Isu Huawei di Tengah Konflik Perdagangan Daratan Tiongkok dengan

  • 31 January, 2019
  • Yunus Hendry
Isu Huawei di Tengah Konflik Perdagangan Daratan Tiongkok dengan Amerika Serikat

(Taiwan, ROC) --- Di tengah persiapan perundingan perang perdagangan antar otoritas Daratan Tiongkok dan Amerika Serikat, pihak pengadilan Negeri Paman Sam juga akan menindaklanjuti kasus pelik yang melibatkan perusahaan telekomunikasi raksasa Negeri Tirai Bambu, yakni Huawei. Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Senin (28/1) menggugat Huawei dan Kepala Direksi Keuangan Meng Wan-zhou (孟晚舟). Di lain pihak, Kanada yang sempat melakukan penangkapan terhadap Meng Wan-zhou juga telah mengesktradisi Meng Wan-zhou ke Amerika Serikat. Peliknya kasus ini menambah rumitnya hubungan bilateral Daratan Tiongkok dan Amerika Serikat.

Perwakilan dari Menteri Kehakiman AS Matthew Whitaker bersama dengan 10 petinggi lainnya pada Senin (28/1) menuduh Meng Wan-zhou telah mencuri dokumen rahasia dan melakukan penipuan keuangan. Otoritas Kehakiman AS menyatakan Huawei telah mencuri teknologi robotika milik perusahaan telekomunikasi AS pada 7 tahun lalu dan meraup keuntungan dari proyek pengembangan yang illegal.

Matthew Whitaker mengatakan, “Guna untuk menciptakan robot mereka, para insinyur Huawei dituduh telah melanggar perjanjian rahasia dengan T-Mobile. Mereka diam-diam memotret robot milik T-Mobile, memodifikasinya serta mencuri salah satu spare-partnya.”

Selain itu, Huawei melalui anak perusahaanya SkyCom melakukan transaksi dengan Iran, yang notabene telah mendapatkan sanksi dari Amerika Serikat. Meng Wan-zhou dan Huawei dinilai telah berbohong, ketika diknfrontir apakah memiliki keterkaitan dengan SkyCom.

Matthew Whitaker mengatakan, “Huawei berkata bahwa SkyCom adalah perusahaan lain, bukan-lah anak perusahaan Huawei. Walaupun faktanya, mereka (Huawei) yang mengontrol SkyCom. Huawei juga mengklaim bahwa transaksinya dengan Iran telah memenuhi ketetapan (sanksi) dari Amerika Serikat. Klaim palsu ini digunakan untuk mendapatkan dukungan bisnis dari pihak perbankan. Dengan demikian, secara tidak sengaja telah melanggar undang-undang kami (AS).”

Pejabat Amerika Serikat mengemukakan tuntutan yang diberikan atas Huawei dan Meng Wan-zhou adalah tidak lain untuk melindungi aturan hukum dan keamanan nasional AS. Hal ini tidak ada kaitannya dengan konflik perdagangan yang tengah terjadi. Namun demikian, menjelang kedatangan pejabat Daratan Tiongkok Liu He (劉鶴) ke Washington, Amerika Serikat diketahui melakukan tindakan yang membuat orang-orang berpikir bahwa kasus Huawei akan dijadikan sebagai salah satu alat penawaran. Selain itu, Donald Trump pada tahun lalu pernah mengeluarkan pernyataan, bahwa dirinya bersedia menyelesaikan permasalahan Huawei, guna untuk melancarkan proses perjanjian perdagangan antar kedua negara adidaya tersebut.

Selain menuntut Huawei, Amerika Serikat baru-baru ini juga mendesak sekutunya untuk tidak menggunakan jaringan 5G milik Huawei, dikarenakan alasan keamanan informasi. Namun apakah ini akan berhasil, mengingat saat ini jaringan Huawei tengah dikembangkan di 170 negara di dunia.