Pemerintahan India Mencabut Status Otonomi Khusus Kashmir

  • 09 August, 2019
  • Yunus Hendry
Pemerintahan India Mencabut Status Otonomi Khusus Kashmir

(Taiwan, ROC) --- Pemerintahan India di bawah pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan akan menghapus status otonomi khusus wilayah Kashmir. Pengumuman yang dikeluarkan pada tanggal 5 Agustus 2019 tersebut, tentu mendatangkan protes dari dunia global. Kashmir yang didominasi umat Muslim ini, harus mengalami perlakuan yang tidak adil dan membuat keadaan bertambah runyam. Beberapa polisi terpantau tengah berjaga-jaga di kawasan yang dihuni oleh sebagian besar Kaum Kashmir.

Sebagian wilayah Kashmir diketahui dikuasai oleh India dan Pakistan. Sebelumnya, wilayah Kashmir yang berada di bawah naungan India, diketahui mendapatkan hak status otonomi khusus. Namun kini, status tersebut dihapus oleh Perdana Menteri Narendra Modi pada tanggal 5 Agustus silam. Selain menghapus, otoritas India juga mulai melakukan tindakan semena-mena; di antaranya mengusir para wisatawan, memutus jaringan komunikasi, menangkap tokoh politik setempat dan bahkan memblokir jalan-jalan utama.

Sesaat setelah Narendra Modi mengeluarkan pernyataannya, Pakistan segera menyatakan dukungan mereka bagi Kashmir. Umat Muslim Kashmir yang tinggal di Kota Mashaffarabad Pakistan, kembali melakukan aksi potes terhadap pemerintahan Narendra Modi. 

Salah seorang demonstran mengatakan, “Kami ingin memberitahukan pihak India, Jammu dan Kashmir bukan milik siapapun. Jammu dan Kashmir tidak akan duduk diam, sampai mereka memiliki hal untuk menentukan nasib sendiri”.

Kawasan Kashmir yang dikuasai oleh India, diketahu telah melakukan pemberontakan selama bertahun-tahun. Aksi pemberontakan tersebut juga harus merenggut banyak nyawa. Pemerintah Narendra Modi sebelumnya sempat mengujar, ingin mengubah komposisi demografi masyarakat setempat, guna untuk menghentikan perseteruan yang ada. Karena alasan itulah, Narendra Modi memutuskan untuk menghapus status otonomi khusus kaum Kashmir, yang tercantum dalam hukum konstitusi India. Dengan dihapusnya status tersebut, masyarakat India lainnya dapat dengan bebas memasuki wilayah kaum Kashmir.

Wilayah strategis Kashmir merupakan kawasan yang penting. Posisinya yang terletak di antara India, Pakistan dan Daratan Tiongkok, menjadikan Kashmir selalu direbut oleh bangsa-bangsa besar. Awal tahun 2019, serangan teroris membuat hubungan India dengan Pakistan kembali mendingin. Dengan dibatalkannya status otonomi khusus oleh pemerintahan India, akan membuat situasi kian runyam, meski otoritas India telah mengirimkan satuan keamanannya dan memberlakukan jam malam di wilayah Kashmir.

Komentar