Pengumuman Donald Trump untuk Ikut Serta dalam Pemilu 2020...

  • 20 June, 2019
  • Yunus Hendry
Pengumuman Donald Trump untuk Ikut Serta dalam Pemilu 2020 Mendatang.

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 18 Juni 2019, Donald Trump secara resmi melangsungkan aksi kampanye perdana untuk pemilu presiden tahun 2020. Semenjak menjabat, dirinya seringkali membuat keputusan kontroversial dalam menghadapi isu internasional. Misal dengan situasi politik timur tengah, senjata nuklir milik Korea Utara, krisis imigran Amerika Tengah dan Selatan, serta konflik perdagangan dengan Daratan Tiongkok. Niat dari Presiden Donald Trump untuk maju dalam laga pemilihan presiden tahun 2020 mendatang sudah bulat, meski dirinya terus mendapat kritikan dari masyarakat luas.

Seruan untuk kembali  menjabat kursi nomor satu di Amerika Serikat, seringkali dilontarkan oleh Donald Trump. Pada tanggal 18 Juni 2019, ditemani Ibu Negara Melanie, Donald Trump tiba di Orlando mengumumkan dimulainya kampanye dengan total dukungan 20.000 suara.

Donald Trump mengatakan, “Kami akan terus membuat Amerika Serikat menjadi lebih hebat. Kami akan membuatnya jauh lebih besar dari sebelumnya. Kami akan membuatnya jauh lebih baik dari sebelumnya. Dan inilah mengapa saya berdiri di hadapan Anda malam ini. Secara resmi mengumumkan dimulainya masa kampanye saya, untuk meneruskan jabatan Presiden Amerika Serikat.”

Dalam pidatonya, Donald Trump dengan lantang mengatakan bahwa perekonomian Amerika Serikat merupakan yang terbaik di dunia. Tidak heran jika negara-negara luar merasa iri dengan Negeri Paman Sam. Ia juga menuduh Partai Demokrat sebagai partai yang membawa kehancuran bagi Amerika Serikat. Nada dan gaya serupa juga pernah dilontarkan dalam kampanye pemilu sebelumnya.

Selama 2 tahun setengah pemerintahannya, Donald  Trump kerap kali mempromosikan kebijakan yang penuh kontroversial. Misal dengan pembangunan tembok di perbatasan Meksiko, menuduh Daratan Tiongkok telah melakukan transaksi curang, yang berujung pada perang dagang antar Negeri Paman Sam dengan Negeri Tirai Bambu. Kedua pemimpin negara adidaya tersebut, dipastikan akan melakukan pembicaraan bilateral dalam KTT G20 mendatang. Meski demikian, beberapa pihak mengaku tidak terlalu optimis.

Selain itu, tim administrasi internal dari pemerintahan Donald Trump juga sering mengalami perombakan. Sejumlah anggota kabinet-pun pernah diminta untuk mengundurkan diri. Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders pada pekan lalu mengumumkan untuk mengundurkan diri. Di samping itu, petinggi Patrick Shanahan yang digadang-gadangkan akan menjabat posisi Menteri Pertahanan, belum lama ini juga diserang isu kekerasan dalam rumah tangga. Di tengah situasi internal pemerintahan Donald Trump yang terus bergejolak, ditambah dengan aksi kontrversialnya di dunia internasional, tentu membuat komunitas global cemas.

Terlepas dari pemberitaan di media, Donald Trump tampak penuh percaya diri dalam pengumuman di Florida pada Selasa (18/6) silam. Slogan “Buat Amerika Serikat Lebih Besar Lagi”, diharapkan dapat mengembalikan rasa antusiasime para pemilih dalam pemilu tahun mendatang.

 

Komentar