Kebijakan Baru Terkait Pengendara Mabuk di Taiwan

  • 04 July, 2019
  • Yunus Hendry
Kebijakan Baru Terkait Pengendara Mabuk di Taiwan

(Taiwan/ROC) --- Taiwan menetapkan kebijakan baru terkait berkendara setelah mengonsumsi minuman keras. Peraturan baru tersebut mulai berlaku semenjak 1 Juli 2019. Media mewartakan terdapat lebih dari 299 kasus pelanggaran yang terjadi pada hari pertama pemberlakuan peraturan tersebut. Di antaranya 26 kasus pengendara yang menolak mengikuti inspeksi lapangan, yang berujung pada denda sebesar NT$ 180.000. Sementara itu, pihak kepolisian menambahkan, siapa saja yang menumpanggi kendaraan yang dikemudikan pengemudi mabuk, juga akan dikenakan denda NT$ 600 hingga NT$ 3000. Penumpang pertama yang terazia peraturan ini berada di Kota Hsinchu. Diberitakan telah ada 25 kasus warga yang menumpangi kendaraan berkemudikan pengendara mabuk.

Ketua Divisi Transportasi & Lalu Lintas Biro Kepolisian, Fan Zhen-huan (范振煥) mengatakan, “ Baik itu motor maupun mobil. Karena ini juga akan berimbas pada penumpang. Denda yang dikenakan NT$ 600 hingga NTS 3.000.”

Denda bagi pengendara mobil telah dtingkatkan menjadi NT$ 120.000. Jika dalam kurun waktu 5 tahun melakukan pelanggaran lebih dari 3 kali, pengemudi mobil akan dikenakan denda lebih besar, yakni NT$ 210.000. Bagi pengendara yang menolak mengikuti inspeksi, akan dikenakan denda NT$ 180.000. Jika menolak lagi, maka denda akan ditingkatkan menjadi NT$ 360.000.

Peraturan demi peraturan terus diterapkan pemerintah Taiwan, adalah bukan lain untuk memberikan jaminan keselamatan bagi seluruh pengguna badan jalan.