Jaminan Keselamatan Pesawat Boeing Dipertanyakan

  • 14 March, 2019
  • Yunus Hendry
Jaminan Keselamatan Pesawat Boeing Dipertanyakan

(Taiwan, ROC) --- Pesawat Ethiopian Airlines jatuh pada 10 maret 2019 lalu, 157 penumpang dengan 35 kewarganegaraan berbeda, diketahui tewas. Pihak otoritas penerbangan juga telah menggelar upacara peringatan bagi para korban pada 11 Maret 2019 lalu. Masih teringat jelas akan peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air di Indonesia yang belum genap setengah tahun itu. Pesawat Lion Air yang jatuh tersebut merupakan rakitan Boeing dengan seri 737 Max 8. 2 rentetan peristiwa ini mengakibatkan saham Boeing jatuh sebesar 10% pada awal pekan ini. Penurunan ini juga merupakan yang terparah selama 18 tahun terakhir.

Pesawat Ethiopian Airlines diketahui lepas landas pada Minggu siang (10/3) dari Ibukota Addis Ababa dan dijadwalkan akan mendarat di Ibukota Kenya, yakni Nairobi. Setelah 6 menit mengudara, pesawat tersebut jatuh di kawasan dekat Addis Ababa. Pada bulan Oktober tahun lalu, pesawat Lion Air diketahui juga jatuh setelah tidak lama lepas landas dan menewaskan 189 penumpang. 2 peristiwa yang terjadi berdekatan ini, mengakibatkan orang-orang bertanya akan jaminan keselamatan dari pesawat Boeing 737 Max 8.

Manajer Ethiopian Airlines untuk Kawasan Kenya, Yilma Goshu mengatakan, “Terhitung mulai 10 Maret 2019, kami telah mengumumkan kepada pihak Maskapai Ethiopian Airlines untuk tidak mengoperasikan pesawat Boeing 737 Max 8 mereka. Jenis pesawat ini merupakan kendaraan yang jatuh nahas kemarin. Ini adalah salah satu tindakan pencegahan yang preventif.”

Kini Kotak Hitam (Black Box) dari kedua pesawat nahas tersebut telah ditemukan, namun masih menunggu hasil penyedilidikan dari otoritas berwenang. Meskipun demikian, maskapai penerbangan dunia mulai beramai-ramai mengumumkan untuk tidak mengoperasikan pesawat Boeing 737 Max 8 mereka. Negara-negara yang telah memberikan pengumuman, di antaranya Daratan Tiongkok, Indonesia, Korea Selatan, Mongolia, Singapura dan Australia. Selain itu, beberapa maskapai penerbangan juga memilih untuk tidak menerbangkan pesawat Boeing 737 Max 8 mereka, meskipun belum mendapatkan perintah resmi dari negara, meliputi Ethiopian Airlines, Gol Airlines, Comair Airlines, Cayman Airlines dan Aerolineas Airlines. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa negara dan maskapai penerbangan dunia yang masih belum mengeluarkan pernyataan larangan, termasuk Amerika Serikat. Pihak Negeri Paman Sam juga telah memerintahkan perusahaan Boeing untuk mengubah desain pesawat mereka, sebelum bulan April mendatang.

Pesawat Boeing 737 seri Max 8 merupakan jenis pesawat yang baru resmi diperkenalkan ke publik pada tahun lalu. Pesawat Ethiophian Airlines yang mengangkut 157 penumpang tersebut, dikabarkan baru melewati pemeriksaan pada 10 Maret 2019 kemarin. Apakah peristiwa jatuhnya pesawat Ethiophian Airlines memiliki keterkaitan dengan pesawat Lion Air. Hal ini tentu masih membutuhkan penyidikan lebih mendalam. Namun demikian, 2 kejadian ini tentu memberikan pukulan berat dari perusahaan perakitan pesawat internasional Boeing.