei juga menjadi sponsor utama bagi tim sepakbola nasional Polandia. Selain itu, Huawei telah menanamkan investasi besar-besaran dalam 5 tahun terakhir di Polandia.

Untuk menghalangi langkah Huawei, Amerika Serikat terus memperingati negara-negara luar untuk lebih berhati-hati dalam menggalang kerja sama dengan Daratan Tiongkok. Mengingat keamanan jaringan digital Daratan Tiongkok selalu mendatangkan keraguan dari Amerika Serikat.

 

Komentar