Waktu Olahraga Anak-Anak Taiwan Merupakan Salah Satu yang Terend

  • 12 June, 2019
  • Yunus Hendry
Waktu Olahraga Anak-Anak Taiwan Merupakan Salah Satu yang Terendah di Dunia

(Taiwan, ROC) --- Jumlah aktivitas untuk berolahraga dari kaum anak-anak dan remaja Taiwan merupakan yang terendah di dunia. Penelitian menyarankan total waktu untuk beraktivitas bagi pelajar Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), setidaknya harus mencapai 420 menit per minggunya. Aktivitas ini termasuk kegiatan berolahraga dan keseharian lainnya. Taiwan masih berada di bawah 6 negara lainnya, termasuk Korea Selatan dan Daratan Tiongkok. Alasannya adalah masih tingginya beban pelajaran kurikulum pendidikan yang dibebankan kepada para siswa dan kebiasaan menggunakan smartphone yang terlampau panjang. Pakar mengingatkan bahwa pelajar harus merencanakan lebih banyak kegiatan olahraga ekstrakulikuler, disamping aktivitas belajar mengajar.  

Wakil Rektor National Taiwan University of Sport (NTUS) Chang Chen-kang mengatakan, “Kita bisa melihat keadaan statis (diam) disini. Yaitu waktu menggunakan barang-barang elektronik. Penggunaan smartphone benar-benar adalah. Permasalahan yang sangat parah”.

Organisasi Kesehatan Dunia WHO merekomendasikan waktu berolahraga per minggunya adalah 420 menit. Dari standar di atas, jumlah siswa Sekolah Dasar (SD) Taiwan hanya mampu mencapai angka 6%, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) 5,4% dan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) 12%.Jika ditotalkan angka ini masih kurang dari 20%.

Wakil Rektor National Taiwan University of Sport (NTUS) Chang Chen-kang mengatakan, “Jika sebelum berangkat ke kursus atau pulang ke rumah. Dapat berolahraga di sekolah. Misal setengah jam hingga 1 jam. Kemudian ditambah dengan kebiasaan selepas pulang sekolah. Mungkin mencapai 60 menit setiap harinya. Waktu olahraga seperti demikian”.

Beban pelajaran dan kebiasaan menggunakan produk elektronik berlebihan, menjadi faktor anak-anak tidak begitu menyukai olahraga. Pakar menyarankan agar pihak sekolah dapat lebih mencanangkan program kesehatan yang lebih banyak dan beragam, sehingga membuat para siswa mau untuk berolahraga.