Prosedur Kebijakan 5 Platform Medsos, Guna Menanggulangi...

  • 27 June, 2019
  • Yunus Hendry
Prosedur Kebijakan 5 Platform Medsos, Guna Menanggulangi Penyebaran Informasi Palsu

(Taiwan, ROC) --- Dalam beberapa tahun terakhir, isu penyebaran berita palsu merebak di dunia maya. Isu Hoax yang melalang buana di media sosial tentu membuat resah situasi perpolitikan Taiwan; misal dengan tragedi bunuh diri Mantan Perwakilan ROC di Osaka, Su Qi-cheng (蘇啟誠), yang didominasi berita tidak benar. Hal ini meliputi Facebook, Line, PTT dan platform medsos lainnya. Medsos-medsos tersebut setuju untuk menerbitkan prosedur terkait kebijakan disiplin diri, guna mencegah penyebaran informasi palsu.

Video banjirnya kawasan Nantou, baru-baru ini tersebar di dunia maya. Namun faktanya, ini adalah video usang, yang terbit pada tahun 2008 silam.

Ketua Divisi Urusan Publik LINE, Hsu Hui-lan (許惠蘭), mengatakan,“Kami menerapkan tiga langkah. 3 langkah tersebut. Meliputi menolak, menyebarkan dan mencegah”

Manajer Kebijakan Publik Facebook, Chen Yu-ru (陳奕儒), mengatakan, “Terkait dengan informasi yang simpang siur, kami memiliki 3 langkah penanggulangan. Melalui langkah penghapusan dan pengurangan. Kami memiliki akses informasi yang memadai”.

Facebook telah bekerja sama dengan Pusat Verifikasi Fakta di Taiwan, guna untuk menghentikan penyebaran berita hoax

Beberapa platform media sosial sepakat untuk menerbitkan prosedur kebijakan, dalam rangka membentengi sosial media dari informasi palsu. Taiwan menjadi sasaran empuk bagi pihak yang tidak bertanggung jawab, untuk meracuni pemikiran masyarakat dengan berita hoax.

Anggota dewan, Luo Bing-cheng (羅秉成), mengatakan, “(Informasi palsu) merupakan kerugian besar bagi unsur demokrasi. Hukum pemerintah bersifat post-control. Langkah pencegahan di depan, harus membatasi pelaku usaha medsos. Disiplin diri ini, dapat melindungi diri sendiri dan orang lain. Jadi, ini sudah seharusnya dilakukan sejak awal”.