Terry Gou Mundur dari Pencalonan Presiden dalam Laga Pemilu...

  • 18 September, 2019
  • Yunus Hendry
Terry Gou Mundur dari Pencalonan Presiden dalam Laga Pemilu Taiwan Mendatang

(Taiwan, ROC) --- Pendiri Foxconn Technology Group, Guo Tai-ming (郭台銘) mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan banyak pihak. Lelaki yang dikenal dengan nama Terry Gou tersebut, mengumumkan bahwa dirinya tidak akan ikut dalam liga pemilu presiden Taiwan pada tahun 2020 mendatang. Pada tanggal 17 September 2019 pagi, melalui akun facebook-nya, ia mengunggah sebuah video singkat yang mengutarakan alasan ia memutuskan untuk tidak turut serta. Ia menyampaikan di tengah pertarungan sengit dan perebutan kepentingan, intensitas dari semangat pemilu tersebut sudah hilang. Namun, di bagian akhir video, Guo Tai-ming berdiri di samping bendera nasional dan menyampaikan bahwa dirinya akan selalu mendukung Republik Tiongkok. ROC merupakan tumpah darah yang akan dibelanya.

Dalam video yang diunggahnya, Terry Gou menyampaikan, “Saya tidak akan berpartisipasi dalam penandatanganan petisi capres 2020. Saya tidak akan turut serta dalam petisi capres tahun 2020”

Keputusan Terry Gou mengejutkan banyak pihak, terutama para pendukungnya. Berita akan turut sertanya dalam pemilu tahun mendatang, terus terdengar. Dalam kurun waktu 2 bulan ini, Guo Tai-ming memang tidak mengeluarkan pernyataan resmi apa pun, perihal keikutsertaannya dalam pemilu mendatang. Namun, melalui video yang diunggah, jelas sudah keputusan yang diambil pendiri Foxconn Technology Group tersebut.

“Guo Tai-ming diharapkan bisa untuk lebih tenang”, ujar Wakil Ketua Partai Kuomintang (KMT), Hau Lung-pin (郝龍斌).

Desas-desus akan penyebab Guo Tai-ming memutuskan untuk tidak ikut dalam pemilu tahun 2020 pun bermunculan. Salah satunya adalah ketidakinginan Walikota Taipei, Ko Wen-je (柯文哲) bersanding dengan dirinya dalam laga pemilu. Namun demikian, Guo Tai-ming membantah rumor tersebut.

Terry Gou mengemukakan, “Suasana pemilu yang buruk. Ideologi populisme bermunculan. Karena (mengutamakan) kepentingan pribadi dan partai. Konflik antar kelas, yang memecahkan Taiwan. Saya tidak ingin ikut serta. Saya juga tidak rela melihat pendukung saya dibully”.

Masih teringat jelas di ingatan masyarakat, saat Terry Gou mengumumkan dirinya akan ikut dalam laga pemilu, karena mendapat wahyu dari Dewi Mazu. Namun kini, mimpi tersebut sudah punah.

Terry Gou menambahkan, “Selamanya, saya adalah pendukung Republik Tiongkok (R.O.C). Di Taiwan, jika membutuhkan Guo Tai-ming. Selamanya, Go Tai-ming akan ada”.

Keputusan dan pengumuman tersebut tentu mengejutkan banyak pihak. Namun demikian, semangat memperjuangkan Republik Tiongkok tetap berada di pundak Terry Gou dan para pendukungnya.